Berita Terkini
Percepat Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Depok Adakan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Kecamatan Bojongsari
Depok — Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan gerakan zakat di tingkat masyarakat, BAZNAS Kota Depok menggelar kegiatan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Aula Kecamatan Bojongsari, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bojongsari sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pemerintah dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menyampaikan bahwa program RW Ramah Zakat merupakan langkah strategis untuk menghadirkan manfaat zakat secara lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program RW Ramah Zakat, kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu percepatan pengentasan kemiskinan. Kolaborasi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat peran ASN sebagai penggerak dan teladan dalam menumbuhkan budaya zakat di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Bojongsari, Suhendar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai program RW Ramah Zakat dapat menjadi salah satu solusi sosial berbasis kebersamaan dan kepedulian warga.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui zakat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Bojongsari,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan pemaparan mengenai konsep RW Ramah Zakat, optimalisasi pengelolaan zakat, serta peran ASN dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir lingkungan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera melalui penguatan gerakan zakat di Kota Depok.
20/05/2026 | M Hilmi Zuhdi
Percepat Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Depok Adakan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Kecamatan Bojongsari
Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan gerakan zakat di tingkat masyarakat, BAZNAS Kota Depok menggelar kegiatan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Aula Kecamatan Bojongsari, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bojongsari sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pemerintah dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menyampaikan bahwa program RW Ramah Zakat merupakan langkah strategis untuk menghadirkan manfaat zakat secara lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program RW Ramah Zakat, kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu percepatan pengentasan kemiskinan. Kolaborasi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat peran ASN sebagai penggerak dan teladan dalam menumbuhkan budaya zakat di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Bojongsari, Suhendar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai program RW Ramah Zakat dapat menjadi salah satu solusi sosial berbasis kebersamaan dan kepedulian warga.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui zakat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Bojongsari,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan pemaparan mengenai konsep RW Ramah Zakat, optimalisasi pengelolaan zakat, serta peran ASN dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir lingkungan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera melalui penguatan gerakan zakat di Kota Depok.
20/05/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Berikan Bantuan Pendidikan pada Launching Posyandu 6 SPM Kelurahan Pangkalan Jati Baru
BAZNAS Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan pendidikan kepada delapan anak pada acara Launching Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Selasa (12/05/2026).
Bantuan pendidikan tersebut diberikan secara simbolis kepada delapan penerima manfaat, dengan masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyerahan bantuan berlangsung di sela-sela kegiatan launching Posyandu 6 SPM yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua TP Posyandu Kota Depok Cing Ikah, Camat Cinere, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Kegiatan Launching Posyandu 6 SPM Pangkalan Jati Baru ini membahas penguatan enam bidang layanan dasar dalam Posyandu sebagai implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta layanan sosial.
Program Posyandu 6 SPM tersebut menjadi upaya integrasi pelayanan masyarakat berbasis keluarga agar kebutuhan dasar warga dapat terlayani secara lebih optimal, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang kini semakin berkembang dan terintegrasi.
“Posyandu hari ini tidak lagi hanya berbicara soal kesehatan ibu dan anak, tetapi sudah menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis keluarga. Kehadiran Posyandu 6 SPM menjadi langkah nyata dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan merata,” ujar Supian Suri.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk BAZNAS Depok, yang turut mendukung program-program sosial dan pendidikan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata BAZNAS terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“BAZNAS Depok berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita, sekaligus mendukung penguatan layanan sosial melalui Posyandu 6 SPM,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Posyandu, dan BAZNAS, diharapkan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga Kota Depok secara menyeluruh.
13/05/2026 | M Hilmi Zuhdi
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Depok Tekankan Peran Strategis Organisasi Masyarakat sebagai UPZ
Depok — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat untuk menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam memperkuat pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terstruktur, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Pengelolaan ZIS bersama Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kota Depok dan BPJS Ketenagakerjaan, yang dilaksanakan pada Senin, 05 Januari 2026.
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa organisasi masyarakat, termasuk majelis taklim, memiliki kedekatan langsung dengan umat sehingga sangat potensial menjadi mitra strategis BAZNAS sebagai UPZ.
“Organisasi masyarakat memiliki basis jamaah yang kuat dan kepercayaan publik yang tinggi. Dengan menjadi UPZ, organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam menghimpun dan menyalurkan ZIS secara terkoordinasi, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Ia juga menambahkan bahwa pembentukan UPZ di lingkungan organisasi masyarakat merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan layanan zakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
Sementara itu, Ketua BKMM Kota Depok, Ummi Hj. Elis Nendah Mardiah, menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan BKMM untuk terus bersinergi dengan BAZNAS Kota Depok dalam penguatan pengelolaan ZIS di tingkat majelis taklim.
“Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang dakwah dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki peran sosial yang besar. Dengan menjadi UPZ, majelis taklim dapat berkontribusi lebih nyata dalam pengelolaan ZIS yang amanah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Ummi Hj. Elis Nendah Mardiah.
Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kota Depok berharap semakin banyak organisasi masyarakat di Kota Depok yang berperan aktif sebagai UPZ, sehingga pengelolaan ZIS semakin optimal dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
06-01-2026 | M Hilmi Zuhdi

Ketua BAZNAS Depok ajak warga kampung pulo berzakat di UPZ Masjid Al Barkah
Depok, 31 Desember 2025 – Ketua BAZNAS Depok mengajak warga Kampung Pulo untuk menyalurkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Barkah yang baru saja diluncurkan pada 31 Desember 2025. Langkah ini bertujuan memastikan zakat umat dikelola secara profesional dan tepat sasaran di lingkungan terdekat.?
Dr. Endang Ahmad Yani, SE., MM., selaku Ketua BAZNAS Depok, menyatakan, “Kami mengundang seluruh warga Kampung Pulo untuk menunaikan zakatnya di UPZ Masjid Al Barkah. Dengan mekanisme syar’i dan terintegrasi BAZNAS, setiap rupiah zakat akan menjadi berkah nyata bagi mustahik di sekitar kita, sekaligus membuka pintu rezeki di tahun baru ini.”?
UPZ Masjid Al Barkah siap menerima zakat tunai, transfer bank, atau digital via platform BAZNAS, dengan transparansi penuh melalui laporan bulanan. Ketua UPZ Dwi Karyadi S.H. menambahkan, “Layanan kami buka setiap hari setelah salat berjamaah, memudahkan warga berzakat dengan aman dan nyaman.”
31-12-2025 | M Hilmi Zuhdi

Perkuat Ketahanan Keluarga, Ketua BAZNAS Depok Hadiri Sekolah Perempuan Jawa Barat di Cilodong
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani S.E., M.M menghadiri kegiatan Sekolah Perempuan Jawa Barat yang digelar di Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Selasa (30/09/2025)
Kegiatan ini menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas mereka sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Depok juga menyerahkan bantuan renovasi rumah kepada 7 penerima manfaat di wilayah Cilodong, masing-masing senilai Rp2.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak huni, sehat, dan aman
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani S.E., M.M, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Sekolah Perempuan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Perempuan memiliki peran vital dalam membangun keluarga yang kuat dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, kami ingin bersinergi mendukung program pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan manfaat nyata melalui bantuan renovasi rumah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program sekolah perempuan yang dijalankan DP3AP2KB ini merupakan bagian dari pilar Depok Sejahtera, yang bertujuan untuk menjaga ketahanan keluarga melalui penguatan peran Perempuan
“progam sekolah Perempuan ini merupakan bagian penting dalam ketahanan keluarga, sejalan depok program Srikandi Pejuang Ekonomi Keluarga BAZNAS Depok, Dimana kami Perempuan kami berikan modal usaha dan kemudian dibina dengan harapan akan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga” ujar Endang
Sementara itu, perwakilan peserta Sekolah Perempuan menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini memberi kami pengetahuan baru sekaligus membawa bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan,” ucap salah satu peserta dengan penuh haru.
Kegiatan Sekolah Perempuan Jawa Barat di Cilodong ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah, termasuk Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peran perempuan semakin diperkuat dalam menjaga ketahanan keluarga, serta program bantuan sosial BAZNAS dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
30-09-2025 | M Hilmi Zuhdi
Berita Pendistribusian

Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Badan Amil Zakat (BAZNAS) & Pemerintah Kota (PEMKOT) Depok menggelar kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, yang dirangkai dengan pemberian santunan anak yatim se-Kota Depok di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Selasa (15/07/2025).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati tahun baru Islam, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam.
Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan para pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr Supian Suri, Ketua BAZNAS Kota Depok Dr Endang Ahmad yani, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, ASN dilingkungan pemerintah kota serta para tamu undangan lainnya.
“Melalui kegiatan dengan tema semangat hijrah dalam mewujudkan Depok Maju ini, kita ingin menanamkan semangat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai komitmen mewujudkan Kota Depok Maju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Depok, Mangnguluang Mansur.
Pemkot Depok, bekerja sama dengan Baznas Kota Depok, memberikan santunan kepada 630 anak yatim yang tersebar di 11 kecamatan. Selain uang santunan, anak yatim juga menerima paket perlengkapan sekolah, dengan total nominal mencapai Rp 142 juta.
Ketua BAZNAS Depok Dr Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan BAZNAS Depok menjadi satu keharusan,
“BAZNAS sebagai Lembaga pemerintah non struktur sudah semestinya terus bersinergi dengan pemerintah kota agar cita-cita mensejahterakan Masyarakat bisa terwujud secara maksimal” ucap Endang Ahmad yani
16/07/2025 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Depok Berikan Bantuan Biaya PengobatanBerkelainan Khusus
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok Bersama Direktur Utama RS GPI menyerahkan bantuan biaya pengobatan untuk bayi ibu Nurhayati yang Bernama Nawal Alya Syakira yang berumur 5 bulan 27 hari yang diagnose mengalami kelainan kerongkongan (atresia esofagus). Bantuan yang diberikan pada Jum’at (11/07/25) itu, berupa uang tunai sebesar Rp 1.500.000 untuk kebutuhan pengobatan Nawal Alya Syakira.
Nawal Alya Syakira didiagnosa mengalami penyakit atresia esofagus yaitu kelainan bawaan lahir di mana saluran esofagus (kerongkongan) tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga tidak terhubung dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan tidak bisa mencapai lambung, dan bayi mungkin juga mengalami kesulitan bernapas. Sehari-hari ibu Nurhayati bekerja sebagai ibu rumah tanggdan dan suaminya bekerja sebagai driver ojek online. Hasil dari pekerjaannya hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga sehingga tidak memiliki biaya pengobatan.
“Saya berterima kasih kepada Baznas Kota Depok yang telah membantu Nawal agar bisa terus berobat, doakan nawal agar Kembali sehat dan bisa menjadi anak yang tumbuh sebagaimana mestinya, Rabu (02/07/25).
Sementara itu, Ketua BAZNAS Depok, Dr. Endang Ahmad Yani mengatakan, melalui program Depok Sehat, pihaknya akan terus membantu masyarakat duafa. Imbuhnya, hadirnya Baznas harus bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan.
“Melalui dana-dana yang terhimpun di BAZNAS Depok, kami akan salurkan dana tersebut kepada masyarakat duafa yang membutuhkan melalui 5 pilar program. Salah satunya adalah Depok Sehat, agar bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kota Depok,” ujarnya.
Direktur Utama RS GPI, dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua yang turut menyerahkan bantuan tersebut merasa terharu oleh perjuangan Ibu Nurkhayati yang terus berjuang demi anaknya “Saya merasa terharu dan bangga atas perjuangan yang terus diupayakan oleh orangtua Nawal, ditengah keterbatasan BAZNAS Depok hadir memberikan solusi agar Nawal bisa menjalani pengobatan yang maksimal” Ucap dr. Kukun Masykur
Peneyrahan bantuan tersebut dilakanakan pada acara Gethering BAZNAS Depok juga dilakukan di RS GPI, yang turut dihadiri oleh Hj Imas Masiti (TP PKK Kota Depok), Dr. Endang Ahmad Yani. S.E., M.M (Ketua BAZNAS Kota Depok), dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua (Direktur Utama RS GPI), Firsa (Ketua Yayasan Permata Hisyam Rahman) serta Para Muzaki dan Mustahik BAZNAS Depok
11/07/2025 | M Hilmi Zuhdi
Artikel Terbaru
Cara Menyambut Muharram dengan Ibadah dan Semangat Hijrah
Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi penanda awal tahun baru Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal, dan memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Oleh karena itu, memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar sangat penting agar pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Sebagai seorang muslim, datangnya Muharram seharusnya disambut dengan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan hidup dan memperbanyak amal saleh. Semangat hijrah yang diwariskan dari peristiwa perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dapat menjadi inspirasi bagi setiap muslim untuk meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
Artikel ini akan membahas secara lengkap Cara Menyambut Muharram dengan ibadah dan semangat hijrah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Keutamaan Muharram juga terlihat dari berbagai hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut.
Selain itu, Muharram menjadi pengingat akan sejarah besar umat Islam, yaitu hijrah Rasulullah SAW yang menjadi titik awal perkembangan peradaban Islam hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Mengapa Muharram Identik dengan Semangat Hijrah?
Ketika membahas Cara Menyambut Muharram, kita tidak dapat melepaskan pembahasan tentang hijrah. Secara umum, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu menuju keadaan yang lebih baik.
Dalam konteks kehidupan seorang muslim saat ini, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:
Meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik.
Meninggalkan kemalasan menuju semangat beribadah.
Meninggalkan perbuatan maksiat menuju ketaatan.
Meninggalkan sikap negatif menuju akhlak yang lebih mulia.
Semangat hijrah bukan sekadar perubahan penampilan luar, melainkan transformasi hati, pola pikir, dan perilaku agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Cara Menyambut Muharram dengan Memperbanyak Muhasabah
Salah satu Cara Menyambut Muharram yang sangat dianjurkan adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk meninjau kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Muhasabah dapat dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri:
Apakah kualitas salat sudah semakin baik?
Apakah hubungan dengan keluarga sudah harmonis?
Apakah masih ada kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan?
Apakah target ibadah tahun lalu sudah tercapai?
Melalui muhasabah, seorang muslim dapat mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki dan merancang langkah-langkah positif untuk masa depan.
Memperbanyak Taubat kepada Allah SWT
Muharram merupakan momen yang tepat untuk memperbarui taubat. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan dan dosa, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.
Karena itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang paling utama adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Taubat yang sungguh-sungguh mencakup beberapa hal:
Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
Berhenti dari perbuatan tersebut.
Bertekad tidak mengulanginya kembali.
Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan sesama manusia.
Dengan taubat yang tulus, seorang muslim dapat memasuki tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan.
Memperbanyak Ibadah Sunnah
Muharram merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan ibadah wajib dengan baik, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah.
Beberapa ibadah sunnah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Puasa Sunnah Muharram
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Selain itu, dianjurkan pula berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasua sebagai pembeda dari tradisi umat lain.
2. Membaca Al-Qur'an
Muharram dapat menjadi momentum untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Misalnya dengan:
Menambah target tilawah harian.
Memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an.
Menghafalkan surat-surat pendek.
Mengikuti kajian tafsir.
3. Memperbanyak Zikir dan Doa
Zikir membantu hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT. Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan pengingat untuk lebih sering mengingat Allah dalam setiap aktivitas.
Menyusun Target Kebaikan di Tahun Baru Hijriah
Sebagian orang membuat resolusi ketika memasuki tahun baru Masehi. Demikian pula dalam Islam, Muharram dapat dijadikan momen untuk menetapkan target kebaikan.
Dalam praktik Cara Menyambut Muharram, menyusun target ibadah sangat bermanfaat agar kehidupan menjadi lebih terarah.
Contoh target yang bisa dibuat:
Salat berjamaah lebih rutin.
Menambah hafalan Al-Qur'an.
Bersedekah secara konsisten setiap bulan.
Mengikuti majelis ilmu secara berkala.
Menjaga hubungan baik dengan keluarga.
Target yang realistis dan terukur akan membantu seseorang lebih mudah mencapainya.
Mempererat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah
Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Tidak sedikit konflik yang berlangsung bertahun-tahun hanya karena kesalahpahaman kecil.
Oleh sebab itu, salah satu Cara Menyambut Muharram yang bernilai besar adalah mempererat silaturahmi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Menghubungi keluarga yang lama tidak berkomunikasi.
Meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Mengunjungi kerabat dan sahabat.
Membantu sesama yang membutuhkan.
Silaturahmi bukan hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.
Menumbuhkan Semangat Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari
Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Muharram tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum perubahan diri.
Berikut beberapa bentuk hijrah yang relevan saat ini:
Hijrah dalam Ibadah
Meningkatkan kualitas salat, memperbanyak doa, dan lebih disiplin menjalankan kewajiban agama.
Hijrah dalam Akhlak
Mengurangi amarah, menjaga lisan, menghormati orang tua, dan memperlakukan sesama dengan baik.
Hijrah dalam Pergaulan
Memilih lingkungan yang mendukung kebaikan dan menjauhkan diri dari pergaulan yang dapat merusak iman.
Hijrah dalam Pemanfaatan Waktu
Menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat seperti belajar, bekerja secara produktif, dan beribadah.
Mengajarkan Makna Muharram kepada Keluarga
Muharram juga dapat menjadi sarana pendidikan Islam dalam keluarga. Orang tua dapat mengenalkan nilai-nilai hijrah kepada anak-anak sejak dini.
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga:
Membaca kisah hijrah Rasulullah SAW.
Mengadakan diskusi ringan tentang makna tahun baru Hijriah.
Mengajak anak berpuasa sunnah sesuai kemampuannya.
Membiasakan doa dan zikir bersama.
Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Menyambut Muharram
Dalam menjalankan Cara Menyambut Muharram, umat Islam juga perlu menghindari berbagai praktik yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam syariat.
Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:
Menganggap Muharram sebagai bulan sial.
Melakukan ritual yang tidak memiliki landasan agama.
Berlebihan dalam perayaan hingga melalaikan ibadah.
Mempercayai mitos atau takhayul yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Muharram seharusnya diisi dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan dengan hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Hikmah Menyambut Muharram dengan Ibadah dan Semangat Hijrah
Ada banyak hikmah yang dapat diperoleh ketika seorang muslim memahami Cara Menyambut Muharram dengan benar.
Di antaranya adalah:
Meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
Menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri.
Menambah semangat dalam menjalankan ibadah.
Memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
Menjadikan kehidupan lebih terarah dan bermakna.
Muharram bukan hanya pergantian angka dalam kalender, tetapi kesempatan untuk membuka lembaran baru yang lebih baik.
Pada akhirnya, Cara Menyambut Muharram tidak cukup hanya dengan mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah, muhasabah diri, taubat yang tulus, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Muharram adalah momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal saleh.
Dengan memahami dan menerapkan Cara Menyambut Muharram secara benar, setiap muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan positif yang berkelanjutan. Semoga Muharram menjadi bulan yang membawa keberkahan, meningkatkan ketakwaan, dan menguatkan semangat hijrah dalam setiap aspek kehidupan kita.
10/06/2026 | M Hilmi Zuhdi
Keutamaan Bersedekah kepada Anak Yatim di Bulan Muharram
Muharram, Bulan Mulia untuk Memperbanyak Kebaikan
Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai pembuka tahun Hijriah, bulan ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah bersedekah kepada anak yatim.
Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah ? memberikan perhatian besar kepada mereka dan mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga, menyayangi, serta memenuhi kebutuhan mereka. Ketika sedekah diberikan pada bulan Muharram, nilai kebaikan tersebut menjadi semakin bermakna karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan.
Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Terlebih lagi ketika sedekah tersebut diberikan kepada anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Sedekah bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjadi investasi pahala bagi pemberinya.
Allah SWT berfirman bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan ganjaran yang berlipat ganda. Oleh karena itu, Muharram menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal yang bermanfaat bagi sesama.
Meneladani Akhlak Rasulullah ?
Rasulullah ? sendiri adalah seorang yatim sejak kecil. Beliau sangat memahami perasaan dan kebutuhan anak yatim. Karena itu, beliau menganjurkan umatnya untuk memuliakan mereka.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ? bersabda:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini," sambil beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan orang yang peduli terhadap kehidupan anak yatim.
Membuka Pintu Keberkahan Rezeki
Sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, sedekah menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam kehidupan. Ketika seseorang membantu anak yatim dengan tulus, ia sedang menanam kebaikan yang kelak akan berbuah keberkahan dalam berbagai bentuk.
Banyak orang merasakan bahwa setelah gemar bersedekah, Allah SWT memberikan jalan keluar dari kesulitan, memperluas rezeki, dan menghadirkan kebahagiaan dalam keluarga.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Memberikan santunan kepada anak yatim di bulan Muharram juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Masyarakat diajak untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan mereka yang membutuhkan dukungan.
Semangat berbagi ini akan mempererat persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis serta penuh kasih sayang.
Penutup
Muharram adalah bulan yang tepat untuk memulai tahun dengan amal terbaik. Bersedekah kepada anak yatim bukan hanya membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik, tetapi juga menjadi jalan meraih keberkahan, pahala, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Mari jadikan bulan Muharram sebagai momentum untuk memperbanyak kepedulian dan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim. Sebab, senyum yang kita hadirkan untuk mereka dapat menjadi amal yang terus mengalir nilainya di sisi Allah SWT.
09/06/2026 | M Hilmi Zuhdi
Kurban Hari Ini, Kebahagiaan untuk Banyak Hati
Hari Raya Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, kurban adalah simbol keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian kepada sesama. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tantangan, ibadah kurban mengajarkan kita untuk kembali membuka hati, berbagi, dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi pelajaran besar tentang arti pengorbanan dan ketundukan kepada Allah SWT. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah, dan dari situlah lahir makna kurban yang hingga hari ini terus dijalankan umat Islam di seluruh dunia.
Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Kurban bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga ibadah sosial. Daging kurban yang dibagikan menjadi kebahagiaan bagi banyak orang, terutama mereka yang jarang menikmati makanan layak. Ada senyum anak-anak, rasa syukur keluarga sederhana, dan hangatnya kebersamaan yang hadir dari setiap potong daging kurban yang dibagikan.
Di balik ibadah kurban, ada nilai empati yang tumbuh. Kita diajak untuk tidak hidup hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap keadaan sekitar. Sebab sejatinya, harta yang kita miliki juga memiliki hak untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)
Hari ini, kurban bukan tentang siapa yang paling besar hewannya atau siapa yang paling banyak berkurban. Kurban adalah tentang ketulusan hati. Tentang niat untuk mendekat kepada Allah dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Mungkin bagi sebagian orang, berkurban adalah hal biasa. Namun bagi orang lain, daging kurban yang diterima setahun sekali bisa menjadi kebahagiaan yang sangat berarti. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati hadir saat kita mampu berbagi.
Mari jadikan momentum Iduladha sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperluas kepedulian, dan menebar manfaat. Karena kurban hari ini, bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang menghadirkan kebahagiaan untuk banyak hati.
21/05/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS TV
Piala Wali Kota Remaja Melek Al-Quran 2025
Penulis: M Hilmi Zuhdi
Cerita Calista - Penerima bantuan Al Quran Braille - BAZNAS Kota Depok
Penulis: M Hilmi Zuhdi






