WhatsApp Icon

Jika Hari Memiliki Mahkota, Maka Jumat Adalah Rajanya

07/08/2026  |  Penulis: M Hilmi Zuhdi

Bagikan:URL telah tercopy
Jika Hari Memiliki Mahkota, Maka Jumat Adalah Rajanya

Sedekah Jumat BAZNAS Depok

Jika Hari Memiliki Mahkota, Maka Jumat Adalah Rajanya

Di antara tujuh hari yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia, ada satu hari yang memiliki kedudukan paling mulia. Seandainya setiap hari memiliki mahkota, maka Jumat adalah rajanya. Bukan tanpa alasan, karena Allah SWT menjadikan hari Jumat sebagai hari yang dipenuhi kemuliaan, keberkahan, serta berbagai keutamaan yang tidak dimiliki hari-hari lainnya. Bagi seorang Muslim, Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.

Keistimewaan hari Jumat ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, pada hari itu ia dikeluarkan dari surga, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat."
(HR. Muslim No. 854)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Jumat bukanlah hari biasa. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa besar dalam sejarah umat manusia dan akan menjadi hari terjadinya kiamat. Karena itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hari yang penuh kemuliaan ini.

Hari Penuh Berkah dan Ampunan

Allah SWT juga memberikan perhatian khusus terhadap hari Jumat dengan mewajibkan kaum laki-laki Muslim yang memenuhi syarat untuk melaksanakan salat Jumat. Perintah tersebut termaktub dalam firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)

Ayat ini mengajarkan bahwa urusan dunia hendaknya dikesampingkan sejenak ketika panggilan Allah berkumandang. Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari keberhasilan mencari rezeki, tetapi juga dari kesiapan memenuhi panggilan ibadah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa hari Jumat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil apabila seorang Muslim menjaganya dengan baik.

"Salat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadan ke Ramadan menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi."
(HR. Muslim No. 233)

Inilah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Setiap pekan, Allah menghadirkan momentum untuk membersihkan hati dan memperbarui keimanan.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Salah satu keistimewaan hari Jumat adalah adanya waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

"Pada hari Jumat terdapat suatu waktu. Tidaklah seorang Muslim mendapatinya lalu ia berdoa kepada Allah meminta suatu kebaikan, melainkan Allah akan mengabulkannya."
(HR. Al-Bukhari No. 935 dan Muslim No. 852)

Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu tersebut. Sebagian berpendapat berada di antara duduknya imam hingga selesai salat Jumat, sementara pendapat lain—yang dipilih oleh banyak ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyyah—menyatakan bahwa waktu mustajab itu berada pada akhir hari Jumat, setelah salat Asar hingga menjelang Magrib. Perbedaan ini justru menjadi dorongan agar seorang Muslim memperbanyak doa sepanjang hari Jumat.

Memperbanyak Salawat dan Membaca Al-Kahfi

Hari Jumat juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:

"Perbanyaklah bersalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat."
(HR. Abu Dawud No. 1047)

Selain itu, membaca Surah Al-Kahfi juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat."
(HR. Al-Hakim; dinilai sahih oleh banyak ulama)

Cahaya yang dimaksud dipahami para ulama sebagai cahaya petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai fitnah.

Jumat dan Semangat Berbagi

Hari Jumat juga identik dengan semangat berbagi. Sedekah yang dilakukan pada hari mulia ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus sarana membantu sesama.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan:

"Sedekah pada hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya seperti sedekah pada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya."

Walaupun kutipan ini merupakan penjelasan ulama, bukan hadis Nabi, maknanya menggambarkan bagaimana para ulama memandang besarnya keutamaan memperbanyak sedekah pada hari Jumat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberkahan Jumat tidak hanya diwujudkan melalui ibadah personal, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.

Jadikan Jumat Sebagai Awal Perubahan

Sering kali manusia menunggu datangnya tahun baru untuk berubah. Padahal Islam menghadirkan kesempatan memperbaiki diri setiap pekan melalui hari Jumat. Dari Jumat ke Jumat, seorang Muslim diajak mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, mempererat silaturahmi, memperbanyak amal, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri:

"Setiap hari yang mataharinya terbit adalah kesempatan baru untuk menambah amal sebelum datang hari ketika amal tidak lagi diterima."

Hari Jumat adalah puncak dari kesempatan itu.

Penutup

Jika hari memiliki mahkota, maka Jumat adalah rajanya. Ia datang setiap pekan membawa keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT. Jangan biarkan hari yang mulia ini berlalu hanya dengan rutinitas biasa. Hiasi ia dengan salat Jumat, membaca Al-Qur'an, memperbanyak salawat, berdoa, berzikir, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Semoga setiap Jumat yang kita jumpai menjadi penghapus dosa, pembuka pintu rezeki, penenang hati, dan penguat langkah menuju ridha Allah SWT.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Depok.

Lihat Daftar Rekening →