Berita Terkini
BAZNAS Hadirkan Rumah Sehat Oksigen bagi Masyarakat Terdampak Asap Karhutla
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan Rumah Sehat Oksigen di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagai layanan bantuan oksigen dan rumah bebas asap bagi masyarakat terdampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rumah Sehat Oksigen BAZNAS berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 97, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Layanan ini beroperasi setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB, dengan menyediakan bantuan oksigen dan rumah bebas asap bagi masyarakat terdampak.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, kehadiran Rumah Sehat Oksigen merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak paparan asap.
“BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan mereka. Rumah Sehat Oksigen ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat yang terdampak asap agar mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menangani dampak karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Hingga 19 Oktober 2026, BAZNAS telah melakukan pemadaman di 12 titik serta menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat dan petugas terdampak.
“Dalam situasi karhutla, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Dampak asap juga perlu menjadi perhatian, sehingga bantuan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman,” katanya.
Dalam penanganan tersebut, BAZNAS mengerahkan 51 personel Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), didukung satu mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor. BAZNAS juga mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan yang bertugas memadamkan kebakaran.
Selain itu, BAZNAS menyalurkan makanan siap saji dan multivitamin di Samuda, Kotawaringin Timur, serta Kelurahan Raja, Pangkalan Bun. Bantuan masker juga didistribusikan di 27 lokasi, termasuk permukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren.
Sodik menambahkan, BAZNAS turut menyalurkan bantuan air bersih di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, termasuk Ogan Ilir dan Banyuasin. Berbagai bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus membantu petugas dan relawan selama proses penanganan karhutla.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan membantu mereka menghadapi situasi ini. BAZNAS akan terus mengupayakan dukungan kemanusiaan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
21/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Perkuat Layanan Mustahik, BAZNAS Bangun Tata Kelola Berbasis Sistem
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun tata kelola berbasis sistem dan berkelanjutan untuk memastikan penghimpunan dan penyaluran zakat tetap berjalan secara konsisten serta layanan bagi mustahik tidak bergantung pada kehadiran sosok atau pimpinan tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional BAZNAS RI Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
"Jangan sampai karena kita tidak ada, BAZNAS kemudian turun penghimpunannya, atau pesantren dan rumah sakit tertentu tidak mendapat alokasi dari BAZNAS," jelas Mahdum.
Menurutnya, tata kelola berbasis sistem diperlukan agar operasional BAZNAS tetap berjalan dan penyaluran bantuan kepada mustahik berlangsung secara konsisten, terlepas dari pergantian pimpinan maupun personel.
Selain itu, rotasi dan pemindahan posisi amil dinilai penting untuk mencegah stagnasi karier sekaligus memperluas pengalaman dalam menghadapi beragam persoalan di lapangan.
"Semakin banyak orang-orang yang hebat itu terdistribusi cepat, karena semakin banyak kompleks persoalan yang dia hadapi, maka amil akan semakin hebat," ujar Mahdum.
21/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Dirjen Kemendagri: Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif.
“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., mengatakan BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan.
“BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas.
Ia menambahkan, peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.
Pungkas turut menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.
“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia” dan dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.
15/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Agenda Pimpinan

Bangun Transparansi dan Sinergi, BAZNAS Depok Serahkan Laporan Kinerja kepada Kecamatan Sukmajaya
DEPOK – Dalam upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta sinergi dengan pemerintah wilayah, BAZNAS Kota Depok menyerahkan laporan kinerja kepada Kecamatan Sukmajaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kecamatan Sukmajaya pada Selasa (28/07/2026) dan dihadiri oleh Camat Sukmajaya, para pejabat Kecamatan, lurah se-Kecamatan Sukmajaya, serta jajaran BAZNAS Kota Depok.
Penyerahan laporan kinerja ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok dalam menyampaikan capaian program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada para pemangku kepentingan. Melalui forum tersebut, BAZNAS juga membuka ruang kolaborasi untuk memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sukmajaya.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kecamatan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat gerakan zakat di tingkat kewilayahan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kecamatan Sukmajaya dalam memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kota Depok. Ke depan, kami akan mengembangkan Program RW Ramah Zakat di wilayah Sukmajaya sebagai upaya membangun ekosistem zakat yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap kesadaran berzakat semakin meningkat dan manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Sementara itu, Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP., M.A., mengapresiasi langkah BAZNAS Kota Depok yang secara terbuka menyampaikan laporan kinerja sekaligus mengajak pemerintah wilayah untuk terus berkolaborasi dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan.
"Penyampaian laporan kinerja ini menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Depok dalam menjalankan amanah masyarakat secara profesional dan transparan. Kami menyambut baik rencana pelaksanaan Program RW Ramah Zakat di Kecamatan Sukmajaya dan siap mendukung agar program tersebut dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap Christine.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok berharap kolaborasi bersama Kecamatan Sukmajaya dan seluruh kelurahan dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program pemberdayaan, sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kota Depok juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat disalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran demi mewujudkan Kota Depok yang semakin sejahtera.
29-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

Perkuat Sinergi dengan Disdagin Depok, Wakil Ketua I BAZNAS Depok Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2025
Depok – BAZNAS Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyampaian Laporan Kinerja BAZNAS Kota Depok Tahun 2025 oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Disdagin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. K. Encep memaparkan berbagai capaian kinerja BAZNAS Kota Depok sepanjang tahun 2025, mulai dari penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), penyaluran kepada para mustahik melalui lima program unggulan, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Depok.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Depok, Dr. K. Encep, M.A., menyampaikan bahwa laporan kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus komitmen BAZNAS dalam menjaga transparansi dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Penyampaian laporan kinerja ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Depok untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Kami meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat akan semakin optimal apabila didukung oleh sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, termasuk Disdagin. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. K. Encep, M.A.
Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang dinilai konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Depok yang terus menunjukkan pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel. Program-program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga sinergi ini terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga Kota Depok," ungkap Widyati Riyandani.
Melalui penyampaian laporan kinerja ini, BAZNAS Kota Depok berharap sinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok semakin erat serta membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan.
BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang maju, inklusif, dan sejahtera.
13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi

Dukung Pemberdayaan Ekonomi, Ketua BAZNAS Kota Depok Hadiri Launching Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Depok – Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Program Pemberdayaan Pekerja Rentan (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan pada Senin, 13 Juli 2026, di Aula Teratai Lantai 1, Balai Kota Depok. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan berbagai mitra dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja rentan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, jajaran Pemerintah Kota Depok, BAZNAS Kota Depok, serta para pemangku kepentingan yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan.
Program PEKA merupakan inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang mengintegrasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan program pemberdayaan ekonomi. Melalui program ini, pekerja rentan diharapkan tidak hanya memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan taraf hidup melalui penguatan ekonomi produktif.
Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, S.E., M.M., mengapresiasi hadirnya Program PEKA sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program PEKA merupakan langkah strategis yang menggabungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ketika pekerja rentan mendapatkan jaminan perlindungan sekaligus kesempatan untuk berkembang secara ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin kuat. Pemerintah Kota Depok mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Depok yang semakin maju dan sejahtera," ujar Supian Suri.
Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menyampaikan bahwa Program PEKA menjadi salah satu inovasi dalam memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
"Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa pekerja rentan tidak hanya terlindungi dari risiko kerja, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh mitra menjadi kunci keberhasilan program ini," ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung berbagai program yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"BAZNAS Kota Depok percaya bahwa zakat memiliki peran besar dalam membangun kemandirian umat. Oleh karena itu, kami menyambut baik Program PEKA sebagai langkah kolaboratif yang tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi seperti ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Endang Ahmad Yani.
Selama ini, BAZNAS Kota Depok juga terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai program perlindungan bagi pekerja rentan dan pelaku UMKM binaan. Kehadiran BAZNAS dalam Launching Program PEKA menjadi bentuk komitmen untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di Kota Depok.
13-07-2026 | M Hilmi Zuhdi
Berita Pendistribusian

Senyum Penerima Manfaat Z-Auto BAZNAS, Ikhtiar Zakat Menggerakkan Kemandirian
Zakat tidak hanya menghadirkan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui Program Z-Auto, BAZNAS Kota Depok terus mendorong para mustahik yang memiliki keterampilan di bidang otomotif agar mampu mengembangkan usaha bengkel secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarganya.
Salah satu penerima manfaat Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok adalah Saudara Karyadi, warga Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Berkat dukungan berupa bantuan peralatan usaha, pendampingan, serta penguatan kapasitas, usaha bengkel yang dijalaninya kini berkembang lebih baik. Saat ini, Karyadi mampu memperoleh pendapatan rata-rata sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan, yang menjadi sumber nafkah utama bagi keluarganya.
Karyadi mengaku Program Z-Auto telah membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Menurutnya, bantuan yang diberikan BAZNAS bukan sekadar perlengkapan usaha, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus bekerja keras dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur menjadi penerima manfaat Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok. Bantuan ini membuat usaha bengkel saya semakin berkembang dan pelanggan bertambah. Dari usaha ini saya bisa memperoleh penghasilan sekitar tiga hingga empat juta rupiah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Semoga Allah membalas segala kebaikannya," ujar Karyadi (07/08/26)
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menegaskan bahwa Program Z-Auto merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat produktif yang bertujuan mengubah mustahik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.
"BAZNAS Kota Depok meyakini bahwa zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga harus mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat. Melalui Program Z-Auto, kami ingin menghadirkan peluang usaha yang berkelanjutan sehingga mustahik dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat ekonomi keluarga, bahkan diharapkan suatu saat mampu bertransformasi menjadi muzaki. Itulah esensi zakat yang memberdayakan," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Program Z-Auto BAZNAS Kota Depok merupakan program pemberdayaan ekonomi yang menyasar pelaku usaha bengkel sepeda motor dari kalangan mustahik. Program ini tidak hanya memberikan bantuan berupa peralatan kerja, tetapi juga pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, pembinaan manajemen, serta monitoring berkala agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Depok berharap para penerima manfaat mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan pelanggan, serta menciptakan usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. Kehadiran Z-Auto menjadi bukti bahwa dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dapat memberikan dampak nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
BAZNAS Kota Depok berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program-program pemberdayaan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan hadirnya zakat sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan dukungan para muzaki, Program Z-Auto diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kisah sukses seperti yang dialami Karyadi—sebuah senyum yang lahir dari ikhtiar, kerja keras, dan keberkahan zakat.
07/08/2026 | M Hilmi Zuhdi

Merajut Kepedulian, BAZNAS Depok Bersama Dinas PUPR Berbagi Kebahagiaan dengan A
BAZNAS Kota Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok kembali memperkuat sinergi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada anak yatim. Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan senilai Rp1.800.000 per anak dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (05/08/26) di Gedung Dinas PUPR Kota Depok.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat.
"Pembangunan sejati tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur yang kokoh, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Kota Depok, kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di lingkungan Pemerintah Kota Depok," ujar Yodi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perangkat daerah menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami mengapresiasi komitmen Dinas PUPR Kota Depok yang terus bersinergi bersama BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Santunan kepada 20 anak yatim ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan, memberikan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus menuntut ilmu, serta menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kebaikan ini," ujar Dr. Endang Ahmad Yani.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Depok akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, instansi, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem zakat yang berdampak luas.
"Kami meyakini bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung oleh sinergi lintas sektor, maka manfaatnya akan semakin besar. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok secara berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Depok dan Dinas PUPR berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
BAZNAS Kota Depok turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Depok. Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Kota Depok yang semakin sejahtera.
06/08/2026 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Depok Gelar Sosialisasi Zakat dan Serahkan Bantuan Pendidikan di Ponpes Tecno Medika Adzikra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok terus memperluas edukasi zakat kepada masyarakat sekaligus menyalurkan manfaat zakat dalam bidang pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Zakat dan Penyerahan Bantuan Pendidikan di Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Depok, Selasa, (02/09/25)
Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Depok, Dr. K.H . Encep M.A menyampaikan bahwa sosialisasi zakat menjadi agenda penting untuk meningkatkan kesadaran umat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Kami ingin para santri, orang tua, dan masyarakat memahami bahwa zakat yang dikelola secara baik akan memberikan manfaat luas, salah satunya melalui bantuan pendidikan ini,” ujar Encep
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua 1 BAZNAS Depok juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar dan peningkatan kualitas santri,
Pimpinan Pondok Pesantren Tecno Medika Adzikra, Dr. K.H Ahmad Sujai M.M mengapresiasi langkah BAZNAS Depok dalam mendukung dunia pendidikan pesantren.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS Depok atas bantuan pendidikan yang sangat bermanfaat bagi santri kami. Sinergi ini semakin memotivasi kami untuk mencetak generasi Islami yang cerdas, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Ahmad Sujai
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara BAZNAS Depok dan para pengurus pesantren mengenai peran zakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan
BAZNAS Depok berkomitmen untuk terus memperluas distribusi manfaat zakat, tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lain di Kota Depok, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi umat.
04/09/2025 | M Hilmi Zuhdi
Artikel Terbaru
Sedekah Jumat: Cara Simpel Anak Muda Bikin Hidup Lebih Bermakna
Di tengah kesibukan kuliah, kerja, mengejar karier, sampai nongkrong bareng teman, ada satu hal sederhana yang kadang kita lupakan: berbagi dengan sesama.
Sebagai anak muda, kita mungkin punya banyak keinginan. Ingin punya karier yang bagus, penghasilan yang stabil, bisa traveling, atau membeli barang yang sudah lama masuk wishlist. Semua itu sah-sah saja. Namun, pernah nggak kita berpikir bahwa di luar sana ada orang yang sedang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan makan hari ini?
Nah, salah satu cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian kita adalah melalui sedekah Jumat.
Nggak harus menunggu kaya, nggak perlu menunggu punya gaji besar, dan nggak harus selalu dalam jumlah banyak. Sebab, kebaikan bukan soal seberapa besar yang kita berikan, tetapi juga tentang ketulusan dan kepedulian yang kita tumbuhkan.
1. Sedekah Nggak Harus Nunggu Kaya
Pernah merasa ingin membantu orang lain, tetapi berpikir, “Nanti aja deh kalau sudah punya banyak uang”?
Kalau iya, kamu nggak sendirian. Banyak anak muda merasa bahwa sedekah baru bisa dilakukan ketika kondisi keuangan sudah mapan. Padahal, berbagi bisa dimulai dari hal kecil yang kita miliki sekarang.
Misalnya, menyisihkan sebagian uang jajan setiap Jumat, membelikan makanan untuk orang yang membutuhkan, atau ikut berdonasi melalui lembaga zakat yang terpercaya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”
(QS. Ali 'Imran: 92)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa berbagi merupakan bagian penting dari kebaikan. Jadi, jangan menunggu punya segalanya untuk mulai peduli. Mulailah dari apa yang kita mampu, dengan niat yang tulus.
2. Jumat Berkah, Bukan Sekadar Tren
Belakangan ini, istilah Jumat Berkah sering kita temui di media sosial. Ada yang membagikan makanan gratis, memberikan paket sembako, hingga menggalang donasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
Tren ini tentu bisa menjadi hal positif jika tidak berhenti pada konten semata, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Sedekah Jumat bisa menjadi kebiasaan baik yang kita bangun secara konsisten. Nggak perlu menunggu ada kegiatan besar atau mengumpulkan banyak orang. Kita bisa mulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu tetangga yang sedang kesulitan atau berbagi makanan dengan pekerja yang membutuhkan.
Yang terpenting, jangan sampai semangat berbagi hanya muncul ketika kamera menyala. Sebab, tujuan utama sedekah bukan mendapatkan pujian, melainkan membantu sesama dan mengharap rida Allah SWT.
3. Sedekah Bikin Hidup Lebih Bermakna
Kita sering mengukur kebahagiaan dari apa yang berhasil kita miliki. Punya barang baru, mendapatkan pekerjaan impian, atau mencapai target yang sudah lama direncanakan.
Namun, kebahagiaan juga bisa hadir ketika kita mampu membuat hidup orang lain sedikit lebih baik.
Bayangkan, uang yang mungkin terasa kecil bagi kita ternyata bisa membantu seseorang mendapatkan makanan. Bantuan sederhana yang kita berikan bisa menjadi dukungan bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menggambarkan betapa besar balasan yang Allah janjikan bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya.
Sedekah bukan berarti kita kehilangan sesuatu tanpa makna. Sebaliknya, sedekah mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain.
4. Mulai dari Nominal Kecil, Bangun Kebiasaan Besar
Jadi, bagaimana cara memulai sedekah Jumat bagi anak muda?
Gampang banget! Kamu bisa memulainya dengan beberapa langkah sederhana:
Sisihkan uang secara rutin. Tentukan nominal yang sesuai dengan kemampuanmu, tanpa mengabaikan kebutuhan pokok dan tanggung jawab lainnya.
Manfaatkan teknologi. Kamu bisa berdonasi melalui kanal resmi lembaga zakat atau organisasi sosial yang terpercaya.
Ajak teman untuk berbagi. Daripada hanya merencanakan nongkrong bareng, sesekali buat gerakan sedekah bersama.
Pilih penerima yang membutuhkan. Pastikan bantuan disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Jaga keikhlasan. Dokumentasi kegiatan boleh saja, tetapi tetap utamakan martabat dan privasi orang yang menerima bantuan.
Ingat, sedekah bukan kompetisi tentang siapa yang paling banyak memberi. Jangan sampai keinginan terlihat dermawan justru membuat kita lupa pada tujuan berbagi yang sesungguhnya.
5. Anak Muda Bukan Cuma Bisa Berkarya, tetapi Juga Berdaya
Anak muda sering disebut sebagai generasi yang kreatif, produktif, dan penuh gagasan. Kita punya akses teknologi, jaringan pertemanan, serta kesempatan untuk menciptakan banyak perubahan.
Potensi itu akan semakin bermakna ketika digunakan untuk membantu sesama.
Kita bisa memulai gerakan sedekah di kampus, komunitas pemuda, lingkungan tempat tinggal, atau tempat kerja. Bahkan, media sosial yang sehari-hari kita gunakan juga bisa menjadi sarana untuk menyebarkan edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah.
Bayangkan jika banyak anak muda mulai menyisihkan sedikit rezekinya secara rutin. Jika dilakukan bersama-sama, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi gerakan kepedulian sosial yang membawa manfaat lebih luas.
Sebab, pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang sukses membangun masa depannya sendiri, tetapi juga mereka yang mau ikut memikirkan masa depan orang lain.
Yuk, Jadikan Sedekah Jumat sebagai Kebiasaan!
Pada akhirnya, hidup yang bermakna bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, seberapa tinggi karier yang kita capai, atau seberapa banyak harta yang kita kumpulkan.
Hidup juga tentang berapa banyak kebaikan yang bisa kita hadirkan untuk sesama.
Jadi, Jumat ini, yuk coba sisihkan sebagian rezeki untuk berbagi. Nggak perlu menunggu kaya, nggak perlu menunggu sempurna, dan nggak perlu menunggu orang lain memulai lebih dulu.
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.
Karena bisa jadi, sesuatu yang kita anggap sederhana justru menjadi bantuan yang sangat berarti bagi orang lain.
Jumat berkah, saatnya anak muda bergerak, berbagi, dan menebar manfaat!
16/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Gen Z Tetap Islami di Era Digital: Ini Tipsnya
Menjadi Muslim yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Era digital telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga memahami agama. Melalui media sosial, Gen Z dapat mengakses ceramah, kajian Islam, dan berbagai konten edukatif hanya melalui layar ponsel. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, budaya pamer, perundungan siber, hingga kecenderungan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai dan dampaknya.
Lantas, bagaimana Gen Z bisa tetap menjalani kehidupan Islami di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat?
Jawabannya bukan dengan menjauhi teknologi, melainkan dengan menggunakannya secara bijak dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jadikan Al-Qur'an dan Salat sebagai Prioritas
Di tengah kesibukan belajar, berorganisasi, dan menikmati media sosial, Gen Z perlu menjaga hubungan dengan Allah SWT. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan membaca Al-Qur'an, menjaga salat lima waktu, serta meluangkan waktu untuk berdoa dan berzikir.
Jangan sampai kita begitu cepat merespons notifikasi ponsel, tetapi justru menunda panggilan untuk beribadah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Ankabut ayat 45 bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi untuk membangun perilaku yang baik.
Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari dan mengatur waktu penggunaan ponsel agar tidak mengganggu ibadah.
2. Bijak Memilih Konten dan Lingkungan Digital
Tidak semua konten yang populer membawa pengaruh positif. Sebagian konten dapat mendorong perilaku konsumtif, memicu perbandingan sosial, atau menormalisasi tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, Gen Z perlu lebih selektif dalam mengikuti akun, menonton video, dan berinteraksi di media sosial. Pilihlah konten yang menambah ilmu, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Penelitian UNICEF Indonesia dalam laporan Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Anak di Indonesia: Sebuah Kajian Dasar 2023, yang diterbitkan pada Februari 2025, menunjukkan bahwa anak-anak menghadapi berbagai risiko di internet, termasuk paparan konten yang tidak pantas dan perundungan siber. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kebiasaan digital yang aman dan bertanggung jawab.
3. Terapkan Tabayyun Sebelum Membagikan Informasi
Di era digital, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang viral dapat dipercaya, termasuk informasi yang mengatasnamakan agama.
Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan tabayyun, yaitu memeriksa dan mengklarifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar orang beriman memeriksa kebenaran suatu berita sehingga tidak merugikan orang lain karena ketidaktahuan.
Prinsip ini dapat diterapkan dengan memeriksa sumber berita, membaca informasi secara utuh, membandingkan keterangan dari sumber tepercaya, serta memastikan konteks sebelum membagikan sebuah unggahan.
Ingat, menjadi yang pertama membagikan berita bukanlah prestasi jika berita tersebut ternyata tidak benar. Menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab berarti berani berhenti sejenak untuk memeriksa kebenaran.
4. Jaga Adab dalam Berkomentar dan Berinteraksi
Kesalehan seseorang tidak hanya tercermin dari ibadahnya, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain. Nilai ini tetap berlaku di ruang digital.
Menghina orang lain, menyebarkan aib, melakukan perundungan siber, dan menulis komentar yang menyakitkan bukanlah perilaku yang sejalan dengan akhlak Islam.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Pesan ini diriwayatkan dalam hadis sahih, di antaranya Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Sebelum menulis komentar atau mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah tulisan ini bermanfaat, benar, dan disampaikan dengan cara yang baik?
Jika tidak, menahan diri bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Perbedaan pendapat tetap boleh disampaikan, tetapi hendaknya dilakukan dengan santun, argumentasi yang jelas, dan tanpa merendahkan orang lain.
5. Jangan Terjebak FOMO dan Budaya Membandingkan Diri
Media sosial sering menampilkan pencapaian, gaya hidup, penampilan, dan pengalaman terbaik seseorang. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat membuat kita merasa tertinggal dan terus membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Padahal, setiap orang memiliki perjalanan, kesempatan, dan ujian yang berbeda.
Islam mengajarkan pentingnya bersyukur, berikhtiar, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan. Gen Z boleh memiliki cita-cita besar, ingin berkembang, dan mengikuti tren positif, tetapi jangan sampai kehilangan arah hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai alat untuk mengukur harga diri. Fokuslah pada proses belajar, memperbaiki diri, membangun keterampilan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
6. Manfaatkan Teknologi untuk Belajar dan Berdakwah
Teknologi tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengembangkan diri dan menyebarkan kebaikan. Gen Z dapat memanfaatkannya untuk mengikuti kajian daring, membaca buku digital, mempelajari bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, hingga membuat konten edukatif.
Kementerian Agama RI juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi generasi muda agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab.
Salah satu contohnya dapat dilihat dalam upaya Kemenag memperkuat literasi digital bagi siswa dan santri pada 2026. Teknologi diharapkan tidak hanya membuat generasi muda cakap menggunakan perangkat digital, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Mulailah dengan membuat konten yang bermanfaat, membagikan pesan kebaikan yang sumbernya jelas, atau menggunakan keterampilan digital untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dakwah di era digital tidak selalu harus melalui ceramah panjang. Mengajak teman berbuat baik, menyebarkan informasi yang benar, dan memberikan contoh akhlak yang baik juga merupakan bentuk kontribusi positif.
7. Seimbangkan Kehidupan Digital dengan Kehidupan Nyata
Aktif di dunia digital tidak berarti harus selalu terhubung dengan layar. Gen Z tetap membutuhkan waktu untuk belajar, beristirahat, berolahraga, berkumpul dengan keluarga, bersosialisasi, dan berkontribusi di lingkungan sekitar.
Tetapkan batas penggunaan ponsel, terutama ketika sedang beribadah, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Luangkan pula waktu untuk mengikuti kegiatan positif di masjid, komunitas, organisasi kepemudaan, dan lingkungan masyarakat.
Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih produktif dan bermanfaat, bukan justru menguasai seluruh waktunya.
Pada akhirnya, kualitas kehidupan Islami tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang mengunggah konten keagamaan, tetapi juga oleh bagaimana ia menerapkan nilai-nilai Islam dalam tindakan nyata.
Tetap Relevan, Jangan Kehilangan Prinsip
Menjadi Gen Z yang Islami di era digital bukan berarti harus menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, generasi muda perlu menguasai teknologi, berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Mulailah dari hal sederhana: menjaga ibadah, memilih konten yang baik, memeriksa informasi sebelum membagikannya, menjaga adab ketika berkomentar, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
Sebab, menjadi Muslim yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat di media sosial, tetapi tentang bagaimana iman membimbing pilihan dan tindakan kita, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Jadilah Gen Z yang melek teknologi, kuat dalam prinsip, santun dalam berinteraksi, dan nyata dalam memberi manfaat. Karena dunia digital akan terus berubah, tetapi nilai kebaikan dan akhlak mulia harus tetap menjadi pegangan.
15/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
Peristiwa Islam Bulan Rabiul Akhir: 7 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Mengenal peristiwa Islam pada bulan Rabiul Akhir, mulai dari Ekspedisi Bahran hingga Pertempuran Hittin yang menjadi bagian penting dalam sejarah Islam.
Bulan Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Seperti bulan lainnya, Rabiul Akhir tidak memiliki ibadah khusus yang diwajibkan. Namun, sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan umat Islam tercatat terjadi atau dikaitkan dengan bulan ini.
Mempelajari peristiwa tersebut dapat membantu umat Islam mengenal perjalanan dakwah, kepemimpinan, dan perkembangan masyarakat Muslim dari masa ke masa. Berikut tujuh peristiwa penting dalam sejarah Islam yang berkaitan dengan bulan Rabiul Akhir.
7 Peristiwa Islam pada Bulan Rabiul Akhir
1. Peristiwa Bani Nadhir dan Turunnya Surah Al-Hasyr
Peristiwa Bani Nadhir merupakan salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan turunnya Surah Al-Hasyr. Bani Nadhir merupakan salah satu kelompok yang tinggal di sekitar Madinah dan kemudian meninggalkan wilayah tersebut setelah terjadi konflik dengan kaum Muslimin.
Peristiwa ini menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Muslim pada masa Rasulullah SAW dan memiliki kaitan dengan sejumlah ayat dalam Surah Al-Hasyr.
2. Ekspedisi Bahran
Ekspedisi Bahran atau Buhran berlangsung pada tahun ketiga Hijriah. Rasulullah SAW memimpin pasukan menuju wilayah Bahran di kawasan Hijaz. Ekspedisi tersebut tidak berakhir dengan pertempuran dan rombongan kemudian kembali ke Madinah.
Peristiwa ini menjadi salah satu catatan dalam perjalanan Rasulullah SAW dalam menjaga keamanan dan kehidupan masyarakat Muslim pada masa awal Islam.
3. Ekspedisi Muhammad bin Maslamah
Pada Rabiul Akhir tahun keenam Hijriah, Rasulullah SAW mengutus Muhammad bin Maslamah untuk memimpin ekspedisi menuju wilayah Dhu al-Qassah.
Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari berbagai langkah yang dilakukan Rasulullah SAW dalam menghadapi kondisi keamanan di sekitar Madinah.
4. Pengutusan Khalid bin Walid
Rabiul Akhir juga dikaitkan dengan pengutusan Khalid bin Walid kepada Bani al-Harits bin Ka'ab di wilayah Najran pada masa Rasulullah SAW.
Dalam peristiwa tersebut, Khalid bin Walid menjalankan tugas yang diberikan Rasulullah SAW untuk menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat setempat.
5. Wafatnya Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz merupakan salah satu khalifah dari Dinasti Umayyah yang memerintah pada 99 - 101 Hijriah. Ia dikenal dalam sejarah Islam karena perhatian terhadap keadilan dan pembenahan pemerintahan.
Wafatnya Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir dan menjadi bagian dari catatan sejarah kepemimpinan umat Islam.
6. Pertempuran Hittin
Pertempuran Hittin merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang berlangsung pada masa Salahuddin Al-Ayyubi. Pertempuran tersebut terjadi pada 583 Hijriah dan mempertemukan pasukan Salahuddin dengan pasukan Kerajaan Yerusalem.
Kemenangan pasukan Salahuddin dalam pertempuran ini menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang kemudian mengantarkan pada penguasaan kembali Yerusalem oleh pasukan Muslim.
7. Penaklukan Hims
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, wilayah Hims di Syam menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam perkembangan kekuasaan Islam. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan Rabiul Akhir pada tahun ke-15 Hijriah.
Peristiwa ini menunjukkan perkembangan wilayah pemerintahan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin sekaligus proses hubungan antara pemerintahan Muslim dan masyarakat di wilayah Syam.
Mengambil Pelajaran dari Sejarah Rabiul Akhir
Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sejarah Islam tidak hanya berkaitan dengan peperangan, tetapi juga mencakup dakwah, kepemimpinan, ekspedisi, dan perkembangan masyarakat.
Mempelajari sejarah Islam dapat membantu umat memahami bagaimana generasi terdahulu menghadapi berbagai tantangan. Nilai seperti kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menjalankan prinsip dapat menjadi pelajaran yang relevan hingga saat ini.
Meski demikian, Rabiul Akhir tidak perlu dipandang sebagai bulan dengan ibadah khusus. Umat Islam tetap dapat memperbanyak amal kebaikan seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan membantu sesama sebagaimana dapat dilakukan pada bulan-bulan lainnya.
Rabiul Akhir memiliki sejumlah catatan dalam perjalanan sejarah Islam, mulai dari berbagai ekspedisi pada masa Rasulullah SAW hingga perkembangan pemerintahan dan peristiwa besar pada masa setelahnya.
Dengan mempelajari sejarah secara tepat dan berdasarkan sumber yang tepercaya, umat Islam dapat mengenal perjalanan masa lalu sekaligus mengambil hikmah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
13/10/2026 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS TV
Zakat Menguatkan Indonesia
Penulis: M Hilmi Zuhdi
Penyaluran Manfaat, Kursi roda untuk ibu Nurbaiti
Penulis: M Hilmi Zuhdi






