WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI: Integrasi Filantropi Islam Kunci Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS RI: Integrasi Filantropi Islam Kunci Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya integrasi berbagai instrumen filantropi Islam, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial keagamaan lainnya, sebagai kunci untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertema “Sinergi Pilar Filantropi Islam untuk Pengentasan Kemiskinan” yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia secara daring. Dalam paparannya, Zainut menjelaskan bahwa potensi besar yang dimiliki instrumen filantropi Islam akan memberikan dampak yang lebih optimal apabila dikelola dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Menurutnya, setiap instrumen memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, namun dapat saling melengkapi untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. “Zakat dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat, wakaf dapat digunakan untuk penyediaan aset dan infrastruktur produktif, sedangkan infak dapat mendukung program pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Zainut. Ia menambahkan, sedekah juga memiliki peran penting sebagai bantuan darurat yang menjadi bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang menghadapi kondisi rentan. Karena itu, seluruh instrumen filantropi Islam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus disinergikan melalui intervensi yang terintegrasi agar manfaatnya semakin optimal. “Karena itu, instrumen-instrumen tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan melalui intervensi yang terintegrasi,” katanya. Zainut menjelaskan, intervensi filantropi Islam dapat dilakukan secara bertahap mulai dari bantuan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan kondisi masyarakat pascakrisis, pemberdayaan ekonomi, hingga mendorong transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, filantropi Islam diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan nasional. Lebih lanjut, Zainut mendorong transformasi paradigma filantropi dari sekadar charity menuju transformasi sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga harus mampu mendorong pemulihan ekonomi, memperluas inklusi ekonomi, dan meningkatkan kemandirian masyarakat. “Saat ini, kita masih menghadapi tantangan nyata berupa kemiskinan, masalah kesejahteraan sosial, serta kerentanan ekonomi. Kondisi ini memerlukan solusi yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga harus berbasis pada nilai-nilai solidaritas dan nilai-nilai spiritualitas Indonesia,” ujarnya. Ia berharap sinergi dan integrasi seluruh pilar filantropi Islam dapat terus diperkuat sehingga mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, tujuan akhir dari upaya tersebut adalah terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
29/06/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Hadirkan Layanan Kurban Berkah untuk Palestina, Sediakan Beragam Pilihan Hewan
BAZNAS Hadirkan Layanan Kurban Berkah untuk Palestina, Sediakan Beragam Pilihan Hewan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan layanan Kurban Berkah untuk Palestina guna memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban yang ditujukan khusus bagi warga Palestina. Adapun pilihan hewan kurban dalam program tersebut, di antaranya Doka Reguler dengan berat sekitar 35 kilogram seharga Rp5,9 juta, Doka Premium dengan berat sekitar 45 kilogram seharga Rp9 juta, Sapi Al Quds dengan berat sekitar 450 kilogram dibanderol seharga Rp59 juta, serta pilihan 1/7 sapi dalam bentuk kaleng dengan berat sekitar 20 kilogram seharga Rp5,9 juta. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas manfaat kurban, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah konflik kemanusiaan, seperti di Palestina. “BAZNAS ingin menghadirkan solusi agar masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban sekaligus membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurutnya, momentum Iduladha menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, terutama bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai kesulitan. Lebih lanjut, Sodik menegaskan, seluruh proses pengadaan hingga penyaluran hewan kurban dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prinsip syariah, serta memperhatikan kualitas dan kelayakan hewan. "Pengemasan dalam bentuk kaleng juga menjadi salah satu solusi untuk memastikan daging kurban dapat bertahan lebih lama dan menjangkau penerima manfaat secara lebih luas," jelas Sodik. Sodik juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan program Kurban Berkah untuk Palestina sebagai sarana berbagi dan menunjukkan solidaritas kemanusiaan. "Dalam genggaman ponsel, masyarakat kini dapat dengan mudah menunaikan ibadah kurban untuk Palestina melalui berbagai kanal yang disediakan BAZNAS. Tidak hanya praktis, tapi juga aman dan terpercaya karena dikelola secara profesional serta sesuai dengan prinsip syariah," jelas Sodik. Sempurnakan ibadah kurban dengan bantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Setiap helai bulu hewan kurban adalah kebaikan, dan setiap suap dagingnya adalah kekuatan bagi mereka.
21/05/2026 | M Hilmi Zuhdi
Percepat Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Depok Adakan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Kecamatan Bojongsari
Percepat Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Depok Adakan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Kecamatan Bojongsari
Depok — Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan gerakan zakat di tingkat masyarakat, BAZNAS Kota Depok menggelar kegiatan Sosialisasi RW Ramah Zakat di Aula Kecamatan Bojongsari, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bojongsari sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pemerintah dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menyampaikan bahwa program RW Ramah Zakat merupakan langkah strategis untuk menghadirkan manfaat zakat secara lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui program RW Ramah Zakat, kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu percepatan pengentasan kemiskinan. Kolaborasi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat peran ASN sebagai penggerak dan teladan dalam menumbuhkan budaya zakat di lingkungan masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Bojongsari, Suhendar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai program RW Ramah Zakat dapat menjadi salah satu solusi sosial berbasis kebersamaan dan kepedulian warga. “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui zakat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Bojongsari,” ungkapnya. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan pemaparan mengenai konsep RW Ramah Zakat, optimalisasi pengelolaan zakat, serta peran ASN dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir lingkungan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera melalui penguatan gerakan zakat di Kota Depok.
20/05/2026 | M Hilmi Zuhdi

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Depok Tekankan Peran Strategis Organisasi Masyarakat sebagai UPZ
Ketua BAZNAS Depok Tekankan Peran Strategis Organisasi Masyarakat sebagai UPZ
Depok — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat untuk menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam memperkuat pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terstruktur, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Pernyataan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Pengelolaan ZIS bersama Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kota Depok dan BPJS Ketenagakerjaan, yang dilaksanakan pada Senin, 05 Januari 2026. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa organisasi masyarakat, termasuk majelis taklim, memiliki kedekatan langsung dengan umat sehingga sangat potensial menjadi mitra strategis BAZNAS sebagai UPZ. “Organisasi masyarakat memiliki basis jamaah yang kuat dan kepercayaan publik yang tinggi. Dengan menjadi UPZ, organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam menghimpun dan menyalurkan ZIS secara terkoordinasi, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani. Ia juga menambahkan bahwa pembentukan UPZ di lingkungan organisasi masyarakat merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan layanan zakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Sementara itu, Ketua BKMM Kota Depok, Ummi Hj. Elis Nendah Mardiah, menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan BKMM untuk terus bersinergi dengan BAZNAS Kota Depok dalam penguatan pengelolaan ZIS di tingkat majelis taklim. “Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang dakwah dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki peran sosial yang besar. Dengan menjadi UPZ, majelis taklim dapat berkontribusi lebih nyata dalam pengelolaan ZIS yang amanah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Ummi Hj. Elis Nendah Mardiah. Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kota Depok berharap semakin banyak organisasi masyarakat di Kota Depok yang berperan aktif sebagai UPZ, sehingga pengelolaan ZIS semakin optimal dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.

06-01-2026 | M Hilmi Zuhdi

Ketua BAZNAS Depok ajak warga kampung pulo berzakat di UPZ Masjid Al Barkah
Ketua BAZNAS Depok ajak warga kampung pulo berzakat di UPZ Masjid Al Barkah
Depok, 31 Desember 2025 – Ketua BAZNAS Depok mengajak warga Kampung Pulo untuk menyalurkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Barkah yang baru saja diluncurkan pada 31 Desember 2025. Langkah ini bertujuan memastikan zakat umat dikelola secara profesional dan tepat sasaran di lingkungan terdekat.? Dr. Endang Ahmad Yani, SE., MM., selaku Ketua BAZNAS Depok, menyatakan, “Kami mengundang seluruh warga Kampung Pulo untuk menunaikan zakatnya di UPZ Masjid Al Barkah. Dengan mekanisme syar’i dan terintegrasi BAZNAS, setiap rupiah zakat akan menjadi berkah nyata bagi mustahik di sekitar kita, sekaligus membuka pintu rezeki di tahun baru ini.”? UPZ Masjid Al Barkah siap menerima zakat tunai, transfer bank, atau digital via platform BAZNAS, dengan transparansi penuh melalui laporan bulanan. Ketua UPZ Dwi Karyadi S.H. menambahkan, “Layanan kami buka setiap hari setelah salat berjamaah, memudahkan warga berzakat dengan aman dan nyaman.”

31-12-2025 | M Hilmi Zuhdi

Perkuat Ketahanan Keluarga, Ketua BAZNAS Depok Hadiri Sekolah Perempuan Jawa Barat di Cilodong
Perkuat Ketahanan Keluarga, Ketua BAZNAS Depok Hadiri Sekolah Perempuan Jawa Barat di Cilodong
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani S.E., M.M menghadiri kegiatan Sekolah Perempuan Jawa Barat yang digelar di Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Selasa (30/09/2025) Kegiatan ini menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Depok juga menyerahkan bantuan renovasi rumah kepada 7 penerima manfaat di wilayah Cilodong, masing-masing senilai Rp2.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak huni, sehat, dan aman Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani S.E., M.M, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Sekolah Perempuan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Perempuan memiliki peran vital dalam membangun keluarga yang kuat dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, kami ingin bersinergi mendukung program pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan manfaat nyata melalui bantuan renovasi rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan, program sekolah perempuan yang dijalankan DP3AP2KB ini merupakan bagian dari pilar Depok Sejahtera, yang bertujuan untuk menjaga ketahanan keluarga melalui penguatan peran Perempuan “progam sekolah Perempuan ini merupakan bagian penting dalam ketahanan keluarga, sejalan depok program Srikandi Pejuang Ekonomi Keluarga BAZNAS Depok, Dimana kami Perempuan kami berikan modal usaha dan kemudian dibina dengan harapan akan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga” ujar Endang Sementara itu, perwakilan peserta Sekolah Perempuan menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini memberi kami pengetahuan baru sekaligus membawa bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan,” ucap salah satu peserta dengan penuh haru. Kegiatan Sekolah Perempuan Jawa Barat di Cilodong ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah, termasuk Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peran perempuan semakin diperkuat dalam menjaga ketahanan keluarga, serta program bantuan sosial BAZNAS dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

30-09-2025 | M Hilmi Zuhdi

Berita Pendistribusian

Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Badan Amil Zakat (BAZNAS) & Pemerintah Kota (PEMKOT) Depok menggelar kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, yang dirangkai dengan pemberian santunan anak yatim se-Kota Depok di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Selasa (15/07/2025). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati tahun baru Islam, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam. Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan para pemangku kepentingan serta masyarakat luas. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr Supian Suri, Ketua BAZNAS Kota Depok Dr Endang Ahmad yani, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, ASN dilingkungan pemerintah kota serta para tamu undangan lainnya. “Melalui kegiatan dengan tema semangat hijrah dalam mewujudkan Depok Maju ini, kita ingin menanamkan semangat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai komitmen mewujudkan Kota Depok Maju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Depok, Mangnguluang Mansur. Pemkot Depok, bekerja sama dengan Baznas Kota Depok, memberikan santunan kepada 630 anak yatim yang tersebar di 11 kecamatan. Selain uang santunan, anak yatim juga menerima paket perlengkapan sekolah, dengan total nominal mencapai Rp 142 juta. Ketua BAZNAS Depok Dr Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan BAZNAS Depok menjadi satu keharusan, “BAZNAS sebagai Lembaga pemerintah non struktur sudah semestinya terus bersinergi dengan pemerintah kota agar cita-cita mensejahterakan Masyarakat bisa terwujud secara maksimal” ucap Endang Ahmad yani
16/07/2025 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Berikan Bantuan Biaya PengobatanBerkelainan Khusus
BAZNAS Depok Berikan Bantuan Biaya PengobatanBerkelainan Khusus
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok Bersama Direktur Utama RS GPI menyerahkan bantuan biaya pengobatan untuk bayi ibu Nurhayati yang Bernama Nawal Alya Syakira yang berumur 5 bulan 27 hari yang diagnose mengalami kelainan kerongkongan (atresia esofagus). Bantuan yang diberikan pada Jum’at (11/07/25) itu, berupa uang tunai sebesar Rp 1.500.000 untuk kebutuhan pengobatan Nawal Alya Syakira. Nawal Alya Syakira didiagnosa mengalami penyakit atresia esofagus yaitu kelainan bawaan lahir di mana saluran esofagus (kerongkongan) tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga tidak terhubung dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan tidak bisa mencapai lambung, dan bayi mungkin juga mengalami kesulitan bernapas. Sehari-hari ibu Nurhayati bekerja sebagai ibu rumah tanggdan dan suaminya bekerja sebagai driver ojek online. Hasil dari pekerjaannya hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga sehingga tidak memiliki biaya pengobatan. “Saya berterima kasih kepada Baznas Kota Depok yang telah membantu Nawal agar bisa terus berobat, doakan nawal agar Kembali sehat dan bisa menjadi anak yang tumbuh sebagaimana mestinya, Rabu (02/07/25). Sementara itu, Ketua BAZNAS Depok, Dr. Endang Ahmad Yani mengatakan, melalui program Depok Sehat, pihaknya akan terus membantu masyarakat duafa. Imbuhnya, hadirnya Baznas harus bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan. “Melalui dana-dana yang terhimpun di BAZNAS Depok, kami akan salurkan dana tersebut kepada masyarakat duafa yang membutuhkan melalui 5 pilar program. Salah satunya adalah Depok Sehat, agar bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kota Depok,” ujarnya. Direktur Utama RS GPI, dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua yang turut menyerahkan bantuan tersebut merasa terharu oleh perjuangan Ibu Nurkhayati yang terus berjuang demi anaknya “Saya merasa terharu dan bangga atas perjuangan yang terus diupayakan oleh orangtua Nawal, ditengah keterbatasan BAZNAS Depok hadir memberikan solusi agar Nawal bisa menjalani pengobatan yang maksimal” Ucap dr. Kukun Masykur Peneyrahan bantuan tersebut dilakanakan pada acara Gethering BAZNAS Depok juga dilakukan di RS GPI, yang turut dihadiri oleh Hj Imas Masiti (TP PKK Kota Depok), Dr. Endang Ahmad Yani. S.E., M.M (Ketua BAZNAS Kota Depok), dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua (Direktur Utama RS GPI), Firsa (Ketua Yayasan Permata Hisyam Rahman) serta Para Muzaki dan Mustahik BAZNAS Depok
11/07/2025 | M Hilmi Zuhdi

Artikel Terbaru

Sejarah Muharram: Asal Usul Bulan Mulia dalam Islam
Sejarah Muharram: Asal Usul Bulan Mulia dalam Islam
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan melakukan refleksi diri dalam menyambut tahun baru Hijriah. Muharram sebagai Awal Tahun Hijriah Kalender Hijriah mulai digunakan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebagai sistem penanggalan resmi bagi umat Islam. Penetapan kalender ini didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa penting yang menandai awal terbentuknya masyarakat Islam. Meskipun peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiulawal, para sahabat sepakat menjadikan Muharram sebagai awal tahun Hijriah karena pada bulan inilah kaum muslimin mulai mempersiapkan hijrah setelah terjadinya Baiat Aqabah. Selain itu, Muharram datang setelah berakhirnya musim ibadah haji pada bulan Zulhijah, sehingga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru. Asal Usul Nama Muharram Secara bahasa, kata Muharram berasal dari bahasa Arab yang berarti "diharamkan" atau "dimuliakan". Nama ini menunjukkan bahwa sejak masa Arab pra-Islam, bulan Muharram telah dipandang sebagai bulan yang memiliki kehormatan, terutama karena peperangan dilarang dilakukan pada bulan tersebut. Islam kemudian menegaskan kembali kemuliaan Muharram sebagai salah satu bulan haram yang harus dihormati oleh umat Islam. Muharram Termasuk Bulan Haram Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an bahwa jumlah bulan menurut ketetapan-Nya adalah dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan haram. Keempat bulan tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal kebajikan. Nilai pahala atas amal saleh dilipatgandakan, sementara pelanggaran terhadap larangan Allah juga memiliki konsekuensi yang lebih besar. Keutamaan Bulan Muharram Muharram memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. Salah satunya adalah anjuran memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang melaksanakan puasa sunnah, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura), atau tanggal 10 dan 11 Muharram. Selain berpuasa, Muharram juga menjadi momentum untuk memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berbagai amal kebajikan lainnya. Peristiwa Penting di Bulan Muharram Dalam tradisi Islam, tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang penting. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah diselamatkannya Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut. Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa pada Hari Asyura untuk mengenang peristiwa tersebut. Beliau kemudian turut berpuasa dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya, dengan menambahkan puasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya agar berbeda dari tradisi kaum Yahudi. Muharram sebagai Momentum Muhasabah Datangnya bulan Muharram menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal sosial seperti sedekah, infak, dan zakat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Menyambut Muharram dengan Amal Kebaikan Kemuliaan bulan Muharram menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memulai tahun Hijriah dengan semangat beribadah dan berbuat baik. Dengan memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial, Muharram dapat menjadi awal yang penuh keberkahan bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat. Memaknai Muharram tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan membangun komitmen dalam menjalankan ajaran Islam sepanjang tahun.
29/06/2026 | M Hilmi Zuhdi
Makna Hijrah dalam Islam yang Relevan untuk Kehidupan Masa Kini
Makna Hijrah dalam Islam yang Relevan untuk Kehidupan Masa Kini
Makna hijrah dalam Islam merupakan salah satu konsep penting yang tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat, tetapi juga perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT. Ketika mendengar kata hijrah, sebagian besar umat Islam mungkin langsung teringat pada peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Namun, sesungguhnya hijrah memiliki makna yang jauh lebih luas dan relevan dalam kehidupan modern saat ini. Makna hijrah dalam Islam mengajarkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hijrah menjadi simbol transformasi spiritual yang membawa seseorang dari keadaan kurang baik menuju keadaan yang lebih diridhai oleh-Nya. Dalam kehidupan yang penuh tantangan seperti sekarang, makna hijrah dalam Islam menjadi semakin penting. Arus informasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan berbagai godaan dunia membuat umat Islam perlu memiliki pegangan yang kuat agar tetap berada di jalan yang benar. Hijrah bukan sekadar tren atau perubahan penampilan semata. Sebaliknya, makna hijrah dalam Islam menekankan perubahan hati, pola pikir, dan perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui pemahaman yang benar tentang makna hijrah dalam Islam, seorang muslim dapat menjalani kehidupan dengan lebih terarah, penuh tujuan, dan senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Sejarah dan Dasar Makna Hijrah dalam Islam Makna hijrah dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabat. Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah menjadi titik balik penting dalam perkembangan dakwah Islam dan pembentukan masyarakat muslim yang kuat. Dalam sejarah tersebut, makna hijrah dalam Islam menunjukkan keberanian, pengorbanan, serta ketaatan kepada perintah Allah SWT. Rasulullah SAW meninggalkan kampung halaman yang dicintainya demi menjaga dan mengembangkan ajaran Islam. Selain perpindahan fisik, makna hijrah dalam Islam juga mengandung pesan spiritual yang mendalam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hijrah sejati adalah meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Hadis Nabi SAW menjelaskan bahwa seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah. Oleh karena itu, makna hijrah dalam Islam tidak terbatas pada perpindahan geografis, tetapi mencakup perubahan perilaku menuju ketaatan. Hingga saat ini, makna hijrah dalam Islam tetap menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan berjuang menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Makna Hijrah dalam Islam sebagai Perubahan Akhlak Salah satu bentuk nyata dari makna hijrah dalam Islam adalah perubahan akhlak yang lebih baik. Akhlak merupakan cerminan keimanan seseorang dan menjadi salah satu indikator keberhasilan proses hijrah. Ketika seseorang memahami makna hijrah dalam Islam, ia akan berusaha meninggalkan sifat-sifat buruk seperti sombong, iri hati, dengki, dan suka menyakiti orang lain. Sebagai gantinya, ia berusaha menumbuhkan sifat sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang. Dalam kehidupan sosial, makna hijrah dalam Islam juga terlihat dari cara seseorang memperlakukan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Seorang muslim yang berhijrah akan berusaha menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Perubahan akhlak yang baik merupakan bukti bahwa makna hijrah dalam Islam telah benar-benar meresap ke dalam hati. Hijrah bukan hanya tampak dari luar, tetapi juga terlihat dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan makna hijrah dalam Islam sebagai motivasi untuk terus memperbaiki karakter dan menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Makna Hijrah dalam Islam di Era Modern Di era digital saat ini, makna hijrah dalam Islam memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai ujian yang dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai Islam. Memahami makna hijrah dalam Islam berarti mampu menggunakan teknologi secara bijak. Seorang muslim hendaknya memanfaatkan media sosial, internet, dan berbagai platform digital untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Selain itu, makna hijrah dalam Islam juga dapat diwujudkan dengan meninggalkan konten negatif, ujaran kebencian, serta perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Hijrah digital menjadi salah satu bentuk hijrah yang relevan pada masa kini. Dalam dunia kerja dan pendidikan, makna hijrah dalam Islam mendorong umat Islam untuk bekerja secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Islam harus tetap menjadi pedoman dalam setiap aktivitas. Dengan demikian, makna hijrah dalam Islam tetap relevan meskipun zaman terus berubah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan kehidupan modern. Makna Hijrah dalam Islam dan Kepedulian Sosial Makna hijrah dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang baik harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ketika memahami makna hijrah dalam Islam, seseorang akan terdorong untuk membantu orang yang membutuhkan, memperhatikan kaum dhuafa, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh nyata implementasi nilai hijrah adalah semangat berbagi dan pemberdayaan umat melalui berbagai program sosial. Program kurban yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan bagaimana ibadah dapat memberikan dampak sosial yang luas. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 tidak hanya membantu penerima manfaat, tetapi juga memberdayakan peternak kecil di berbagai daerah. Lebih jauh lagi, makna hijrah dalam Islam tercermin dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana serta saudara-saudara muslim di Palestina. BAZNAS menyalurkan kurban ke wilayah bencana dan Palestina sebagai bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Melalui semangat berbagi tersebut, makna hijrah dalam Islam menjadi lebih nyata karena mendorong umat Islam untuk tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain. Langkah Menerapkan Makna Hijrah dalam Islam dalam Kehidupan Sehari-hari Untuk mewujudkan makna hijrah dalam Islam, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperkuat niat karena Allah SWT. Setiap perubahan yang dilakukan harus dilandasi keikhlasan agar bernilai ibadah. Selanjutnya, makna hijrah dalam Islam dapat diterapkan dengan memperbaiki kualitas ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Langkah berikutnya adalah memilih lingkungan yang baik. Makna hijrah dalam Islam mengajarkan pentingnya berteman dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan pengaruh positif dalam kehidupan. Selain itu, makna hijrah dalam Islam juga diwujudkan dengan terus menuntut ilmu agama. Pengetahuan yang benar akan membantu seseorang memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan menghindari kesalahan dalam beribadah. Dengan konsistensi dan kesabaran, makna hijrah dalam Islam akan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada akhirnya, makna hijrah dalam Islam merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Hijrah tidak hanya berarti perpindahan tempat, tetapi juga transformasi hati, pikiran, dan perilaku. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, makna hijrah dalam Islam tetap relevan sebagai pedoman bagi umat Islam untuk menjaga keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah. Hijrah mengajarkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Lebih dari itu, makna hijrah dalam Islam juga mendorong kepedulian sosial, semangat berbagi, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dicontohkan dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh lembaga-lembaga Islam. Dengan memahami dan mengamalkan makna hijrah dalam Islam, setiap muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna, penuh keberkahan, serta memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar.
26/06/2026 | M Hilmi Zuhdi
Zakat untuk Pendidikan Anak Dhuafa: Dampak Nyata yang Bisa Dilihat
Zakat untuk Pendidikan Anak Dhuafa: Dampak Nyata yang Bisa Dilihat
Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga berperan penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Melalui dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional, banyak anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Mengapa Pendidikan Penting? Pendidikan Membuka Peluang Masa Depan Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi, memperoleh pekerjaan yang baik, dan meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa depan. Bagi anak-anak dhuafa, pendidikan sering kali menjadi jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang dialami keluarganya selama bertahun-tahun. Mengurangi Risiko Putus Sekolah Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama anak-anak dari keluarga kurang mampu mengalami kesulitan mengakses pendidikan. Biaya sekolah, perlengkapan belajar, transportasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya sering kali menjadi beban yang berat bagi keluarga. Melalui dukungan dana zakat, berbagai hambatan tersebut dapat dikurangi sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikannya. Membangun Generasi yang Berkualitas Investasi dalam bidang pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Anak-anak yang memperoleh pendidikan yang baik berpotensi menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Bentuk Bantuan dari Zakat Beasiswa Pendidikan Salah satu bentuk pemanfaatan zakat yang paling banyak dirasakan adalah pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga dhuafa. Bantuan ini membantu meringankan biaya pendidikan sehingga mereka dapat fokus pada proses belajar. Bantuan Perlengkapan Sekolah Dana zakat juga dapat digunakan untuk menyediakan perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya. Bantuan ini membantu memastikan anak-anak memiliki sarana yang memadai untuk mengikuti kegiatan pendidikan. Dukungan Biaya Pendidikan Selain beasiswa, zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh keluarga mustahik, termasuk kebutuhan akademik tertentu yang mendukung keberlangsungan proses belajar. Program Pembinaan dan Pengembangan Diri Beberapa program pendidikan berbasis zakat tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menyediakan pembinaan karakter, pelatihan keterampilan, pendampingan belajar, serta pengembangan kapasitas diri agar penerima manfaat dapat tumbuh secara optimal. Dampak bagi Keluarga Mustahik Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Bantuan pendidikan dari dana zakat membantu keluarga mustahik mengurangi pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah anak. Dengan demikian, keluarga dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan pokok lainnya tanpa harus mengorbankan pendidikan anak. Meningkatkan Semangat Belajar Anak Ketika kebutuhan pendidikan terpenuhi, anak-anak cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi. Dukungan yang diberikan melalui program zakat menjadi bentuk perhatian yang mendorong mereka untuk terus mengejar cita-cita. Memberikan Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik Pendidikan yang berkelanjutan membuka peluang bagi anak-anak dhuafa untuk memperoleh masa depan yang lebih cerah. Kesempatan ini tidak hanya berdampak pada individu penerima manfaat, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk meningkatkan kondisi ekonomi di masa mendatang. Memutus Rantai Kemiskinan Salah satu dampak terbesar dari program pendidikan berbasis zakat adalah kemampuannya dalam membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Anak yang memperoleh pendidikan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Zakat untuk Masa Depan Generasi Bangsa Pemanfaatan zakat di bidang pendidikan menunjukkan bahwa zakat memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui bantuan pendidikan yang tepat sasaran, anak-anak dhuafa dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita mereka. Setiap zakat yang ditunaikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masa depan umat. Dengan mendukung pendidikan anak-anak dhuafa, zakat turut berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih berdaya, mandiri, dan siap membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
24/06/2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS TV