WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Hadir Lebih Cepat, Dirjen Bimas Islam Sebut BAZNAS Andalan Penanganan Musibah
Hadir Lebih Cepat, Dirjen Bimas Islam Sebut BAZNAS Andalan Penanganan Musibah
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI sekaligus Pimpinan Ex-Officio Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyebut BAZNAS sebagai lembaga andalan yang memiliki respons amat cepat dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah. Hal tersebut disampaikan Abu Rokhmad saat menjadi narasumber pada Zakat Strategic Talks yang merupakan rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Memaparkan materi bertema “Memperkuat Ekosistem Zakat Nasional: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Kepercayaan Masyarakat”, Abu Rokhmad menilai BAZNAS memiliki keunggulan fleksibilitas pelayanan dalam menyalurkan bantuan dana sosial keagamaan di lapangan. "Kita semua merasakan bagaimana teman-teman BAZNAS itu bergerak jauh lebih cepat daripada mesin birokrasi pemerintahan yang kita punya," jelas Abu Rokhmad. Kehadiran jajaran BAZNAS yang sigap tanpa birokrasi berbelit di lokasi bencana menjadikannya sebagai tumpuan utama pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat. Melalui peran strategis ini, ia berharap BAZNAS dapat terus memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga utama pengelola zakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. "Bapak, Ibu sekarang menjadi andalan yang terus akan disebut ketika ada sesuatu yang di luar kendali kita itu betul-betul terjadi," ujar Abu Rokhmad di hadapan sekitar 1.300 peserta perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
15/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Salurkan Paket Sembako Bahagia untuk Ibu Magdalena di Harjamukti
BAZNAS Depok Salurkan Paket Sembako Bahagia untuk Ibu Magdalena di Harjamukti
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan Paket Sembako Bahagia kepada Ibu Magdalena, warga Kelurahan Harjamukti, Kota Depok. Bantuan tersebut diserahkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bersama aparatur Kelurahan Harjamukti. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kota Depok terhadap kondisi ekonomi keluarga yang tengah menghadapi kesulitan. Saat ini, anak Ibu Magdalena sedang menjalani perawatan yang membutuhkan biaya tinggi. Kondisi tersebut membuat beban pengeluaran keluarga semakin besar, sehingga Ibu Magdalena mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, termasuk biaya makan sehari-hari. Melalui program bantuan sembako ini, BAZNAS Kota Depok berupaya membantu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap menjadi perhatian di tengah situasi yang sedang dihadapi. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan amanah dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS. “Melalui Paket Sembako Bahagia ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban Ibu Magdalena dan keluarga, terutama ketika harus menghadapi kebutuhan biaya perawatan anak yang cukup besar. Kami memahami bahwa dalam kondisi seperti ini, kebutuhan sehari-hari juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk tetap kuat menghadapi ujian,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Depok terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, Ibu Magdalena menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Depok bersama aparatur Kelurahan Harjamukti. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan sembako ini. Di tengah kondisi anak saya yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan biaya yang besar, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Semoga Allah SWT membalas kebaikan BAZNAS, para muzaki, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami,” ungkap Ibu Magdalena. Penyaluran bantuan ini juga menjadi bukti pentingnya sinergi antara BAZNAS Kota Depok dan pemerintah kelurahan dalam menjangkau warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial. Melalui program Depok Peduli, BAZNAS Kota Depok berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan kepedulian, harapan, dan semangat bagi keluarga penerima manfaat. BAZNAS Kota Depok mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kebaikan yang dititipkan diharapkan dapat menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan dan membantu mewujudkan kesejahteraan bersama di Kota Depok.
14/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Salurkan Bantuan Oksigen untuk Warga Sukatani Bersama Pihak Kelurahan
BAZNAS Depok Salurkan Bantuan Oksigen untuk Warga Sukatani Bersama Pihak Kelurahan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menyalurkan bantuan oksigen bagi warga yang membutuhkan di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada 7 Oktober 2026. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersama Lurah Sukatani di Kantor Kelurahan Sukatani. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Depok dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan. Melalui sinergi dengan pemerintah kelurahan, BAZNAS berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. Kami berharap bantuan oksigen ini dapat memberikan manfaat bagi warga Sukatani dan menjadi wujud nyata kepedulian serta solidaritas sosial melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah setempat agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Lurah Sukatani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Depok atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Depok atas bantuan oksigen yang diberikan untuk warga Sukatani. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kelurahan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok terus memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui bantuan di bidang kesehatan. Sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kelurahan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di Kota Depok.
14/10/2026 | M Hilmi Zuhdi

Agenda Pimpinan

Perkuat Sinergi dengan Disdagin Depok, Wakil Ketua I BAZNAS Depok Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2025
Perkuat Sinergi dengan Disdagin Depok, Wakil Ketua I BAZNAS Depok Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2025
Depok – BAZNAS Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyampaian Laporan Kinerja BAZNAS Kota Depok Tahun 2025 oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Disdagin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha binaan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. K. Encep memaparkan berbagai capaian kinerja BAZNAS Kota Depok sepanjang tahun 2025, mulai dari penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), penyaluran kepada para mustahik melalui lima program unggulan, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Depok. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., menyampaikan bahwa laporan kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus komitmen BAZNAS dalam menjaga transparansi dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. "Penyampaian laporan kinerja ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Kami meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat akan semakin optimal apabila didukung oleh sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, termasuk Disdagin. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. K. Encep, M.A. Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang dinilai konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang terus menunjukkan pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel. Program-program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga sinergi ini terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga Kota Depok," ungkap Widyati Riyandani. Melalui penyampaian laporan kinerja ini, BAZNAS Kota Depok berharap sinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok semakin erat serta membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan. BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang maju, inklusif, dan sejahtera.

13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

Dukung Pemberdayaan Ekonomi, Ketua BAZNAS Kota Depok Hadiri Launching Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Dukung Pemberdayaan Ekonomi, Ketua BAZNAS Kota Depok Hadiri Launching Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Depok – Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Program Pemberdayaan Pekerja Rentan (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan pada Senin, 13 Juli 2026, di Aula Teratai Lantai 1, Balai Kota Depok. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan berbagai mitra dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja rentan. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, jajaran Pemerintah Kota Depok, BAZNAS Kota Depok, serta para pemangku kepentingan yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan. Program PEKA merupakan inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang mengintegrasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan program pemberdayaan ekonomi. Melalui program ini, pekerja rentan diharapkan tidak hanya memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan taraf hidup melalui penguatan ekonomi produktif. Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., mengapresiasi hadirnya Program PEKA sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Program PEKA merupakan langkah strategis yang menggabungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ketika pekerja rentan mendapatkan jaminan perlindungan sekaligus kesempatan untuk berkembang secara ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin kuat. Pemerintah Kota Depok mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Depok yang semakin maju dan sejahtera," ujar Supian Suri. Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menyampaikan bahwa Program PEKA menjadi salah satu inovasi dalam memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. "Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa pekerja rentan tidak hanya terlindungi dari risiko kerja, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh mitra menjadi kunci keberhasilan program ini," ujarnya. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung berbagai program yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "BAZNAS Kota Depok percaya bahwa zakat memiliki peran besar dalam membangun kemandirian umat. Oleh karena itu, kami menyambut baik Program PEKA sebagai langkah kolaboratif yang tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi seperti ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Endang Ahmad Yani. Selama ini, BAZNAS Kota Depok juga terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai program perlindungan bagi pekerja rentan dan pelaku UMKM binaan. Kehadiran BAZNAS dalam Launching Program PEKA menjadi bentuk komitmen untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di Kota Depok.

13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Kota Depok dan Dinas Kesehatan Perkuat Sinergi Program Kesehatan untuk Masyarakat
BAZNAS Kota Depok dan Dinas Kesehatan Perkuat Sinergi Program Kesehatan untuk Masyarakat
Depok – BAZNAS Kota Depok melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok guna membahas optimalisasi sinergi program kesehatan bersama Pemerintah Kota Depok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kota Depok pada Selasa, 23 Juni 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Ibu Devi Mayori, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, Bidang Penghimpunan BAZNAS Kota Depok M. Hilmi Zuhdi dan Khoerunnisa, serta Bidang Program BAZNAS Kota Depok Rosita. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi dalam pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pembiayaan kesehatan, alat bantu kesehatan, serta program-program peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “BAZNAS Kota Depok terus berupaya menghadirkan manfaat zakat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan, kami berharap dana zakat dapat semakin optimal membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, sehingga tidak ada warga yang terkendala mendapatkan akses kesehatan karena keterbatasan ekonomi,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori, menyampaikan apresiasi atas komitmen BAZNAS Kota Depok dalam mendukung program-program kesehatan pemerintah daerah. “Dana zakat memiliki peran yang sangat strategis sebagai instrumen sosial yang dapat melengkapi upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Kami menyambut baik kolaborasi ini agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi warga Kota Depok,” kata Devi Mayori. Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas Kesehatan Kota Depok berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah kolaboratif yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan kesehatan serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dan perlindungan sosial di Kota Depok.

24-06-2026 | Admin

Berita Pendistribusian

Merajut Kepedulian, BAZNAS Depok Bersama Dinas PUPR Berbagi Kebahagiaan dengan A
Merajut Kepedulian, BAZNAS Depok Bersama Dinas PUPR Berbagi Kebahagiaan dengan A
BAZNAS Kota Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok kembali memperkuat sinergi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada anak yatim. Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan senilai Rp1.800.000 per anak dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (05/08/26) di Gedung Dinas PUPR Kota Depok. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat. "Pembangunan sejati tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur yang kokoh, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Kota Depok, kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di lingkungan Pemerintah Kota Depok," ujar Yodi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perangkat daerah menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kami mengapresiasi komitmen Dinas PUPR Kota Depok yang terus bersinergi bersama BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Santunan kepada 20 anak yatim ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan, memberikan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus menuntut ilmu, serta menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kebaikan ini," ujar Dr. Endang Ahmad Yani. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Depok akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, instansi, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem zakat yang berdampak luas. "Kami meyakini bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung oleh sinergi lintas sektor, maka manfaatnya akan semakin besar. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok secara berkelanjutan," tambahnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya. BAZNAS Kota Depok turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Kota Depok yang semakin sejahtera.
06/08/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Gelar Sosialisasi Zakat dan Serahkan Bantuan Pendidikan di Ponpes Tecno Medika Adzikra
BAZNAS Depok Gelar Sosialisasi Zakat dan Serahkan Bantuan Pendidikan di Ponpes Tecno Medika Adzikra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok terus memperluas edukasi zakat kepada masyarakat sekaligus menyalurkan manfaat zakat dalam bidang pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Zakat dan Penyerahan Bantuan Pendidikan di Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Depok, Selasa, (02/09/25) Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Depok, Dr. K.H . Encep M.A menyampaikan bahwa sosialisasi zakat menjadi agenda penting untuk meningkatkan kesadaran umat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Kami ingin para santri, orang tua, dan masyarakat memahami bahwa zakat yang dikelola secara baik akan memberikan manfaat luas, salah satunya melalui bantuan pendidikan ini,” ujar Encep Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua 1 BAZNAS Depok juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar dan peningkatan kualitas santri, Pimpinan Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Dr. K.H Ahmad Sujai M.M mengapresiasi langkah BAZNAS Depok dalam mendukung dunia pendidikan pesantren. “Kami berterima kasih kepada BAZNAS Depok atas bantuan pendidikan yang sangat bermanfaat bagi santri kami. Sinergi ini semakin memotivasi kami untuk mencetak generasi Islami yang cerdas, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Ahmad Sujai Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara BAZNAS Depok dan para pengurus pesantren mengenai peran zakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan BAZNAS Depok berkomitmen untuk terus memperluas distribusi manfaat zakat, tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lain di Kota Depok, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi umat.
04/09/2025 | M Hilmi Zuhdi
Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Badan Amil Zakat (BAZNAS) & Pemerintah Kota (PEMKOT) Depok menggelar kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, yang dirangkai dengan pemberian santunan anak yatim se-Kota Depok di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Selasa (15/07/2025). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati tahun baru Islam, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam. Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan para pemangku kepentingan serta masyarakat luas. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr Supian Suri, Ketua BAZNAS Kota Depok Dr Endang Ahmad yani, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, ASN dilingkungan pemerintah kota serta para tamu undangan lainnya. “Melalui kegiatan dengan tema semangat hijrah dalam mewujudkan Depok Maju ini, kita ingin menanamkan semangat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai komitmen mewujudkan Kota Depok Maju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Depok, Mangnguluang Mansur. Pemkot Depok, bekerja sama dengan Baznas Kota Depok, memberikan santunan kepada 630 anak yatim yang tersebar di 11 kecamatan. Selain uang santunan, anak yatim juga menerima paket perlengkapan sekolah, dengan total nominal mencapai Rp 142 juta. Ketua BAZNAS Depok Dr Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan BAZNAS Depok menjadi satu keharusan, “BAZNAS sebagai Lembaga pemerintah non struktur sudah semestinya terus bersinergi dengan pemerintah kota agar cita-cita mensejahterakan Masyarakat bisa terwujud secara maksimal” ucap Endang Ahmad yani
16/07/2025 | M Hilmi Zuhdi

Artikel Terbaru

Gen Z Tetap Islami di Era Digital: Ini Tipsnya
Gen Z Tetap Islami di Era Digital: Ini Tipsnya
Menjadi Muslim yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Era digital telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga memahami agama. Melalui media sosial, Gen Z dapat mengakses ceramah, kajian Islam, dan berbagai konten edukatif hanya melalui layar ponsel. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, budaya pamer, perundungan siber, hingga kecenderungan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai dan dampaknya. Lantas, bagaimana Gen Z bisa tetap menjalani kehidupan Islami di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat? Jawabannya bukan dengan menjauhi teknologi, melainkan dengan menggunakannya secara bijak dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 1. Jadikan Al-Qur'an dan Salat sebagai Prioritas Di tengah kesibukan belajar, berorganisasi, dan menikmati media sosial, Gen Z perlu menjaga hubungan dengan Allah SWT. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan membaca Al-Qur'an, menjaga salat lima waktu, serta meluangkan waktu untuk berdoa dan berzikir. Jangan sampai kita begitu cepat merespons notifikasi ponsel, tetapi justru menunda panggilan untuk beribadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Ankabut ayat 45 bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi untuk membangun perilaku yang baik. Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari dan mengatur waktu penggunaan ponsel agar tidak mengganggu ibadah. 2. Bijak Memilih Konten dan Lingkungan Digital Tidak semua konten yang populer membawa pengaruh positif. Sebagian konten dapat mendorong perilaku konsumtif, memicu perbandingan sosial, atau menormalisasi tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Karena itu, Gen Z perlu lebih selektif dalam mengikuti akun, menonton video, dan berinteraksi di media sosial. Pilihlah konten yang menambah ilmu, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mendekatkan diri kepada Allah. Penelitian UNICEF Indonesia dalam laporan Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Anak di Indonesia: Sebuah Kajian Dasar 2023, yang diterbitkan pada Februari 2025, menunjukkan bahwa anak-anak menghadapi berbagai risiko di internet, termasuk paparan konten yang tidak pantas dan perundungan siber. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kebiasaan digital yang aman dan bertanggung jawab. 3. Terapkan Tabayyun Sebelum Membagikan Informasi Di era digital, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang viral dapat dipercaya, termasuk informasi yang mengatasnamakan agama. Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan tabayyun, yaitu memeriksa dan mengklarifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar orang beriman memeriksa kebenaran suatu berita sehingga tidak merugikan orang lain karena ketidaktahuan. Prinsip ini dapat diterapkan dengan memeriksa sumber berita, membaca informasi secara utuh, membandingkan keterangan dari sumber tepercaya, serta memastikan konteks sebelum membagikan sebuah unggahan. Ingat, menjadi yang pertama membagikan berita bukanlah prestasi jika berita tersebut ternyata tidak benar. Menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab berarti berani berhenti sejenak untuk memeriksa kebenaran. 4. Jaga Adab dalam Berkomentar dan Berinteraksi Kesalehan seseorang tidak hanya tercermin dari ibadahnya, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain. Nilai ini tetap berlaku di ruang digital. Menghina orang lain, menyebarkan aib, melakukan perundungan siber, dan menulis komentar yang menyakitkan bukanlah perilaku yang sejalan dengan akhlak Islam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Pesan ini diriwayatkan dalam hadis sahih, di antaranya Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Sebelum menulis komentar atau mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah tulisan ini bermanfaat, benar, dan disampaikan dengan cara yang baik? Jika tidak, menahan diri bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Perbedaan pendapat tetap boleh disampaikan, tetapi hendaknya dilakukan dengan santun, argumentasi yang jelas, dan tanpa merendahkan orang lain. 5. Jangan Terjebak FOMO dan Budaya Membandingkan Diri Media sosial sering menampilkan pencapaian, gaya hidup, penampilan, dan pengalaman terbaik seseorang. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat membuat kita merasa tertinggal dan terus membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan, kesempatan, dan ujian yang berbeda. Islam mengajarkan pentingnya bersyukur, berikhtiar, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan. Gen Z boleh memiliki cita-cita besar, ingin berkembang, dan mengikuti tren positif, tetapi jangan sampai kehilangan arah hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain. Gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai alat untuk mengukur harga diri. Fokuslah pada proses belajar, memperbaiki diri, membangun keterampilan, dan memberikan manfaat bagi sesama. 6. Manfaatkan Teknologi untuk Belajar dan Berdakwah Teknologi tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengembangkan diri dan menyebarkan kebaikan. Gen Z dapat memanfaatkannya untuk mengikuti kajian daring, membaca buku digital, mempelajari bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, hingga membuat konten edukatif. Kementerian Agama RI juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi generasi muda agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab. Salah satu contohnya dapat dilihat dalam upaya Kemenag memperkuat literasi digital bagi siswa dan santri pada 2026. Teknologi diharapkan tidak hanya membuat generasi muda cakap menggunakan perangkat digital, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Mulailah dengan membuat konten yang bermanfaat, membagikan pesan kebaikan yang sumbernya jelas, atau menggunakan keterampilan digital untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dakwah di era digital tidak selalu harus melalui ceramah panjang. Mengajak teman berbuat baik, menyebarkan informasi yang benar, dan memberikan contoh akhlak yang baik juga merupakan bentuk kontribusi positif. 7. Seimbangkan Kehidupan Digital dengan Kehidupan Nyata Aktif di dunia digital tidak berarti harus selalu terhubung dengan layar. Gen Z tetap membutuhkan waktu untuk belajar, beristirahat, berolahraga, berkumpul dengan keluarga, bersosialisasi, dan berkontribusi di lingkungan sekitar. Tetapkan batas penggunaan ponsel, terutama ketika sedang beribadah, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Luangkan pula waktu untuk mengikuti kegiatan positif di masjid, komunitas, organisasi kepemudaan, dan lingkungan masyarakat. Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih produktif dan bermanfaat, bukan justru menguasai seluruh waktunya. Pada akhirnya, kualitas kehidupan Islami tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang mengunggah konten keagamaan, tetapi juga oleh bagaimana ia menerapkan nilai-nilai Islam dalam tindakan nyata. Tetap Relevan, Jangan Kehilangan Prinsip Menjadi Gen Z yang Islami di era digital bukan berarti harus menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, generasi muda perlu menguasai teknologi, berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Mulailah dari hal sederhana: menjaga ibadah, memilih konten yang baik, memeriksa informasi sebelum membagikannya, menjaga adab ketika berkomentar, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Sebab, menjadi Muslim yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat di media sosial, tetapi tentang bagaimana iman membimbing pilihan dan tindakan kita, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Jadilah Gen Z yang melek teknologi, kuat dalam prinsip, santun dalam berinteraksi, dan nyata dalam memberi manfaat. Karena dunia digital akan terus berubah, tetapi nilai kebaikan dan akhlak mulia harus tetap menjadi pegangan.
15/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Peristiwa Islam Bulan Rabiul Akhir: 7 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Peristiwa Islam Bulan Rabiul Akhir: 7 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Mengenal peristiwa Islam pada bulan Rabiul Akhir, mulai dari Ekspedisi Bahran hingga Pertempuran Hittin yang menjadi bagian penting dalam sejarah Islam. Bulan Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Seperti bulan lainnya, Rabiul Akhir tidak memiliki ibadah khusus yang diwajibkan. Namun, sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan umat Islam tercatat terjadi atau dikaitkan dengan bulan ini. Mempelajari peristiwa tersebut dapat membantu umat Islam mengenal perjalanan dakwah, kepemimpinan, dan perkembangan masyarakat Muslim dari masa ke masa. Berikut tujuh peristiwa penting dalam sejarah Islam yang berkaitan dengan bulan Rabiul Akhir. 7 Peristiwa Islam pada Bulan Rabiul Akhir 1. Peristiwa Bani Nadhir dan Turunnya Surah Al-Hasyr Peristiwa Bani Nadhir merupakan salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan turunnya Surah Al-Hasyr. Bani Nadhir merupakan salah satu kelompok yang tinggal di sekitar Madinah dan kemudian meninggalkan wilayah tersebut setelah terjadi konflik dengan kaum Muslimin. Peristiwa ini menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Muslim pada masa Rasulullah SAW dan memiliki kaitan dengan sejumlah ayat dalam Surah Al-Hasyr. 2. Ekspedisi Bahran Ekspedisi Bahran atau Buhran berlangsung pada tahun ketiga Hijriah. Rasulullah SAW memimpin pasukan menuju wilayah Bahran di kawasan Hijaz. Ekspedisi tersebut tidak berakhir dengan pertempuran dan rombongan kemudian kembali ke Madinah. Peristiwa ini menjadi salah satu catatan dalam perjalanan Rasulullah SAW dalam menjaga keamanan dan kehidupan masyarakat Muslim pada masa awal Islam. 3. Ekspedisi Muhammad bin Maslamah Pada Rabiul Akhir tahun keenam Hijriah, Rasulullah SAW mengutus Muhammad bin Maslamah untuk memimpin ekspedisi menuju wilayah Dhu al-Qassah. Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari berbagai langkah yang dilakukan Rasulullah SAW dalam menghadapi kondisi keamanan di sekitar Madinah. 4. Pengutusan Khalid bin Walid Rabiul Akhir juga dikaitkan dengan pengutusan Khalid bin Walid kepada Bani al-Harits bin Ka'ab di wilayah Najran pada masa Rasulullah SAW. Dalam peristiwa tersebut, Khalid bin Walid menjalankan tugas yang diberikan Rasulullah SAW untuk menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat setempat. 5. Wafatnya Umar bin Abdul Aziz Umar bin Abdul Aziz merupakan salah satu khalifah dari Dinasti Umayyah yang memerintah pada 99 - 101 Hijriah. Ia dikenal dalam sejarah Islam karena perhatian terhadap keadilan dan pembenahan pemerintahan. Wafatnya Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir dan menjadi bagian dari catatan sejarah kepemimpinan umat Islam. 6. Pertempuran Hittin Pertempuran Hittin merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang berlangsung pada masa Salahuddin Al-Ayyubi. Pertempuran tersebut terjadi pada 583 Hijriah dan mempertemukan pasukan Salahuddin dengan pasukan Kerajaan Yerusalem. Kemenangan pasukan Salahuddin dalam pertempuran ini menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang kemudian mengantarkan pada penguasaan kembali Yerusalem oleh pasukan Muslim. 7. Penaklukan Hims Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, wilayah Hims di Syam menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam perkembangan kekuasaan Islam. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan Rabiul Akhir pada tahun ke-15 Hijriah. Peristiwa ini menunjukkan perkembangan wilayah pemerintahan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin sekaligus proses hubungan antara pemerintahan Muslim dan masyarakat di wilayah Syam. Mengambil Pelajaran dari Sejarah Rabiul Akhir Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sejarah Islam tidak hanya berkaitan dengan peperangan, tetapi juga mencakup dakwah, kepemimpinan, ekspedisi, dan perkembangan masyarakat. Mempelajari sejarah Islam dapat membantu umat memahami bagaimana generasi terdahulu menghadapi berbagai tantangan. Nilai seperti kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menjalankan prinsip dapat menjadi pelajaran yang relevan hingga saat ini. Meski demikian, Rabiul Akhir tidak perlu dipandang sebagai bulan dengan ibadah khusus. Umat Islam tetap dapat memperbanyak amal kebaikan seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan membantu sesama sebagaimana dapat dilakukan pada bulan-bulan lainnya. Rabiul Akhir memiliki sejumlah catatan dalam perjalanan sejarah Islam, mulai dari berbagai ekspedisi pada masa Rasulullah SAW hingga perkembangan pemerintahan dan peristiwa besar pada masa setelahnya. Dengan mempelajari sejarah secara tepat dan berdasarkan sumber yang tepercaya, umat Islam dapat mengenal perjalanan masa lalu sekaligus mengambil hikmah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
13/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Amalan Rabiul Awal: Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Pahala
Amalan Rabiul Awal: Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Pahala
Amalan Rabiul Awal dapat menjadi momentum memperbanyak kebaikan dan meneladani Rasulullah SAW. Simak amalan, keutamaan, dan cara mengamalkannya Amalan Rabiul Awal merupakan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan yang dapat dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut dapat berupa memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempelajari sirah Nabi, hingga memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Awal. Karena itu, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amal kebaikan yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Pembahasan mengenai pahala juga perlu disampaikan berdasarkan dalil yang jelas dan tidak menetapkan keutamaan khusus Rabiul Awal tanpa dasar yang kuat. Artikel ini membahas amalan yang dapat dilakukan pada Rabiul Awal, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta cara menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk meneladani Rasulullah SAW Amalan Rabiul Awal yang Bisa Dilakukan Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari 1. Memperbanyak shalawat Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu luang. 2. Membaca Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ibadah. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya. 3. Memperbanyak zikir dan doa Zikir dapat dilakukan untuk mengingat Allah SWT, sedangkan doa menjadi sarana memohon ampunan, petunjuk, dan kebaikan. Keduanya dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan. 4. Mempelajari sirah Nabi Mempelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW membantu umat Islam mengenal perjuangan dan keteladanan beliau. Sirah dapat dipelajari melalui buku, kajian, maupun sumber keislaman yang tepercaya. 5. Bersedekah Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Sedekah dapat diberikan sesuai kemampuan, baik secara langsung kepada penerima maupun melalui lembaga yang terpercaya. 6. Berbagi kepada sesama Kebaikan juga dapat dilakukan dengan berbagi makanan, memberikan bantuan, atau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain. 7. Menjaga silaturahmi Menghubungi keluarga, mengunjungi kerabat, dan menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 8. Meneladani akhlak Rasulullah SAW Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang dapat diterapkan. 9. Menambah ilmu keislaman Mengikuti kajian atau membaca sumber keislaman yang tepercaya dapat membantu meningkatkan pemahaman agama dan kehidupan Rasulullah SAW. 10. Membantu orang yang membutuhkan Membantu sesama tidak selalu harus berupa materi. Tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga dapat diberikan sesuai kemampuan. 11. Melakukan muhasabah Muhasabah merupakan proses mengevaluasi diri. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kualitas ibadah, hubungan dengan sesama, dan kebiasaan yang perlu diperbaiki. Keutamaan dan Cara Mengamalkan Amalan Rabiul Awal Mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amal kebaikan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW. Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan yang baik dalam QS. Al-Ahzab ayat 21. Karena itu, mengenal kehidupan beliau sebaiknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan menerapkan nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam keteladanan beliau. Amalan juga tidak harus dilakukan sekaligus. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak shalawat, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, menjaga silaturahmi, atau membantu orang yang membutuhkan. Yang terpenting, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti setelah Rabiul Awal berakhir. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memperbaiki akhlak merupakan beberapa amalan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan adalah salah satu cara agar semangat Rabiul Awal tidak berhenti pada satu bulan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
30/09/2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS TV