Berita Terkini
BAZNAS dan Kemenag Perkuat Ekosistem Zakat, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem zakat di sektor pendidikan, salah satunya melalui Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah di Indonesia.
Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurutnya, seluruh pihak perlu bekerja sama dalam ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat.
Imdadun berharap BAZNAS di daerah dapat mendampingi madrasah yang membutuhkan bantuan dalam proses pendaftaran program. Pendampingan ini diperlukan karena madrasah di daerah terpencil terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara daring.
“Adapun kepada Kementerian Agama, saya kira tidak perlu lagi saya sampaikan karena perannya yang (besar) dan keterlibatannya sudah jelas,” ujar Imdadun dalam paparannya pada peluncuran Program Madrasah Layak Belajar 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhibuddin, S.Fill.I., M.E., mengapresiasi Program Madrasah Layak Belajar yang diinisiasi BAZNAS RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana madrasah.
“Saya kira ini merupakan satu langkah positif dan produktif yang perlu kita sambut dan gaungkan bersama. Kuncinya adalah kolaborasi. Membangun pendidikan yang berkualitas, termasuk dengan memperbaiki sarana dan prasarananya, tidak bisa hanya mengandalkan satu pintu kebaikan,” ujar Muhibuddin.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai sumber pendanaan. Karena itu, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak madrasah. “Dana yang amanah, kolaborasi yang terarah, pendidikan yang lebih berdaya,” ujarnya.
26/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS RI Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS). Peluncuran berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. mengatakan, langkah ini merupakan implementasi Asta Strata BAZNAS 2026–2031 untuk menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis yang membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan. "Zakat, infak, dan sedekah harus dikelola agar memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui penyediaan ruang kelas yang aman dan layak bagi anak-anak madrasah,” ujar Zainut.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, program ini selaras dengan Maqashid Syariah: menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlangsungan pendidikan dan menjaga jiwa (hifz al-nafs) melalui ruang belajar yang aman. "Dalam skala nasional, melalui program ini, BAZNAS turut mendukung SDGs Tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia," katanya.
Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah membantu 2.000 madrasah sepanjang 2024–2025 yang tersebar di 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota, termasuk 409 madrasah di wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.
26/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Inul Daratista Ajak Masyarakat Berzakat melalui BAZNAS, Manfaatnya Lebih Luas
Figur publik sekaligus penyanyi Indonesia, Inul Daratista, mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga tepercaya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ajakan tersebut disampaikan Inul usai menerima penghargaan BAZNAS Awards 2026 sebagai Tokoh Publik Pendukung Gerakan Zakat Terbaik, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Jangan lupa berzakat. Zakatnya jangan lupa disalurkan melalui BAZNAS. Bersama BAZNAS, kita bisa melihat Indonesia menjadi lebih maju dan sukses serta masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Inul Daratista.
Inul Daratista menilai BAZNAS sebagai lembaga tepercaya dan sangat luar biasa dalam mengelola zakat, infak dan sedekah masyarakat dengan profesional dan tepat sasaran.
“BAZNAS ini menurut saya sudah sangat luar biasa dan sangat dipercaya. Hal ini bukan hanya karena lisan yang berbicara, karena saya sendiri sudah membuktikannya. Saya sudah menyalurkan beberapa zakat, infak, atau segala bentuk bantuan melalui BAZNAS, dan bisa dipercaya,” katanya.
Lebih lanjut, Inul Daratista menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS RI atas apresiasi yang diberikan kepadanya. Ia menilai, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam, melainkan amanah untuk terus menyiarkan dakwah zakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. menilai keterlibatan tokoh publik seperti Inul memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat. Keteladanan tersebut diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga menyampaikan selamat. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi dorongan dan dukungan bagi Mbak Inul untuk terus bersama BAZNAS membangun ekosistem zakat yang lebih baik,” ujar Zainut.
21/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Depok Apresiasi HKG PKK ke-54, Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
DEPOK – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Depok ke-54 yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Alun-Alun Grand Depok City (GDC), Kota Depok.
Kegiatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui berbagai program dan kegiatan, PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., mengapresiasi konsistensi gerakan PKK yang turut berkontribusi dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan HKG PKK Kota Depok ke-54. PKK memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat ini sejalan dengan upaya BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, hingga masyarakat luas. Sinergi tersebut diperlukan agar program pemberdayaan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kepedulian bersama agar berbagai program sosial dan pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami berharap semangat HKG PKK ini dapat semakin memperkuat sinergi dalam membantu keluarga prasejahtera, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta menciptakan kesejahteraan yang lebih merata di Kota Depok,” tambahnya.
BAZNAS Kota Depok terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan dana ZIS melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi. Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian penerima manfaat.
Melalui momentum HKG PKK ke-54, BAZNAS Kota Depok berharap semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat. Dengan sinergi yang berkelanjutan, upaya mewujudkan masyarakat Kota Depok yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya dapat dilakukan secara bersama-sama.
BAZNAS Kota Depok juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata dalam membantu sesama dan mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat.
21-10-2026 | M Hilmin Zuhdi

Bangun Transparansi dan Sinergi, BAZNAS Depok Serahkan Laporan Kinerja kepada Kecamatan Sukmajaya
DEPOK – Dalam upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta sinergi dengan pemerintah wilayah, BAZNAS Kota Depok menyerahkan laporan kinerja kepada Kecamatan Sukmajaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kecamatan Sukmajaya pada Selasa (28/07/2026) dan dihadiri oleh Camat Sukmajaya, para pejabat Kecamatan, lurah se-Kecamatan Sukmajaya, serta jajaran BAZNAS Kota Depok.
Penyerahan laporan kinerja ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok dalam menyampaikan capaian program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada para pemangku kepentingan. Melalui forum tersebut, BAZNAS juga membuka ruang kolaborasi untuk memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sukmajaya.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kecamatan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat gerakan zakat di tingkat kewilayahan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kecamatan Sukmajaya dalam memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kota Depok. Ke depan, kami akan mengembangkan Program RW Ramah Zakat di wilayah Sukmajaya sebagai upaya membangun ekosistem zakat yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap kesadaran berzakat semakin meningkat dan manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Sementara itu, Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP., M.A., mengapresiasi langkah BAZNAS Kota Depok yang secara terbuka menyampaikan laporan kinerja sekaligus mengajak pemerintah wilayah untuk terus berkolaborasi dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan.
"Penyampaian laporan kinerja ini menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Depok dalam menjalankan amanah masyarakat secara profesional dan transparan. Kami menyambut baik rencana pelaksanaan Program RW Ramah Zakat di Kecamatan Sukmajaya dan siap mendukung agar program tersebut dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap Christine.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok berharap kolaborasi bersama Kecamatan Sukmajaya dan seluruh kelurahan dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program pemberdayaan, sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kota Depok juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran demi mewujudkan Kota Depok yang semakin sejahtera.
29-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

Perkuat Sinergi dengan Disdagin Depok, Wakil Ketua I BAZNAS Depok Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2025
Depok – BAZNAS Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyampaian Laporan Kinerja BAZNAS Kota Depok Tahun 2025 oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Disdagin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. K. Encep memaparkan berbagai capaian kinerja BAZNAS Kota Depok sepanjang tahun 2025, mulai dari penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), penyaluran kepada para mustahik melalui lima program unggulan, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Depok.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., menyampaikan bahwa laporan kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus komitmen BAZNAS dalam menjaga transparansi dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Penyampaian laporan kinerja ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Kami meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat akan semakin optimal apabila didukung oleh sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, termasuk Disdagin. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. K. Encep, M.A.
Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang dinilai konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang terus menunjukkan pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel. Program-program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga sinergi ini terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga Kota Depok," ungkap Widyati Riyandani.
Melalui penyampaian laporan kinerja ini, BAZNAS Kota Depok berharap sinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok semakin erat serta membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan.
BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang maju, inklusif, dan sejahtera.
13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Depok Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Ibu Sobariah, Warga Cipayung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menyalurkan bantuan kursi roda kepada Ibu Sobariah, warga Kecamatan Cipayung, yang telah mengalami sakit selama kurang lebih delapan tahun hingga tidak dapat berjalan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Depok dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menghadapi keterbatasan mobilitas akibat kondisi kesehatan.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kota Depok berharap Ibu Sobariah dapat lebih terbantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain mendukung mobilitas penerima manfaat, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam mendampingi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
“BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat. Kami berharap bantuan kursi roda ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Ibu Sobariah dan keluarganya, serta membantu beliau menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. Kami menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, serta pihak-pihak yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Depok.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Depok. Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan terus kami jaga dan salurkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Sobariah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan kursi roda yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu dirinya menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Depok serta para donatur yang telah membantu saya. Semoga semua yang telah memberikan bantuan diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkap Ibu Sobariah.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kota Depok terus berupaya mengoptimalkan amanah para muzaki dan donatur agar dapat menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial maupun ekonomi.
BAZNAS Kota Depok mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap kebaikan yang dititipkan diharapkan dapat menjadi jalan hadirnya pertolongan, harapan, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan.
21/10/2026 | M Hilmi Zuhdi

Senyum Penerima Manfaat Z-Auto BAZNAS, Ikhtiar Zakat Menggerakkan Kemandirian
Zakat tidak hanya menghadirkan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui Program Z-Auto, BAZNAS Kota Depok terus mendorong para mustahik yang memiliki keterampilan di bidang otomotif agar mampu mengembangkan usaha bengkel secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarganya.
Salah satu penerima manfaat Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok adalah Saudara Karyadi, warga Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Berkat dukungan berupa bantuan peralatan usaha, pendampingan, serta penguatan kapasitas, usaha bengkel yang dijalaninya kini berkembang lebih baik. Saat ini, Karyadi mampu memperoleh pendapatan rata-rata sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan, yang menjadi sumber nafkah utama bagi keluarganya.
Karyadi mengaku Program Z-Auto telah membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Menurutnya, bantuan yang diberikan BAZNAS bukan sekadar perlengkapan usaha, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus bekerja keras dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur menjadi penerima manfaat Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok. Bantuan ini membuat usaha bengkel saya semakin berkembang dan pelanggan bertambah. Dari usaha ini saya bisa memperoleh penghasilan sekitar tiga hingga empat juta rupiah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Semoga Allah membalas segala kebaikannya," ujar Karyadi (07/08/26)
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menegaskan bahwa Program Z-Auto merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat produktif yang bertujuan mengubah mustahik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.
"BAZNAS Kota Depok meyakini bahwa zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga harus mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat. Melalui Program Z-Auto, kami ingin menghadirkan peluang usaha yang berkelanjutan sehingga mustahik dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat ekonomi keluarga, bahkan diharapkan suatu saat mampu bertransformasi menjadi muzaki. Itulah esensi zakat yang memberdayakan," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok merupakan program pemberdayaan ekonomi yang menyasar pelaku usaha bengkel sepeda motor dari kalangan mustahik. Program ini tidak hanya memberikan bantuan berupa peralatan kerja, tetapi juga pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, pembinaan manajemen, serta monitoring berkala agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Depok berharap para penerima manfaat mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan pelanggan, serta menciptakan usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. Kehadiran Z-Auto menjadi bukti bahwa dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dapat memberikan dampak nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program-program pemberdayaan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan hadirnya zakat sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan dukungan para muzaki, Program Z-Auto diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kisah sukses seperti yang dialami Karyadi—sebuah senyum yang lahir dari ikhtiar, kerja keras, dan keberkahan zakat.
07/08/2026 | M Hilmi Zuhdi

Merajut Kepedulian, BAZNAS Depok Bersama Dinas PUPR Berbagi Kebahagiaan dengan A
BAZNAS Kota Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok kembali memperkuat sinergi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada anak yatim. Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan senilai Rp1.800.000 per anak dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (05/08/26) di Gedung Dinas PUPR Kota Depok.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat.
"Pembangunan sejati tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur yang kokoh, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Kota Depok, kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di lingkungan Pemerintah Kota Depok," ujar Yodi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perangkat daerah menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami mengapresiasi komitmen Dinas PUPR Kota Depok yang terus bersinergi bersama BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Santunan kepada 20 anak yatim ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan, memberikan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus menuntut ilmu, serta menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kebaikan ini," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Depok akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, instansi, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem zakat yang berdampak luas.
"Kami meyakini bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung oleh sinergi lintas sektor, maka manfaatnya akan semakin besar. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok secara berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
BAZNAS Kota Depok turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Kota Depok yang semakin sejahtera.
06/08/2026 | M Hilmi Zuhdi
Artikel Terbaru
Bukan Cuma Soal Sukses: Mengapa Pemuda Perlu Belajar Berbagi Sejak Dini?
Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai impian, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain.
Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, banyak anak muda berlomba-lomba meraih kesuksesan. Ada yang fokus mengejar pendidikan tinggi, membangun karier, mengembangkan bisnis, hingga mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Semua itu tentu penting. Namun, di balik berbagai target dan pencapaian tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: kepedulian terhadap sesama.
Sebab, menjadi pemuda yang sukses bukan hanya tentang bagaimana kita memperbaiki kehidupan sendiri, tetapi juga bagaimana kita bisa membantu orang lain menjalani kehidupan yang lebih baik.
Berbagi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang baru bisa dilakukan ketika seseorang sudah mapan secara finansial. Padahal, kepedulian tidak harus menunggu kita kaya, memiliki pekerjaan tetap, atau mencapai posisi tertentu. Justru, kebiasaan berbagi perlu dibangun sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan.
1. Berbagi Bukan Menunggu Kaya, tetapi Belajar Peduli
Pernahkah kita berpikir bahwa untuk membantu orang lain, kita harus memiliki banyak uang terlebih dahulu?
Pola pikir seperti ini terkadang membuat anak muda menunda berbuat baik. Kita merasa belum cukup mampu, belum memiliki penghasilan sendiri, atau masih sibuk mengejar impian pribadi. Akhirnya, keinginan untuk berbagi selalu menunggu waktu yang dianggap tepat.
Padahal, berbagi tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Kita bisa memulainya dengan menyisihkan sebagian uang jajan, membantu teman yang kesulitan belajar, menyumbangkan pakaian layak pakai, menjadi relawan kegiatan sosial, atau ikut menggalang bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Hal terpenting bukan seberapa besar nilai yang diberikan, melainkan ketulusan dan manfaat yang dihasilkan.
Bagi pemuda, kebiasaan ini menjadi latihan sederhana untuk membangun empati. Kita belajar memahami bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan, fasilitas, dan kondisi kehidupan yang sama. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, serta masyarakat yang memerlukan uluran tangan untuk bangkit dari kesulitan.
Ketika kita mulai peduli terhadap keadaan mereka, kita sedang belajar menjadi manusia yang lebih peka, bertanggung jawab, dan bermanfaat.
2. Al-Qur’an Mengajarkan bahwa Kebaikan yang Dibagikan Akan Berlipat Ganda
Islam menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Berbagi bukan sekadar tindakan sosial, melainkan juga bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261:
?????? ????????? ??????????? ????????????? ??? ??????? ??????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ????????? ??? ????? ?????????? ??????? ???????
Artinya:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini memberikan gambaran bahwa infak yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai kebaikan yang berlipat ganda di sisi Allah. https://quran.nu.or.id/al-baqarah/261
Bagi generasi muda, pesan ayat ini sangat relevan. Kita tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai menanam kebaikan. Apa yang kita berikan hari ini, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari perubahan besar dalam kehidupan orang lain.
Namun, penting dipahami bahwa berbagi bukan transaksi untuk mendapatkan kekayaan atau kesuksesan duniawi secara instan. Berbagi adalah wujud keimanan dan kepedulian, sedangkan balasan terbaik atas amal tersebut berada dalam ketetapan Allah Swt.
3. Pemuda Saling Berbagi, Masyarakat Menjadi Lebih Kuat
Bayangkan jika semakin banyak anak muda memiliki kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya.
Ketika ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, pemuda bergerak mengumpulkan bantuan. Ketika ada anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, pemuda berinisiatif mengadakan penggalangan dana atau kegiatan belajar bersama. Ketika masyarakat terdampak bencana, pemuda turun membantu melalui kegiatan kemanusiaan.
Dari langkah-langkah sederhana tersebut, lahir kekuatan gotong royong yang mampu meringankan beban sesama.
Inilah pentingnya membangun budaya saling berbagi di kalangan pemuda. Kita tidak harus menunggu menjadi pemimpin, pengusaha sukses, atau tokoh masyarakat untuk mengambil peran. Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, setiap anak muda dapat berkontribusi.
Bahkan, ketika seseorang belum mampu berbagi secara materi, ia tetap bisa memberikan waktu, tenaga, ilmu, keterampilan, dan perhatian.
Pemuda yang memiliki semangat berbagi juga dapat mengajak teman-temannya membangun gerakan sosial. Media sosial, misalnya, tidak hanya digunakan untuk menunjukkan pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan informasi kegiatan kemanusiaan, mengajak orang berdonasi melalui saluran tepercaya, dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli.
Dengan demikian, berbagi bukan lagi sekadar aktivitas individu, melainkan gerakan bersama yang menghadirkan manfaat lebih luas.
4. Belajar Berbagi Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan
Kesuksesan masa depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi. Kesuksesan juga membutuhkan karakter yang kuat.
Seorang pemuda yang terbiasa berbagi akan belajar melihat persoalan dari sudut pandang orang lain. Ia belajar menghargai perbedaan, memahami kebutuhan masyarakat, bekerja sama, serta bertanggung jawab atas lingkungan sosialnya.
Nilai-nilai tersebut penting bagi siapa pun yang ingin menjadi pemimpin, membangun usaha, bekerja secara profesional, maupun mengembangkan organisasi.
Pemimpin yang baik bukan hanya seseorang yang mampu mengarahkan orang lain, melainkan juga seseorang yang memahami kebutuhan mereka dan bersedia ikut mencari solusi.
Karena itu, kebiasaan berbagi sejak dini dapat menjadi salah satu cara membangun kepemimpinan yang berorientasi pada manfaat. Kita belajar bahwa keberhasilan tidak seharusnya membuat seseorang melupakan lingkungan yang ikut membentuk perjalanan hidupnya.
Meski demikian, berbagi tentu bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Pendidikan, kerja keras, kedisiplinan, kesempatan, dan berbagai faktor lainnya juga berperan. Berbagi membantu kita membangun karakter agar pencapaian yang diraih kelak dapat digunakan secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
5. Jangan Sampai Sibuk Mengejar Mimpi, tetapi Lupa kepada Sesama
Ada satu hal yang perlu direnungkan oleh generasi muda: jangan sampai kita terlalu sibuk membangun masa depan sendiri hingga tidak lagi peduli dengan keadaan di sekitar.
Tidak salah memiliki cita-cita besar. Tidak salah ingin memiliki karier yang baik, penghasilan yang layak, usaha yang berkembang, atau kehidupan yang sejahtera. Semua itu merupakan tujuan yang wajar untuk diperjuangkan.
Namun, di tengah perjuangan tersebut, kita tetap perlu menyediakan ruang bagi kepedulian.
Jangan menunggu memiliki penghasilan besar untuk membantu orang lain. Jangan menunggu menjadi terkenal untuk melakukan kegiatan sosial. Jangan menunggu memiliki banyak waktu luang untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Mulailah dari hal-hal yang bisa dilakukan sekarang.
Sisihkan sebagian rezeki sesuai kemampuan. Ikut kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal. Bantu teman yang sedang kesulitan. Dukung usaha kecil masyarakat. Atau ajak komunitas untuk mengadakan kegiatan berbagi secara rutin.
Lakukan dengan tulus, tanpa merendahkan penerima bantuan dan tanpa menjadikan kesulitan orang lain sebagai bahan untuk mencari pujian.
Sebab, martabat orang yang menerima bantuan harus tetap dihormati. Tujuan berbagi bukan untuk menunjukkan bahwa kita lebih mampu, melainkan untuk memastikan bahwa kepedulian dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
6. Mulai dari Sekarang, Bangun Kebiasaan Berbagi
Agar berbagi tidak berhenti sebagai wacana, pemuda bisa mulai membangun kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Sisihkan secara rutin. Alokasikan sebagian uang jajan atau penghasilan sesuai kemampuan untuk sedekah dan kegiatan sosial.
Berbagi ilmu dan keterampilan. Bantu teman belajar, adakan kelas sukarela, atau bagikan pengetahuan yang bermanfaat.
Terlibat dalam gerakan sosial. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki program nyata untuk membantu masyarakat.
Ajak teman untuk berkolaborasi. Kebaikan akan menjangkau lebih banyak orang ketika dilakukan bersama-sama.
Jaga keikhlasan dan amanah. Jika menggalang donasi, pastikan penyalurannya jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan menghormati penerima manfaat.
Tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Kebiasaan baik tumbuh melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ketika berbagi menjadi bagian dari gaya hidup, kepedulian tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai nilai yang mengarahkan kita dalam menjalani kehidupan.
Penutup: Sukses yang Lebih Bermakna adalah Sukses yang Membawa Manfaat
Pada akhirnya, masa depan yang baik bukan hanya tentang apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga tentang apa yang bisa kita berikan.
Pemuda memiliki energi, kreativitas, pengetahuan, dan kesempatan untuk menciptakan perubahan. Potensi tersebut akan semakin bermakna ketika disertai kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Berbagi sejak dini bukan berarti mengabaikan masa depan sendiri. Sebaliknya, kita belajar membangun masa depan dengan karakter yang lebih kuat, hati yang lebih peka, dan kesadaran bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri.
Mari menjadi generasi yang berani bermimpi besar sekaligus ringan tangan dalam membantu sesama. Generasi yang tidak hanya ingin sukses sendirian, tetapi juga ingin melihat orang lain tumbuh dan memiliki kesempatan yang lebih baik.
Sebab, kesuksesan sejati bukan sekadar tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga tentang berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan di sepanjang perjalanan.
21/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Sedekah Jumat: Cara Simpel Anak Muda Bikin Hidup Lebih Bermakna
Di tengah kesibukan kuliah, kerja, mengejar karier, sampai nongkrong bareng teman, ada satu hal sederhana yang kadang kita lupakan: berbagi dengan sesama.
Sebagai anak muda, kita mungkin punya banyak keinginan. Ingin punya karier yang bagus, penghasilan yang stabil, bisa traveling, atau membeli barang yang sudah lama masuk wishlist. Semua itu sah-sah saja. Namun, pernah nggak kita berpikir bahwa di luar sana ada orang yang sedang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan makan hari ini?
Nah, salah satu cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian kita adalah melalui sedekah Jumat.
Nggak harus menunggu kaya, nggak perlu menunggu punya gaji besar, dan nggak harus selalu dalam jumlah banyak. Sebab, kebaikan bukan soal seberapa besar yang kita berikan, tetapi juga tentang ketulusan dan kepedulian yang kita tumbuhkan.
1. Sedekah Nggak Harus Nunggu Kaya
Pernah merasa ingin membantu orang lain, tetapi berpikir, “Nanti aja deh kalau sudah punya banyak uang”?
Kalau iya, kamu nggak sendirian. Banyak anak muda merasa bahwa sedekah baru bisa dilakukan ketika kondisi keuangan sudah mapan. Padahal, berbagi bisa dimulai dari hal kecil yang kita miliki sekarang.
Misalnya, menyisihkan sebagian uang jajan setiap Jumat, membelikan makanan untuk orang yang membutuhkan, atau ikut berdonasi melalui lembaga zakat yang terpercaya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”
(QS. Ali 'Imran: 92)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa berbagi merupakan bagian penting dari kebaikan. Jadi, jangan menunggu punya segalanya untuk mulai peduli. Mulailah dari apa yang kita mampu, dengan niat yang tulus.
2. Jumat Berkah, Bukan Sekadar Tren
Belakangan ini, istilah Jumat Berkah sering kita temui di media sosial. Ada yang membagikan makanan gratis, memberikan paket sembako, hingga menggalang donasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
Tren ini tentu bisa menjadi hal positif jika tidak berhenti pada konten semata, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Sedekah Jumat bisa menjadi kebiasaan baik yang kita bangun secara konsisten. Nggak perlu menunggu ada kegiatan besar atau mengumpulkan banyak orang. Kita bisa mulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu tetangga yang sedang kesulitan atau berbagi makanan dengan pekerja yang membutuhkan.
Yang terpenting, jangan sampai semangat berbagi hanya muncul ketika kamera menyala. Sebab, tujuan utama sedekah bukan mendapatkan pujian, melainkan membantu sesama dan mengharap rida Allah SWT.
3. Sedekah Bikin Hidup Lebih Bermakna
Kita sering mengukur kebahagiaan dari apa yang berhasil kita miliki. Punya barang baru, mendapatkan pekerjaan impian, atau mencapai target yang sudah lama direncanakan.
Namun, kebahagiaan juga bisa hadir ketika kita mampu membuat hidup orang lain sedikit lebih baik.
Bayangkan, uang yang mungkin terasa kecil bagi kita ternyata bisa membantu seseorang mendapatkan makanan. Bantuan sederhana yang kita berikan bisa menjadi dukungan bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menggambarkan betapa besar balasan yang Allah janjikan bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya.
Sedekah bukan berarti kita kehilangan sesuatu tanpa makna. Sebaliknya, sedekah mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain.
4. Mulai dari Nominal Kecil, Bangun Kebiasaan Besar
Jadi, bagaimana cara memulai sedekah Jumat bagi anak muda?
Gampang banget! Kamu bisa memulainya dengan beberapa langkah sederhana:
Sisihkan uang secara rutin. Tentukan nominal yang sesuai dengan kemampuanmu, tanpa mengabaikan kebutuhan pokok dan tanggung jawab lainnya.
Manfaatkan teknologi. Kamu bisa berdonasi melalui kanal resmi lembaga zakat atau organisasi sosial yang terpercaya.
Ajak teman untuk berbagi. Daripada hanya merencanakan nongkrong bareng, sesekali buat gerakan sedekah bersama.
Pilih penerima yang membutuhkan. Pastikan bantuan disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Jaga keikhlasan. Dokumentasi kegiatan boleh saja, tetapi tetap utamakan martabat dan privasi orang yang menerima bantuan.
Ingat, sedekah bukan kompetisi tentang siapa yang paling banyak memberi. Jangan sampai keinginan terlihat dermawan justru membuat kita lupa pada tujuan berbagi yang sesungguhnya.
5. Anak Muda Bukan Cuma Bisa Berkarya, tetapi Juga Berdaya
Anak muda sering disebut sebagai generasi yang kreatif, produktif, dan penuh gagasan. Kita punya akses teknologi, jaringan pertemanan, serta kesempatan untuk menciptakan banyak perubahan.
Potensi itu akan semakin bermakna ketika digunakan untuk membantu sesama.
Kita bisa memulai gerakan sedekah di kampus, komunitas pemuda, lingkungan tempat tinggal, atau tempat kerja. Bahkan, media sosial yang sehari-hari kita gunakan juga bisa menjadi sarana untuk menyebarkan edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah.
Bayangkan jika banyak anak muda mulai menyisihkan sedikit rezekinya secara rutin. Jika dilakukan bersama-sama, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi gerakan kepedulian sosial yang membawa manfaat lebih luas.
Sebab, pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang sukses membangun masa depannya sendiri, tetapi juga mereka yang mau ikut memikirkan masa depan orang lain.
Yuk, Jadikan Sedekah Jumat sebagai Kebiasaan!
Pada akhirnya, hidup yang bermakna bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, seberapa tinggi karier yang kita capai, atau seberapa banyak harta yang kita kumpulkan.
Hidup juga tentang berapa banyak kebaikan yang bisa kita hadirkan untuk sesama.
Jadi, Jumat ini, yuk coba sisihkan sebagian rezeki untuk berbagi. Nggak perlu menunggu kaya, nggak perlu menunggu sempurna, dan nggak perlu menunggu orang lain memulai lebih dulu.
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.
Karena bisa jadi, sesuatu yang kita anggap sederhana justru menjadi bantuan yang sangat berarti bagi orang lain.
Jumat berkah, saatnya anak muda bergerak, berbagi, dan menebar manfaat!
16/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Gen Z Tetap Islami di Era Digital: Ini Tipsnya
Menjadi Muslim yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Era digital telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga memahami agama. Melalui media sosial, Gen Z dapat mengakses ceramah, kajian Islam, dan berbagai konten edukatif hanya melalui layar ponsel. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, budaya pamer, perundungan siber, hingga kecenderungan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai dan dampaknya.
Lantas, bagaimana Gen Z bisa tetap menjalani kehidupan Islami di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat?
Jawabannya bukan dengan menjauhi teknologi, melainkan dengan menggunakannya secara bijak dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jadikan Al-Qur'an dan Salat sebagai Prioritas
Di tengah kesibukan belajar, berorganisasi, dan menikmati media sosial, Gen Z perlu menjaga hubungan dengan Allah SWT. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan membaca Al-Qur'an, menjaga salat lima waktu, serta meluangkan waktu untuk berdoa dan berzikir.
Jangan sampai kita begitu cepat merespons notifikasi ponsel, tetapi justru menunda panggilan untuk beribadah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Ankabut ayat 45 bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi untuk membangun perilaku yang baik.
Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari dan mengatur waktu penggunaan ponsel agar tidak mengganggu ibadah.
2. Bijak Memilih Konten dan Lingkungan Digital
Tidak semua konten yang populer membawa pengaruh positif. Sebagian konten dapat mendorong perilaku konsumtif, memicu perbandingan sosial, atau menormalisasi tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, Gen Z perlu lebih selektif dalam mengikuti akun, menonton video, dan berinteraksi di media sosial. Pilihlah konten yang menambah ilmu, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Penelitian UNICEF Indonesia dalam laporan Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Anak di Indonesia: Sebuah Kajian Dasar 2023, yang diterbitkan pada Februari 2025, menunjukkan bahwa anak-anak menghadapi berbagai risiko di internet, termasuk paparan konten yang tidak pantas dan perundungan siber. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kebiasaan digital yang aman dan bertanggung jawab.
3. Terapkan Tabayyun Sebelum Membagikan Informasi
Di era digital, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang viral dapat dipercaya, termasuk informasi yang mengatasnamakan agama.
Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan tabayyun, yaitu memeriksa dan mengklarifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar orang beriman memeriksa kebenaran suatu berita sehingga tidak merugikan orang lain karena ketidaktahuan.
Prinsip ini dapat diterapkan dengan memeriksa sumber berita, membaca informasi secara utuh, membandingkan keterangan dari sumber tepercaya, serta memastikan konteks sebelum membagikan sebuah unggahan.
Ingat, menjadi yang pertama membagikan berita bukanlah prestasi jika berita tersebut ternyata tidak benar. Menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab berarti berani berhenti sejenak untuk memeriksa kebenaran.
4. Jaga Adab dalam Berkomentar dan Berinteraksi
Kesalehan seseorang tidak hanya tercermin dari ibadahnya, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain. Nilai ini tetap berlaku di ruang digital.
Menghina orang lain, menyebarkan aib, melakukan perundungan siber, dan menulis komentar yang menyakitkan bukanlah perilaku yang sejalan dengan akhlak Islam.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Pesan ini diriwayatkan dalam hadis sahih, di antaranya Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Sebelum menulis komentar atau mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah tulisan ini bermanfaat, benar, dan disampaikan dengan cara yang baik?
Jika tidak, menahan diri bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Perbedaan pendapat tetap boleh disampaikan, tetapi hendaknya dilakukan dengan santun, argumentasi yang jelas, dan tanpa merendahkan orang lain.
5. Jangan Terjebak FOMO dan Budaya Membandingkan Diri
Media sosial sering menampilkan pencapaian, gaya hidup, penampilan, dan pengalaman terbaik seseorang. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat membuat kita merasa tertinggal dan terus membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Padahal, setiap orang memiliki perjalanan, kesempatan, dan ujian yang berbeda.
Islam mengajarkan pentingnya bersyukur, berikhtiar, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan. Gen Z boleh memiliki cita-cita besar, ingin berkembang, dan mengikuti tren positif, tetapi jangan sampai kehilangan arah hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai alat untuk mengukur harga diri. Fokuslah pada proses belajar, memperbaiki diri, membangun keterampilan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
6. Manfaatkan Teknologi untuk Belajar dan Berdakwah
Teknologi tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengembangkan diri dan menyebarkan kebaikan. Gen Z dapat memanfaatkannya untuk mengikuti kajian daring, membaca buku digital, mempelajari bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, hingga membuat konten edukatif.
Kementerian Agama RI juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi generasi muda agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab.
Salah satu contohnya dapat dilihat dalam upaya Kemenag memperkuat literasi digital bagi siswa dan santri pada 2026. Teknologi diharapkan tidak hanya membuat generasi muda cakap menggunakan perangkat digital, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Mulailah dengan membuat konten yang bermanfaat, membagikan pesan kebaikan yang sumbernya jelas, atau menggunakan keterampilan digital untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dakwah di era digital tidak selalu harus melalui ceramah panjang. Mengajak teman berbuat baik, menyebarkan informasi yang benar, dan memberikan contoh akhlak yang baik juga merupakan bentuk kontribusi positif.
7. Seimbangkan Kehidupan Digital dengan Kehidupan Nyata
Aktif di dunia digital tidak berarti harus selalu terhubung dengan layar. Gen Z tetap membutuhkan waktu untuk belajar, beristirahat, berolahraga, berkumpul dengan keluarga, bersosialisasi, dan berkontribusi di lingkungan sekitar.
Tetapkan batas penggunaan ponsel, terutama ketika sedang beribadah, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Luangkan pula waktu untuk mengikuti kegiatan positif di masjid, komunitas, organisasi kepemudaan, dan lingkungan masyarakat.
Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih produktif dan bermanfaat, bukan justru menguasai seluruh waktunya.
Pada akhirnya, kualitas kehidupan Islami tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang mengunggah konten keagamaan, tetapi juga oleh bagaimana ia menerapkan nilai-nilai Islam dalam tindakan nyata.
Tetap Relevan, Jangan Kehilangan Prinsip
Menjadi Gen Z yang Islami di era digital bukan berarti harus menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, generasi muda perlu menguasai teknologi, berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Mulailah dari hal sederhana: menjaga ibadah, memilih konten yang baik, memeriksa informasi sebelum membagikannya, menjaga adab ketika berkomentar, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
Sebab, menjadi Muslim yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat di media sosial, tetapi tentang bagaimana iman membimbing pilihan dan tindakan kita, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Jadilah Gen Z yang melek teknologi, kuat dalam prinsip, santun dalam berinteraksi, dan nyata dalam memberi manfaat. Karena dunia digital akan terus berubah, tetapi nilai kebaikan dan akhlak mulia harus tetap menjadi pegangan.
15/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS TV
Zakat Menguatkan Indonesia
Penulis: M Hilmi Zuhdi
Penyaluran Manfaat, Kursi roda untuk ibu Nurbaiti
Penulis: M Hilmi Zuhdi






