Berita Terkini
BAZNAS Depok Salurkan Bantuan Oksigen untuk Warga Sukatani Bersama Pihak Kelurahan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menyalurkan bantuan oksigen bagi warga yang membutuhkan di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada 7 Oktober 2026. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersama Lurah Sukatani di Kantor Kelurahan Sukatani.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Depok dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan. Melalui sinergi dengan pemerintah kelurahan, BAZNAS berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. Kami berharap bantuan oksigen ini dapat memberikan manfaat bagi warga Sukatani dan menjadi wujud nyata kepedulian serta solidaritas sosial melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah setempat agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Lurah Sukatani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Depok atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Depok atas bantuan oksigen yang diberikan untuk warga Sukatani. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kelurahan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok terus memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui bantuan di bidang kesehatan.
Sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kelurahan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di Kota Depok.
14/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Perkuat Tata Kelola UPZ, BAZNAS Depok Bahas Program Layanan Kesehatan Bersama RSUD ASA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), termasuk melalui penguatan tata kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan fasilitas pelayanan publik.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara BAZNAS Kota Depok bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ASA, Selasa, 18 September 2026, di RSUD ASA. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat peran UPZ sekaligus membahas potensi pengembangan program layanan kesehatan berbasis ZIS bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari penguatan tata kelola dan edukasi zakat di lingkungan RSUD, optimalisasi penghimpunan ZIS, hingga pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Direktur RSUD ASA, drg. Indriati, Sp.B.M.M., menyampaikan bahwa keberadaan UPZ dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan rumah sakit.
“Kami menyambut baik sinergi bersama BAZNAS Kota Depok. UPZ bukan hanya menjadi bagian dari penghimpunan zakat, tetapi juga dapat menjadi jembatan kepedulian antara insan rumah sakit dengan masyarakat yang membutuhkan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program kesehatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar drg. Indriati.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menegaskan bahwa penguatan UPZ merupakan salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem pengelolaan ZIS yang semakin terintegrasi.
“Kami ingin UPZ tidak berhenti pada fungsi penghimpunan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi dengan RSUD ASA memiliki potensi besar untuk menghadirkan program kesehatan berbasis ZIS yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Endang Ahmad Yani.
Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan institusi pelayanan publik seperti rumah sakit dapat memperluas dampak zakat, khususnya dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan dalam memperoleh layanan kesehatan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme kerja UPZ, strategi penghimpunan ZIS, serta peluang pengembangan program bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
BAZNAS Kota Depok berharap penguatan sinergi bersama RSUD ASA dapat menjadi langkah awal dalam membangun layanan kesehatan berbasis ZIS yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Depok.
Melalui penguatan tata kelola UPZ dan kolaborasi lintas lembaga, BAZNAS Kota Depok terus mendorong agar potensi zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
16/09/2026 | M Hilmi Zuhdi
Bayar Zakat Penghasilan untuk Membantu Keluarga Prasejahtera
Zakat Anda Bisa Membantu Mustahik Bangkit dari Kemiskinan. Setiap rezeki yang kita terima terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat penghasilan, kita tidak hanya membersihkan harta dan menyempurnakan ibadah, tetapi juga menghadirkan jalan keluar nyata bagi keluarga prasejahtera untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Penyaluran zakat secara tepat sasaran mampu mengubah kehidupan para mustahik (penerima zakat) menjadi lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Mengapa Zakat Penghasilan Penting Ditunaikan?
Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari setiap pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang tidak melanggar syariat. Membayar zakat penghasilan memiliki keutamaan yang sangat besar, baik dari sisi spiritual maupun sosial:
- Menyucikan Harta dan Jiwa: Zakat membersihkan harta dari hak orang lain serta membersihkan jiwa dari sifat kikir dan serakah.
- Kewajiban Syariah: Menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat nishab (batas minimum harta) dan haul.
- Solusi Efektif Pengentasan Kemiskinan: Pemanfaatan zakat untuk kemiskinan terbukti menjadi instrumen redistribusi ekonomi yang inklusif untuk memperkecil ketimpangan sosial.
Dampak Zakat bagi Keluarga Prasejahtera
Menyalurkan zakat bukan sekadar memberikan bantuan darurat, melainkan investasi sosial jangka panjang. Pengelolaan zakat untuk kemiskinan yang dikelola secara produktif memberikan dampak nyata bagi keluarga prasejahtera:
1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar: Membantu keluarga miskin memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak.
2. Akses Pendidikan Berkualitas: Memberikan beasiswa bagi anak-anak prasejahtera agar tetap dapat mengenyam pendidikan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
3. Pemberdayaan Ekonomi Produktif: Memberikan modal usaha, pelatihan kerja, dan pendampingan bisnis mikro agar keluarga prasejahtera bisa bangkit dan mandiri secara finansial.
4. Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki: Dengan pendampingan yang tepat, penerima manfaat zakat bertahap bisa keluar dari status mustahik dan berpotensi menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan.
Menunaikan zakat penghasilan kini sangat mudah, cepat, dan aman melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok. Anda dapat melakukan pembayaran secara daring (online) dari mana saja
10/08/2026 | M Hilmi Zuhdi
Agenda Pimpinan

Perkuat Sinergi dengan Disdagin Depok, Wakil Ketua I BAZNAS Depok Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2025
Depok – BAZNAS Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyampaian Laporan Kinerja BAZNAS Kota Depok Tahun 2025 oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Disdagin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. K. Encep memaparkan berbagai capaian kinerja BAZNAS Kota Depok sepanjang tahun 2025, mulai dari penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), penyaluran kepada para mustahik melalui lima program unggulan, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Depok.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., menyampaikan bahwa laporan kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus komitmen BAZNAS dalam menjaga transparansi dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Penyampaian laporan kinerja ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Kami meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat akan semakin optimal apabila didukung oleh sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, termasuk Disdagin. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. K. Encep, M.A.
Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang dinilai konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang terus menunjukkan pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel. Program-program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga sinergi ini terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga Kota Depok," ungkap Widyati Riyandani.
Melalui penyampaian laporan kinerja ini, BAZNAS Kota Depok berharap sinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok semakin erat serta membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan.
BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang maju, inklusif, dan sejahtera.
13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

Dukung Pemberdayaan Ekonomi, Ketua BAZNAS Kota Depok Hadiri Launching Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Depok – Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Program Pemberdayaan Pekerja Rentan (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan pada Senin, 13 Juli 2026, di Aula Teratai Lantai 1, Balai Kota Depok. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan berbagai mitra dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja rentan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, jajaran Pemerintah Kota Depok, BAZNAS Kota Depok, serta para pemangku kepentingan yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan.
Program PEKA merupakan inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang mengintegrasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan program pemberdayaan ekonomi. Melalui program ini, pekerja rentan diharapkan tidak hanya memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan taraf hidup melalui penguatan ekonomi produktif.
Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., mengapresiasi hadirnya Program PEKA sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program PEKA merupakan langkah strategis yang menggabungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ketika pekerja rentan mendapatkan jaminan perlindungan sekaligus kesempatan untuk berkembang secara ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin kuat. Pemerintah Kota Depok mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Depok yang semakin maju dan sejahtera," ujar Supian Suri.
Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menyampaikan bahwa Program PEKA menjadi salah satu inovasi dalam memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
"Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa pekerja rentan tidak hanya terlindungi dari risiko kerja, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh mitra menjadi kunci keberhasilan program ini," ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung berbagai program yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"BAZNAS Kota Depok percaya bahwa zakat memiliki peran besar dalam membangun kemandirian umat. Oleh karena itu, kami menyambut baik Program PEKA sebagai langkah kolaboratif yang tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi seperti ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Endang Ahmad Yani.
Selama ini, BAZNAS Kota Depok juga terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai program perlindungan bagi pekerja rentan dan pelaku UMKM binaan. Kehadiran BAZNAS dalam Launching Program PEKA menjadi bentuk komitmen untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di Kota Depok.
13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Kota Depok dan Dinas Kesehatan Perkuat Sinergi Program Kesehatan untuk Masyarakat
Depok – BAZNAS Kota Depok melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok guna membahas optimalisasi sinergi program kesehatan bersama Pemerintah Kota Depok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kota Depok pada Selasa, 23 Juni 2026.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Ibu Devi Mayori, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, Bidang Penghimpunan BAZNAS Kota Depok M. Hilmi Zuhdi dan Khoerunnisa, serta Bidang Program BAZNAS Kota Depok Rosita.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi dalam pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pembiayaan kesehatan, alat bantu kesehatan, serta program-program peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS Kota Depok terus berupaya menghadirkan manfaat zakat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan, kami berharap dana zakat dapat semakin optimal membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, sehingga tidak ada warga yang terkendala mendapatkan akses kesehatan karena keterbatasan ekonomi,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori, menyampaikan apresiasi atas komitmen BAZNAS Kota Depok dalam mendukung program-program kesehatan pemerintah daerah.
“Dana zakat memiliki peran yang sangat strategis sebagai instrumen sosial yang dapat melengkapi upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Kami menyambut baik kolaborasi ini agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi warga Kota Depok,” kata Devi Mayori.
Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas Kesehatan Kota Depok berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah kolaboratif yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan kesehatan serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dan perlindungan sosial di Kota Depok.
24-06-2026 | Admin
Berita Pendistribusian

Merajut Kepedulian, BAZNAS Depok Bersama Dinas PUPR Berbagi Kebahagiaan dengan A
BAZNAS Kota Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok kembali memperkuat sinergi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada anak yatim. Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan senilai Rp1.800.000 per anak dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (05/08/26) di Gedung Dinas PUPR Kota Depok.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat.
"Pembangunan sejati tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur yang kokoh, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Kota Depok, kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di lingkungan Pemerintah Kota Depok," ujar Yodi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perangkat daerah menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami mengapresiasi komitmen Dinas PUPR Kota Depok yang terus bersinergi bersama BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Santunan kepada 20 anak yatim ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan, memberikan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus menuntut ilmu, serta menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kebaikan ini," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Depok akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, instansi, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem zakat yang berdampak luas.
"Kami meyakini bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung oleh sinergi lintas sektor, maka manfaatnya akan semakin besar. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok secara berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
BAZNAS Kota Depok turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Kota Depok yang semakin sejahtera.
06/08/2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Depok Gelar Sosialisasi Zakat dan Serahkan Bantuan Pendidikan di Ponpes Tecno Medika Adzikra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok terus memperluas edukasi zakat kepada masyarakat sekaligus menyalurkan manfaat zakat dalam bidang pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Zakat dan Penyerahan Bantuan Pendidikan di Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Depok, Selasa, (02/09/25)
Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Depok, Dr. K.H . Encep M.A menyampaikan bahwa sosialisasi zakat menjadi agenda penting untuk meningkatkan kesadaran umat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Kami ingin para santri, orang tua, dan masyarakat memahami bahwa zakat yang dikelola secara baik akan memberikan manfaat luas, salah satunya melalui bantuan pendidikan ini,” ujar Encep
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua 1 BAZNAS Depok juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar dan peningkatan kualitas santri,
Pimpinan Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Dr. K.H Ahmad Sujai M.M mengapresiasi langkah BAZNAS Depok dalam mendukung dunia pendidikan pesantren.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS Depok atas bantuan pendidikan yang sangat bermanfaat bagi santri kami. Sinergi ini semakin memotivasi kami untuk mencetak generasi Islami yang cerdas, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Ahmad Sujai
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara BAZNAS Depok dan para pengurus pesantren mengenai peran zakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan
BAZNAS Depok berkomitmen untuk terus memperluas distribusi manfaat zakat, tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lain di Kota Depok, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi umat.
04/09/2025 | M Hilmi Zuhdi

Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Badan Amil Zakat (BAZNAS) & Pemerintah Kota (PEMKOT) Depok menggelar kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, yang dirangkai dengan pemberian santunan anak yatim se-Kota Depok di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Selasa (15/07/2025).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati tahun baru Islam, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam.
Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan para pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr Supian Suri, Ketua BAZNAS Kota Depok Dr Endang Ahmad yani, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, ASN dilingkungan pemerintah kota serta para tamu undangan lainnya.
“Melalui kegiatan dengan tema semangat hijrah dalam mewujudkan Depok Maju ini, kita ingin menanamkan semangat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai komitmen mewujudkan Kota Depok Maju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Depok, Mangnguluang Mansur.
Pemkot Depok, bekerja sama dengan Baznas Kota Depok, memberikan santunan kepada 630 anak yatim yang tersebar di 11 kecamatan. Selain uang santunan, anak yatim juga menerima paket perlengkapan sekolah, dengan total nominal mencapai Rp 142 juta.
Ketua BAZNAS Depok Dr Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan BAZNAS Depok menjadi satu keharusan,
“BAZNAS sebagai Lembaga pemerintah non struktur sudah semestinya terus bersinergi dengan pemerintah kota agar cita-cita mensejahterakan Masyarakat bisa terwujud secara maksimal” ucap Endang Ahmad yani
16/07/2025 | M Hilmi Zuhdi
Artikel Terbaru
Amalan Rabiul Awal: Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Pahala
Amalan Rabiul Awal dapat menjadi momentum memperbanyak kebaikan dan meneladani Rasulullah SAW. Simak amalan, keutamaan, dan cara mengamalkannya
Amalan Rabiul Awal merupakan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan yang dapat dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut dapat berupa memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempelajari sirah Nabi, hingga memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari
Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Awal. Karena itu, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amal kebaikan yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Pembahasan mengenai pahala juga perlu disampaikan berdasarkan dalil yang jelas dan tidak menetapkan keutamaan khusus Rabiul Awal tanpa dasar yang kuat.
Artikel ini membahas amalan yang dapat dilakukan pada Rabiul Awal, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta cara menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk meneladani Rasulullah SAW
Amalan Rabiul Awal yang Bisa Dilakukan
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari
1. Memperbanyak shalawat
Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu luang.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ibadah. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya.
3. Memperbanyak zikir dan doa
Zikir dapat dilakukan untuk mengingat Allah SWT, sedangkan doa menjadi sarana memohon ampunan, petunjuk, dan kebaikan. Keduanya dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
4. Mempelajari sirah Nabi
Mempelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW membantu umat Islam mengenal perjuangan dan keteladanan beliau. Sirah dapat dipelajari melalui buku, kajian, maupun sumber keislaman yang tepercaya.
5. Bersedekah
Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Sedekah dapat diberikan sesuai kemampuan, baik secara langsung kepada penerima maupun melalui lembaga yang terpercaya.
6. Berbagi kepada sesama
Kebaikan juga dapat dilakukan dengan berbagi makanan, memberikan bantuan, atau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain.
7. Menjaga silaturahmi
Menghubungi keluarga, mengunjungi kerabat, dan menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
8. Meneladani akhlak Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang dapat diterapkan.
9. Menambah ilmu keislaman
Mengikuti kajian atau membaca sumber keislaman yang tepercaya dapat membantu meningkatkan pemahaman agama dan kehidupan Rasulullah SAW.
10. Membantu orang yang membutuhkan
Membantu sesama tidak selalu harus berupa materi. Tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga dapat diberikan sesuai kemampuan.
11. Melakukan muhasabah
Muhasabah merupakan proses mengevaluasi diri. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kualitas ibadah, hubungan dengan sesama, dan kebiasaan yang perlu diperbaiki.
Keutamaan dan Cara Mengamalkan Amalan Rabiul Awal
Mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amal kebaikan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW.
Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan yang baik dalam QS. Al-Ahzab ayat 21. Karena itu, mengenal kehidupan beliau sebaiknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan menerapkan nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam keteladanan beliau.
Amalan juga tidak harus dilakukan sekaligus. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak shalawat, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, menjaga silaturahmi, atau membantu orang yang membutuhkan.
Yang terpenting, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti setelah Rabiul Awal berakhir.
Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memperbaiki akhlak merupakan beberapa amalan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan adalah salah satu cara agar semangat Rabiul Awal tidak berhenti pada satu bulan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
30/09/2026 | M Hilmi Zuhdi
Peluang Pahala di Bulan Rabiul Awal yang Tak Kalah Besar
Bulan Rabiul Awal memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hati setiap Muslim di seluruh dunia. Bulan ke-3 dalam kalender Hijriah ini diidentikkan dengan momen kelahiran manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad SAW. Melalui momen bernilai sejarah ini, pintu kebaikan terbuka lebar dan menghadirkan Pahala di Bulan Rabiul Awal yang melimpah bagi siapa saja yang mau mengisinya dengan amal saleh. Banyak dari kita mungkin sering berfokus pada bulan-bulan haram seperti Muharram atau kemuliaan bulan Ramadan, padahal momentum Rabiul Awal menyimpan keutamaan ibadah yang tak kalah dahsyat untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Menyambut bulan kelahiran Nabi bukan sekadar merayakannya dengan seremoni semata, melainkan menjadikannya sebagai sarana muhasabah dan peningkatan kualitas ibadah sehari-hari. Berbagai amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam dapat kita optimalkan untuk meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal demi mendapat keridaan-Nya. Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman syariat yang benar, setiap detik yang kita lalui di bulan ini dapat berbuah pahala yang berlipat ganda. Mari kita bedah bersama ruang-ruang kebaikan apa saja yang bisa kita maksimalkan sepanjang bulan yang penuh berkah ini.
Pahala di Bulan Rabiul Awal Melalui Amalan Berselawat kepada Nabi
Salah satu amalan paling utama dan memiliki bobot keutamaan luar biasa untuk mendulang Pahala di Bulan Rabiul Awal adalah dengan memperbanyak bacaan selawat kepada Rasulullah SAW. Allah SWT sendiri beserta para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi, sebagaimana diperintahkan kepada orang-orang beriman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Mengingat bulan ini adalah bulan kelahiran beliau, membasahi lidah kita dengan selawat menjadi bentuk ekspresi cinta (mahabbah) yang paling nyata seorang hamba kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan membaca selawat tidak hanya mendatangkan puji-pujian, tetapi juga memberikan keberkahan yang nyata dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang berselawat kepada beliau satu kali, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali selawat (rahmat). Oleh karena itu, mengejar Pahala di Bulan Rabiul Awal lewat lisan yang senantiasa berselawat akan mendatangkan ketenangan jiwa, kemudahan urusan, serta penggugur dosa-dosa kecil yang pernah kita perbuat.
Bentuk selawat yang bisa diamalkan sangat beragam, mulai dari selawat pendek seperti Shallallahu 'ala Muhammad hingga selawat Ibrahimiyah yang biasa kita baca saat tahiyyat akhir dalam salat. Tidak ada batasan jumlah minimal, namun semakin sering kita mengucapkannya dengan penuh penghayatan, semakin besar peluang kita untuk meraih kesempurnaan Pahala di Bulan Rabiul Awal. Anda bisa menetapkan target harian, misalnya membaca selawat 100 kali hingga 1.000 kali setiap harinya setelah menunaikan salat fardu.
Selain itu, memperbanyak selawat di bulan ini juga menjadi ikhtiar kita agar kelak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat. Hari di mana tidak ada naungan selain naungan Allah SWT, dan tidak ada pertolongan yang paling dinanti selain syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, pengorbanan waktu dan konsistensi kita dalam meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal melalui selawat akan menjadi investasi akhirat yang sangat bernilai.
Mari kita jadikan momentum Rabiul Awal ini sebagai titik balik untuk membiasakan lisan kita senantiasa berselawat. Jangan biarkan hari-hari di bulan mulia ini berlalu begitu saja tanpa adanya peningkatan jumlah selawat yang kita lantunkan. Semakin kita mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW melalui selawat, semakin dekat pula kita dengan rahmat Allah SWT yang melimpah.
Meneladani Akhlak Rasulullah Sebagai Jalan Pahala di Bulan Rabiul Awal
Momentum peringatan Maulid Nabi di bulan Rabiul Awal seharusnya tidak berhenti pada lisan saja, melainkan meresap ke dalam perilaku dan tindakan nyata kita sehari-hari. Meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal dapat dioptimalkan dengan cara meneladani (ittiba') sunnah dan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Beliau diutus ke muka bumi tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana ditegaskan dalam banyak riwayat hadis sahih.
Meneladani akhlak Nabi bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga dan tempat kerja. Sikap jujur dalam berbisnis, ramah kepada tetangga, penyabar dalam menghadapi ujian, serta tutur kata yang santun merupakan cerminan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Ketika kita berniat menjalankan akhlak terpuji tersebut khusus untuk menghidupkan sunnah beliau, maka Pahala di Bulan Rabiul Awal yang kita dapatkan akan bernilai ganda karena menggabungkan niat ibadah dan peneladanan sejarah.
Dalam ruang lingkup sosial, menunjukkan akhlak mulia juga berarti menebarkan kedamaian dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain (khoirunnas anfa'uhum linnas). Sebagai contoh, menahan marah ketika diuji, memaafkan kesalahan orang lain sebelum diminta, serta menjaga amanah pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Semua tindakan positif ini jika dilandasi rasa cinta kepada Nabi akan mengalirkan Pahala di Bulan Rabiul Awal secara terus-menerus.
Sejarah mencatat bahwa kemuliaan Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia bukan hanya karena kekuatan argumentasi, melainkan karena keindahan akhlak para pemeluknya yang meneladani Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal melalui perbaikan karakter diri adalah bentuk dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan) yang sangat efektif di zaman modern saat ini.
Memperbaiki akhlak memang membutuhkan proses dan kesabaran yang ekstra, namun bulan Rabiul Awal memberikan energi spiritual yang kuat bagi kita untuk memulainya. Mari kita evaluasi kembali bagaimana hubungan kita dengan sesama, apakah sudah mencerminkan kasih sayang sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan niat yang lurus, setiap langkah kecil kita dalam meneladani beliau akan menjadi pundi-pundi pahala yang memberatkan timbangan kebaikan di yaumulhisab.
Menggiatkan Sedekah dan Kepedulian Sosial
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat ketika berada di momen-momen penuh berkah. Mengikuti jejak kedermawanan beliau merupakan pintu lebar untuk meraup Pahala di Bulan Rabiul Awal. Melalui sedekah, kita tidak hanya membantu meringankan beban saudara-saudara seiman yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa kita dari sifat kikir serta ketakjuban pada dunia secara berlebihan.
Sebagai Paragraf tengah tulisan ini, mengaitkan ibadah harta dengan momentum Rabiul Awal akan melipatgandakan dampak kebaikan bagi masyarakat. Bentuk sedekah di bulan ini bisa sangat bervariasi, mulai dari memberi makan orang yang berpuasa sunnah, menyantuni anak yatim, membagikan makanan pada kegiatan pengajian maulid, hingga mentransfer sebagian rezeki kita melalui lembaga zakat dan infak resmi untuk program kemanusiaan. Setiap rupiah yang disisihkan dengan niat mencari Pahala di Bulan Rabiul Awal akan menjadi saksi kebaikan kita di hadapan Allah SWT.
Allah SWT berjanji dalam Al-Qur'an bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, melainkan bertambah dan membawa keberkahan yang berlipat ganda. Dalam konteks sosial masyarakat Muslim, kegiatan berbagi makanan atau hadiah di bulan Rabiul Awal juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan dalam kebaikan ini secara otomatis memperkuat persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah) yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW, sekaligus memanen Pahala di Bulan Rabiul Awal secara jamaah.
Tidak perlu menunggu memiliki harta yang melimpah untuk bisa bersedekah di bulan ini. Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan saat kita merasa cukup namun tetap mengutamakannya di jalan Allah, atau sedekah dari seseorang yang memiliki keterbatasan harta namun memberikan yang terbaik dari apa yang ia miliki. Ketulusan niat menjadi kunci utama agar Pahala di Bulan Rabiul Awal dari amalan sedekah kita diterima dan dilipatgandakan oleh Sang Maha Pencipta.
Jadikan bulan Rabiul Awal ini sebagai ajang untuk melatih kepekaan sosial kita terhadap lingkungan sekitar. Lihatlah apakah ada tetangga, kerabat, atau anak-anak yatim yang memerlukan uluran tangan kita. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka, kita telah menghidupkan salah satu sunnah terbesar Rasulullah SAW yaitu mencintai dan mengasihi kaum yang lemah (dhuafa).
Menuntut Ilmu Syar'i dan Mempelajari Sirah Nabawiyah
Tidak ada jalan yang lebih mudah menuju surga selain jalan menuntut ilmu agama. Di bulan yang bersejarah ini, memperdalam pemahaman agama dan mengkaji sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW (Sirah Nabawiyah) adalah sarana terbaik untuk meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal. Dengan mempelajari jalan hidup beliau dari lahir, masa muda, diangkat menjadi rasul, hingga perjuangan dakwah beliau, kita akan semakin memahami hakikat Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Mengkaji Sirah Nabawiyah di bulan Rabiul Awal memberikan nutrisi spiritual yang sangat dibutuhkan oleh hati yang sering kali gundah akibat urusan duniawi. Saat kita membaca bagaimana ketabahan beliau menghadapi ujian dakwah di Thaif atau kebijaksanaan beliau dalam Perjanjian Hudaibiyyah, hati kita akan tergerak untuk semakin bersyukur dan sabar. Aktivitas pembelajaran ini tidak hanya memupuk kecintaan kepada Nabi, tetapi juga mendatangkan Pahala di Bulan Rabiul Awal karena dinilai sebagai majelis ilmu yang dinaungi oleh para malaikat.
Di era digital saat ini, menuntut ilmu dan mempelajari sirah Nabi menjadi jauh lebih mudah dan fleksibel. Kita dapat menghadiri majelis-majelis ilmu secara langsung di masjid terdekat, membaca buku-buku sirah yang terpercaya karya para ulama mutaakhirin, atau mendengarkan kajian keislaman dari ustadz yang berpemahaman lurus melalui media sosial. Niatkan setiap menit yang kita habiskan untuk menyerap ilmu tersebut sebagai langkah menuntut Pahala di Bulan Rabiul Awal.
Ilmu yang dipelajari hendaknya tidak hanya berhenti sebagai wawasan di kepala, melainkan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kembali kepada keluarga tercinta. Mengajarkan kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak di rumah merupakan investasi pendidikan karakter berbasis Islam yang sangat berharga. Amal jariyah dari mengajarkan ilmu kebaikan ini akan melengkapi keutamaan Pahala di Bulan Rabiul Awal yang kita dapatkan.
Mari kita alokasikan waktu khusus setiap harinya di bulan ini untuk membaca setidaknya satu bab buku Sirah Nabawiyah atau mendengarkan satu sesi ceramah agama. Pengetahuan yang benar tentang Rasulullah SAW akan membentengi kita dari pemahaman yang keliru dan meluruskan niat kita dalam beribadah. Dengan ilmu, amalan yang kita kerjakan di bulan Rabiul Awal akan menjadi lebih berkualitas dan diterima di sisi Allah SWT.
Mengoptimalkan Puasa Sunnah dan Salat Malam
Selain amalan-amalan sosial dan lisan, menguatkan ibadah ritual pribadi (hablum minallah) merupakan kriteria penting untuk memaksimalkan Pahala di Bulan Rabiul Awal. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah menjalankan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah). Khusus hari Senin, Rasulullah SAW sendiri menyampaikan bahwa hari tersebut adalah hari kelahiran beliau sekaligus hari pertama wahyu diturunkan kepadanya, sehingga beliau gemar berpuasa pada hari tersebut.
Dengan menjalankan puasa sunnah hari Senin di bulan Rabiul Awal, kita menggabungkan dua keutamaan sekaligus: menjalankan sunnah rutin Nabi dan memperingati hari kelahiran beliau sesuai dengan petunjuk yang beliau contohkan. Kedisiplinan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu saat berpuasa akan melatih jiwa kita menjadi lebih bertakwa, sekaligus membukakan pintu Pahala di Bulan Rabiul Awal yang sangat agung dari Allah SWT.
Di samping puasa sunnah, mendirikan salat malam (qiyamullail atau tahajud) di sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk memanjatkan doa dan bermunajat. Di saat manusia lain sedang terlelap tidur, seorang Muslim yang bangun untuk sujud kepada Allah SWT akan mendapatkan kedudukan yang terpuji di sisi-Nya. Keheningan malam di bulan Rabiul Awal menjadi momentum yang sangat syahdu untuk memohon ampunan dan mengharapkan Pahala di Bulan Rabiul Awal yang berlimpah.
Menjaga konsistensi ibadah ritual ini memang memerlukan perjuangan dan keikhlasan yang tinggi. Namun, ingatlah bahwa kenikmatan beribadah akan terasa manis saat kita menyadari betapa besarnya kasih sayang Allah SWT dan Rasul-Nya kepada kita. Ibadah puasa dan salat malam yang kita dirikan akan menyucikan jiwa kita dari kotoran dosa dan penyakit hati.
Sebagai Paragraf akhir tulisan ini, hendaknya kita tidak melewatkan hari-hari di bulan Rabiul Awal begitu saja tanpa adanya perencanaan ibadah yang matang. Mari kita manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, menyantuni sesama, dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Dengan niat yang ikhlas dan istikamah, semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berhasil meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal secara optimal dan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di yaumilakhir kelak.
31/08/2026 | M Hilmi Zuhdi
Jika Hari Memiliki Mahkota, Maka Jumat Adalah Rajanya
Jika Hari Memiliki Mahkota, Maka Jumat Adalah Rajanya
Di antara tujuh hari yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia, ada satu hari yang memiliki kedudukan paling mulia. Seandainya setiap hari memiliki mahkota, maka Jumat adalah rajanya. Bukan tanpa alasan, karena Allah SWT menjadikan hari Jumat sebagai hari yang dipenuhi kemuliaan, keberkahan, serta berbagai keutamaan yang tidak dimiliki hari-hari lainnya. Bagi seorang Muslim, Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.
Keistimewaan hari Jumat ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, pada hari itu ia dikeluarkan dari surga, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat."(HR. Muslim No. 854)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Jumat bukanlah hari biasa. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa besar dalam sejarah umat manusia dan akan menjadi hari terjadinya kiamat. Karena itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hari yang penuh kemuliaan ini.
Hari Penuh Berkah dan Ampunan
Allah SWT juga memberikan perhatian khusus terhadap hari Jumat dengan mewajibkan kaum laki-laki Muslim yang memenuhi syarat untuk melaksanakan salat Jumat. Perintah tersebut termaktub dalam firman-Nya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."(QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)
Ayat ini mengajarkan bahwa urusan dunia hendaknya dikesampingkan sejenak ketika panggilan Allah berkumandang. Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari keberhasilan mencari rezeki, tetapi juga dari kesiapan memenuhi panggilan ibadah.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa hari Jumat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil apabila seorang Muslim menjaganya dengan baik.
"Salat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadan ke Ramadan menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi."(HR. Muslim No. 233)
Inilah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Setiap pekan, Allah menghadirkan momentum untuk membersihkan hati dan memperbarui keimanan.
Waktu Mustajab untuk Berdoa
Salah satu keistimewaan hari Jumat adalah adanya waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
"Pada hari Jumat terdapat suatu waktu. Tidaklah seorang Muslim mendapatinya lalu ia berdoa kepada Allah meminta suatu kebaikan, melainkan Allah akan mengabulkannya."(HR. Al-Bukhari No. 935 dan Muslim No. 852)
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu tersebut. Sebagian berpendapat berada di antara duduknya imam hingga selesai salat Jumat, sementara pendapat lain—yang dipilih oleh banyak ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyyah—menyatakan bahwa waktu mustajab itu berada pada akhir hari Jumat, setelah salat Asar hingga menjelang Magrib. Perbedaan ini justru menjadi dorongan agar seorang Muslim memperbanyak doa sepanjang hari Jumat.
Memperbanyak Salawat dan Membaca Al-Kahfi
Hari Jumat juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:
"Perbanyaklah bersalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat."(HR. Abu Dawud No. 1047)
Selain itu, membaca Surah Al-Kahfi juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat."(HR. Al-Hakim; dinilai sahih oleh banyak ulama)
Cahaya yang dimaksud dipahami para ulama sebagai cahaya petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai fitnah.
Jumat dan Semangat Berbagi
Hari Jumat juga identik dengan semangat berbagi. Sedekah yang dilakukan pada hari mulia ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus sarana membantu sesama.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan:
"Sedekah pada hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya seperti sedekah pada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya."
Walaupun kutipan ini merupakan penjelasan ulama, bukan hadis Nabi, maknanya menggambarkan bagaimana para ulama memandang besarnya keutamaan memperbanyak sedekah pada hari Jumat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberkahan Jumat tidak hanya diwujudkan melalui ibadah personal, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.
Jadikan Jumat Sebagai Awal Perubahan
Sering kali manusia menunggu datangnya tahun baru untuk berubah. Padahal Islam menghadirkan kesempatan memperbaiki diri setiap pekan melalui hari Jumat. Dari Jumat ke Jumat, seorang Muslim diajak mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, mempererat silaturahmi, memperbanyak amal, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri:
"Setiap hari yang mataharinya terbit adalah kesempatan baru untuk menambah amal sebelum datang hari ketika amal tidak lagi diterima."
Hari Jumat adalah puncak dari kesempatan itu.
Penutup
Jika hari memiliki mahkota, maka Jumat adalah rajanya. Ia datang setiap pekan membawa keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT. Jangan biarkan hari yang mulia ini berlalu hanya dengan rutinitas biasa. Hiasi ia dengan salat Jumat, membaca Al-Qur'an, memperbanyak salawat, berdoa, berzikir, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Semoga setiap Jumat yang kita jumpai menjadi penghapus dosa, pembuka pintu rezeki, penenang hati, dan penguat langkah menuju ridha Allah SWT.
07/08/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS TV
Zakat Menguatkan Indonesia
Penulis: M Hilmi Zuhdi
Penyaluran Manfaat, Kursi roda untuk ibu Nurbaiti
Penulis: M Hilmi Zuhdi






