WhatsApp Icon

Awal Mula Kalender Hijriah dan Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab

02/07/2026  |  Penulis: M Hilmi Zuhdi

Bagikan:URL telah tercopy
Awal Mula Kalender Hijriah dan Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab

Ilustrasi By AI

Kalender Hijriah menjadi sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menentukan berbagai waktu ibadah, seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, dan ibadah haji. Di balik penggunaannya, terdapat sejarah penting tentang bagaimana kalender ini ditetapkan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, yang menjadi tonggak dalam perkembangan administrasi dan peradaban Islam.

Latar Belakang Penetapan Kalender Hijriah

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki sistem penanggalan resmi. Berbagai surat, dokumen pemerintahan, dan keputusan administratif sering kali hanya mencantumkan nama bulan tanpa menyebutkan tahun. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, terutama ketika wilayah kekuasaan Islam semakin luas dan urusan pemerintahan menjadi semakin kompleks.

Diriwayatkan bahwa salah seorang gubernur mengirimkan surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menyampaikan bahwa surat-surat resmi yang diterima tidak mencantumkan tahun, sehingga menyulitkan pelaksanaan administrasi pemerintahan. Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan perlunya menetapkan sistem penanggalan yang baku.

Musyawarah Para Sahabat

Untuk menentukan penanggalan resmi, Khalifah Umar mengundang para sahabat Rasulullah SAW bermusyawarah. Dalam pertemuan tersebut muncul beberapa usulan mengenai titik awal perhitungan tahun, di antaranya berdasarkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya beliau menjadi nabi, tahun wafat beliau, maupun tahun hijrah dari Makkah ke Madinah.

Setelah mempertimbangkan berbagai pendapat, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan Islam. Hijrah dipilih karena menjadi titik balik yang menandai lahirnya masyarakat Islam yang mandiri serta awal terbentuknya pemerintahan Islam di Madinah.

Mengapa Disebut Kalender Hijriah?

Istilah "Hijriah" berasal dari kata hijrah, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi menjadi momentum penting dalam sejarah Islam karena membuka jalan bagi perkembangan dakwah dan terbentuknya masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Oleh karena itu, kalender yang digunakan umat Islam kemudian dikenal sebagai kalender Hijriah.

Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama?

Meskipun hijrah Nabi Muhammad SAW berlangsung pada bulan Rabiulawal, para sahabat menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Keputusan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan. Muharram merupakan bulan yang datang setelah Zulhijah, ketika umat Islam menyelesaikan ibadah haji. Selain itu, setelah Baiat Aqabah, kaum muslimin mulai mempersiapkan hijrah pada bulan Muharram sehingga bulan ini dipandang sebagai awal dari perjalanan menuju terbentuknya masyarakat Islam di Madinah.

Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab

Sebagai khalifah kedua, Umar bin Khattab memiliki peran penting dalam menetapkan kalender Hijriah sebagai sistem penanggalan resmi negara Islam. Keputusan tersebut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan umat Islam, di antaranya:

* Menyatukan sistem administrasi pemerintahan.

* Mempermudah pencatatan surat-menyurat dan dokumen resmi.

* Menjadi acuan dalam penentuan waktu ibadah.

* Memperkuat identitas umat Islam melalui sistem penanggalan yang berlandaskan sejarah Islam.

Kebijakan ini menunjukkan kepemimpinan Umar bin Khattab yang mengedepankan musyawarah, ketertiban administrasi, dan kemaslahatan umat.

Kalender Hijriah dalam Kehidupan Umat Islam

Hingga saat ini, kalender Hijriah masih digunakan untuk menentukan berbagai ibadah dan hari-hari besar Islam. Awal Ramadan, Idulfitri, Iduladha, ibadah haji, hingga bulan-bulan mulia seperti Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah semuanya mengacu pada penanggalan Hijriah.

Selain menjadi pedoman ibadah, kalender Hijriah juga mengingatkan umat Islam pada perjalanan dakwah Rasulullah SAW serta perjuangan para sahabat dalam membangun peradaban Islam.

Warisan Peradaban yang Terus Digunakan

Penetapan kalender Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab merupakan salah satu warisan penting dalam sejarah Islam yang manfaatnya masih dirasakan hingga kini. Melalui sistem penanggalan ini, umat Islam memiliki acuan yang tidak hanya mengatur waktu ibadah, tetapi juga menghubungkan setiap pergantian tahun dengan peristiwa hijrah yang menjadi simbol pengorbanan, perjuangan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, setiap datangnya tahun baru Hijriah, umat Islam tidak hanya memperingati pergantian kalender, tetapi juga mengenang nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Depok.

Lihat Daftar Rekening →