Berita Terkini
BAZNAS Depok Gelar FGD: Kolaborasi Zakat untuk Pembangunan SDM Melalui Ekosistem Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Berbasis ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Program Pembangunan SDM Masyarakat Melalui Ekosistem Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Berbasis ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah)” pada Rabu, 12 November 2025 di RSUD KiSA. Depok, (12/11/25)
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara BAZNAS, Pemerintah Kota Depok, dan berbagai rumah sakit se-Kota Depok dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan manusia yang berkelanjutan.
FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari rumah sakit se-Kota Depok, unsur Pemerintah Kota Depok, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat. Para peserta berdiskusi mengenai strategi sinergi dan inovasi pengelolaan dana ZIS dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat di tiga sektor prioritas: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat harus ditempatkan sebagai motor penggerak pembangunan sosial yang nyata.
“BAZNAS Depok berkomitmen menjadikan ZIS bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga sebagai kekuatan sosial ekonomi yang mampu membangun ekosistem SDM unggul. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita ingin menghadirkan perubahan nyata di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat,” ujar Dr. Endang.
Sementara itu, Agung Sugiharti, S.Pd., M.Si, selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, memberikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Depok yang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit di Kota Depok.
“Program pembangunan SDM melalui ekosistem berbasis ZIS ini merupakan langkah konkret yang sejalan dengan visi Pemerintah Kota Depok tentang kesejahteraan masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan FGD ini, BAZNAS Depok menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan SDM yang sehat, cerdas, dan produktif. Kolaborasi dengan rumah sakit, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun ekosistem ZIS yang inklusif dan berkeadilan di Kota Depok.
13/11/2025 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Paparkan Konsep Jaminan Kesehatan Berbasis ZIS di Hadapan Direktur Rumah Sakit se-Kota Depok
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok memaparkan konsep Jaminan Kesehatan Berbasis Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit se-Kota Depok, bertempat di RSUD KiSA Depok. Depok, (12/11/25)
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Depok untuk memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi dana ZIS yang terarah, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, BAZNAS Depok memperkenalkan model kolaborasi baru yang mengintegrasikan pengelolaan dana zakat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera. Program ini diharapkan mampu menjadi jaminan perlindungan kesehatan berbasis solidaritas sosial dan keadilan umat.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M, menjelaskan bahwa program jaminan kesehatan berbasis ZIS merupakan bentuk nyata peran zakat dalam mendukung sektor kesehatan publik.
“Selama ini, zakat sering dipahami hanya dalam konteks bantuan langsung. Padahal, ZIS memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi instrumen jaminan sosial. Melalui kolaborasi dengan rumah sakit, BAZNAS Depok berupaya memastikan masyarakat prasejahtera dapat mengakses layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” ujar Dr. Endang.
“Inilah wujud nyata zakat yang tidak hanya menolong, tetapi juga memberdayakan,” tambahnya.
Sementara itu, dr. Agus Gojali, Direktur RSUD KiSA Depok, memberikan testimoni positif terhadap kemitraan antara rumah sakit dan BAZNAS Depok dalam pelaksanaan program berbasis ZIS.
“Kami telah merasakan langsung manfaat sinergi dengan BAZNAS Depok, terutama dalam membantu pasien-pasien yang kesulitan biaya pengobatan. Program ini benar-benar menghadirkan keadilan sosial yang nyata di lapangan, dan kami berharap kerja sama ini terus diperluas ke seluruh rumah sakit di Kota Depok,” ungkap dr. Agus.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Depok menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem kesehatan berbasis ZIS yang melibatkan seluruh rumah sakit, lembaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem jaminan kesehatan alternatif yang inklusif, adil, dan sesuai dengan prinsip kesejahteraan umat.
13/11/2025 | M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Depok Berikan 100 Bantuan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan dan Pelaku UMKM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok memberikan bantuan 100 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Depok, (12/11/25)
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pembangunan SDM Melalui Ekosistem Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Berbasis ZIS”, yang digelar di RSUD KiSA Depok.
Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Depok dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja yang belum memiliki akses terhadap jaminan ketenagakerjaan. Melalui dukungan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS berperan aktif melindungi para pekerja dari risiko sosial dan ekonomi yang dapat mengganggu keberlanjutan usaha serta kesejahteraan keluarga.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M, menyampaikan bahwa bantuan jaminan sosial ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pengelolaan zakat yang produktif.
“Pekerja rentan dan pelaku UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Mereka berkontribusi besar terhadap perekonomian, namun seringkali belum terlindungi secara sosial. Melalui program ini, BAZNAS Depok ingin memastikan mereka mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan yang layak dan berkelanjutan,” ujar Dr. Endang.
“Inilah bentuk nyata peran zakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membangun SDM yang berdaya dan sejahtera,” tambahnya.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi konsep ekosistem ekonomi berbasis ZIS yang tengah dikembangkan oleh BAZNAS Depok, di mana zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi fondasi pembangunan sosial dan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui langkah ini, BAZNAS Depok berharap sinergi dengan berbagai pihak termasuk BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat dalam rangka mewujudkan Kota Depok yang lebih maju, berkeadilan, dan sejahtera.
13/11/2025 | M Hilmi Zuhdi
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Depok Paparkan Konsep Pemberdayaan Ekonomi di Halal Bazar MUI 2025
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., memaparkan konsep pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, infak, dan sedekah pada kegiatan Halal Bazar 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Acara ini berlangsung di Depok Open Space dengan mengusung tema “Kolaborasi Strategis Menuju Lahirnya Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Kota Depok.”
Dalam paparannya, Dr. Endang menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi umat harus dibangun melalui sinergi berbagai pihak, baik lembaga zakat, organisasi keagamaan, dunia usaha, maupun pemerintah. “BAZNAS Depok mendorong agar zakat tidak hanya berhenti pada penyaluran konsumtif, tetapi diarahkan untuk program produktif. Dengan begitu, kita bisa mencetak para mustahik menjadi muzakki baru melalui ekosistem ekonomi syariah yang kuat,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani
Sementara itu, Ketua MUI Kota Depok K.H Syihabuddin Ahmad menyambut baik langkah kolaborasi yang diinisiasi dalam acara ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran pusat inkubasi bisnis syariah sebagai motor penggerak kemandirian umat. “Halal BAazar 2025 ini bukan hanya ajang promosi produk halal, tetapi momentum membangun ekosistem bisnis syariah di Depok. Dengan adanya pusat inkubasi bisnis syariah MUI, kami berharap lahir generasi wirausaha muslim yang berdaya saing dan berkarakter islami,” ujarnya
Acara Halal BAazar 2025 menghadirkan beragam produk halal dari pelaku UMKM Kota Depok serta sesi diskusi strategis yang menghadirkan berbagai narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara MUI, BAZNAS, dan para pelaku usaha dapat semakin menguatkan ekonomi umat, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi syariah di Kota Depok
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Mohamad Tamrin, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Halal Baazar 2025. Ia menyebut kegiatan ini selaras dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis syariah. “DKUM siap bersinergi dengan MUI dan BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan UMKM halal di Depok. Kehadiran pusat inkubasi bisnis syariah akan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha untuk berkembang sekaligus menjaga nilai-nilai syariah dalam berbisnis,” jelasnya
Acara Halal BAazar 2025 menghadirkan beragam produk halal dari pelaku UMKM Kota Depok serta sesi diskusi strategis yang menghadirkan berbagai narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara MUI, BAZNAS, Pemerintah Kota, dan para pelaku usaha dapat semakin menguatkan ekonomi umat, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi syariah di Kota Depok
24-09-2025 | M Hilmi Zuhdi

Ketua BAZNAS Depok Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., mendorong agar masjid dapat mengambil peran lebih besar dalam pemberdayaan ekonomi umat. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok. Selasa, (23/09/25)
Dalam materinya bertema Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, beliau menekankan pentingnya mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk program-program produktif
“Masjid jangan hanya berhenti sebagai pusat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban umat. Melalui pengelolaan ZIS yang profesional, masjid bisa membantu jamaah mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” ungkap Endang
Kegiatan ini diikuti para pengurus BKM, penyuluh agama serta kepala KUA dibawah naungan Kemenag Kota Depok.
Kepala Kemenag Kota Depok H. Enjat Mujiat S.Ag., M.H menyambut baik gagasan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah
“Kami mengapresiasi peran BAZNAS yang menghadirkan perspektif baru bagi pengurus masjid. Revitalisasi BKM ini diharapkan dapat menjadikan masjid bukan hanya makmur dalam ibadah, tetapi juga berdaya dalam menggerakkan ekonomi umat. Masjid yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,” ujar Enjat
Kemenag Kota Depok turut memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam menghadirkan konsep pemberdayaan yang konkret bagi pengurus masjid, “Dengan adanya sinergi antara Kemenag, BAZNAS, dan BKM, diharapkan masjid di Kota Depok dapat berkembang tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial Masyarakat” Ujarnya
23-09-2025 | M Hilmi Zuhdi

Ketua BAZNAS Depok Jalin Silaturahmi ke RS Citra Ar Rafiq Sawangan, Bahas Ekosistem Kesehatan Berbasis ZIS dan Pembentukan UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok melaksanakan silaturahmi ke Rumah Sakit Citra Ar Rafiq Sawangan, Selasa (02/09/2025). Pertemuan ini menjadi ajang sinergi untuk membangun ekosistem kesehatan berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta membahas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan rumah sakit.
Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani. M.M menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya di sektor kesehatan.
“Silaturahmi ini menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi. Melalui UPZ di rumah sakit, kita berharap bisa menguatkan gerakan zakat dan menyalurkannya kembali untuk pelayanan kesehatan umat, terutama bagi masyarakat dhuafa yang membutuhkan,” ujar Endang Ahmad Yani
Selanjutnya Ketua BAZNAS Depok menyampaikan “melalui kerja sama ini, saya berharap pembentukan UPZ di rumah sakit dapat menjadi model percontohan pengelolaan zakat yang berdampak langsung, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di bidang Kesehatan” ujar Endang Ahmad Yani
Direktur RS Citra Ar Rafiq Sawangan, dr. Lilis Kurnia Rahmawati, MARS menyambut baik inisiatif BAZNAS Depok. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan peduli terhadap masyarakat kurang mampu.
“Kami menyambut baik silaturahmi dan gagasan dari BAZNAS Depok. Dengan adanya UPZ di RS Citra Ar Rafiq, kami berharap dapat memberikan akses yang lebih luas bagi karyawan maupun masyarakat untuk menunaikan ZIS. Dana yang terhimpun nantinya bisa mendukung pasien yang membutuhkan bantuan biaya kesehatan,” ungkap dr. Lilis Kurnia Rahmawati
Melalui pertemuan ini, BAZNAS Depok berharap dapat memperluas jangkauan UPZ di berbagai sektor, khususnya layanan kesehatan. Dengan ekosistem berbasis ZIS, diharapkan terbentuk rantai kebaikan yang tidak hanya membantu pasien, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat.
03-09-2025 | M Hilmi Zuhdi
Berita Pendistribusian

Pemkot & Baznas Depok Santuni 630 Anak Yatim
Badan Amil Zakat (BAZNAS) & Pemerintah Kota (PEMKOT) Depok menggelar kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, yang dirangkai dengan pemberian santunan anak yatim se-Kota Depok di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Selasa (15/07/2025).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati tahun baru Islam, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam.
Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan para pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr Supian Suri, Ketua BAZNAS Kota Depok Dr Endang Ahmad yani, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, ASN dilingkungan pemerintah kota serta para tamu undangan lainnya.
“Melalui kegiatan dengan tema semangat hijrah dalam mewujudkan Depok Maju ini, kita ingin menanamkan semangat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai komitmen mewujudkan Kota Depok Maju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Depok, Mangnguluang Mansur.
Pemkot Depok, bekerja sama dengan Baznas Kota Depok, memberikan santunan kepada 630 anak yatim yang tersebar di 11 kecamatan. Selain uang santunan, anak yatim juga menerima paket perlengkapan sekolah, dengan total nominal mencapai Rp 142 juta.
Ketua BAZNAS Depok Dr Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan BAZNAS Depok menjadi satu keharusan,
“BAZNAS sebagai Lembaga pemerintah non struktur sudah semestinya terus bersinergi dengan pemerintah kota agar cita-cita mensejahterakan Masyarakat bisa terwujud secara maksimal” ucap Endang Ahmad yani
16/07/2025 | M Hilmi Zuhdi

BAZNAS Depok Berikan Bantuan Biaya PengobatanBerkelainan Khusus
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok Bersama Direktur Utama RS GPI menyerahkan bantuan biaya pengobatan untuk bayi ibu Nurhayati yang Bernama Nawal Alya Syakira yang berumur 5 bulan 27 hari yang diagnose mengalami kelainan kerongkongan (atresia esofagus). Bantuan yang diberikan pada Jum’at (11/07/25) itu, berupa uang tunai sebesar Rp 1.500.000 untuk kebutuhan pengobatan Nawal Alya Syakira.
Nawal Alya Syakira didiagnosa mengalami penyakit atresia esofagus yaitu kelainan bawaan lahir di mana saluran esofagus (kerongkongan) tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga tidak terhubung dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan tidak bisa mencapai lambung, dan bayi mungkin juga mengalami kesulitan bernapas. Sehari-hari ibu Nurhayati bekerja sebagai ibu rumah tanggdan dan suaminya bekerja sebagai driver ojek online. Hasil dari pekerjaannya hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga sehingga tidak memiliki biaya pengobatan.
“Saya berterima kasih kepada Baznas Kota Depok yang telah membantu Nawal agar bisa terus berobat, doakan nawal agar Kembali sehat dan bisa menjadi anak yang tumbuh sebagaimana mestinya, Rabu (02/07/25).
Sementara itu, Ketua BAZNAS Depok, Dr. Endang Ahmad Yani mengatakan, melalui program Depok Sehat, pihaknya akan terus membantu masyarakat duafa. Imbuhnya, hadirnya Baznas harus bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan.
“Melalui dana-dana yang terhimpun di BAZNAS Depok, kami akan salurkan dana tersebut kepada masyarakat duafa yang membutuhkan melalui 5 pilar program. Salah satunya adalah Depok Sehat, agar bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kota Depok,” ujarnya.
Direktur Utama RS GPI, dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua yang turut menyerahkan bantuan tersebut merasa terharu oleh perjuangan Ibu Nurkhayati yang terus berjuang demi anaknya “Saya merasa terharu dan bangga atas perjuangan yang terus diupayakan oleh orangtua Nawal, ditengah keterbatasan BAZNAS Depok hadir memberikan solusi agar Nawal bisa menjalani pengobatan yang maksimal” Ucap dr. Kukun Masykur
Peneyrahan bantuan tersebut dilakanakan pada acara Gethering BAZNAS Depok juga dilakukan di RS GPI, yang turut dihadiri oleh Hj Imas Masiti (TP PKK Kota Depok), Dr. Endang Ahmad Yani. S.E., M.M (Ketua BAZNAS Kota Depok), dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua (Direktur Utama RS GPI), Firsa (Ketua Yayasan Permata Hisyam Rahman) serta Para Muzaki dan Mustahik BAZNAS Depok
11/07/2025 | M Hilmi Zuhdi
Artikel Terbaru
Peran LAZISMU UMJ dalam Penguatan Pemahaman Fikih Zakat untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Zakat Nasional
Penguatan pemahaman fikih zakat merupakan fondasi utama dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar memiliki potensi zakat yang sangat besar. Namun, potensi tersebut belum tercapai optimal karena masih banyak masyarakat yang memahami zakat secara minimal, sebatas kewajiban ritual tahunan. Rendahnya literasi fikih zakat menyebabkan masyarakat kurang memahami siapa yang wajib membayar zakat, jenis harta apa yang wajib dizakati, serta bagaimana mekanisme pendistribusian yang tepat. Di sinilah peran lembaga amil zakat, termasuk LAZISMU di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menjadi penting sebagai motor edukasi dan pengelolaan zakat nasional.
Pengelolaan zakat di LAZISMU UMJ mencerminkan implementasi tata kelola zakat yang mengintegrasikan nilai syariah, profesionalisme, dan akuntabilitas. Lembaga ini bukan hanya wadah penghimpunan dana zakat, tetapi juga bagian dari misi dakwah dan kepedulian sosial yang menjadi karakter Muhammadiyah. Sumber penghimpunan dana zakat berasal dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan para peneliti yang memiliki tingkat literasi zakat relatif tinggi. Mereka secara konsisten membayarkan zakat profesi, sehingga menopang stabilitas keuangan lembaga zakat kampus ini.
Selain sumber internal UMJ, kontribusi zakat juga datang dari masyarakat luar, terutama dari rekanan dosen, kolega akademis, dan mitra penelitian yang mempercayakan pengelolaan zakat mereka kepada LAZISMU UMJ. Kepercayaan ini terbentuk karena transparansi dan profesionalisme lembaga dalam mengelola dana zakat sesuai ketentuan fikih. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi akademik UMJ turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan publik.
Dalam aspek operasional, LAZISMU UMJ dijalankan oleh amil zakat profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan pemahaman fikih zakat yang baik. Amil berhak menerima 12,5 persen dari dana zakat sesuai dengan ketentuan syariat. Hak amil ini merupakan bentuk penghargaan atas profesionalisme mereka dalam memastikan seluruh proses administrasi, penghimpunan, pendataan, hingga penyaluran zakat berjalan secara efektif. Prinsip tata kelola modern terlihat pada digitalisasi administrasi, pencatatan laporan keuangan, serta asesmen kebutuhan mustahiq yang dilakukan dengan pendekatan ilmiah.
Dalam pendistribusian zakat, LAZISMU UMJ mengembangkan berbagai program yang mencakup bantuan konsumtif, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan pendidikan. Salah satu program unggulan adalah pemberian bantuan pendidikan bagi anak karyawan dan dosen UMJ yang menghadapi kendala biaya kuliah. Melalui bantuan ini, beban ekonomi keluarga menjadi lebih ringan, dan keberlanjutan pendidikan dapat terjamin. Selain membantu dari aspek finansial, program ini memperkuat rasa kebersamaan antara sivitas akademika dan lembaga.
Tidak hanya itu, LAZISMU UMJ juga memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa dalam negeri dengan latar ekonomi lemah, khususnya dari wilayah yang belum berkembang. Zakat pendidikan ini menjadi instrumen mobilitas sosial yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi dan memperbaiki kualitas hidup mereka. Dengan demikian, zakat berfungsi sebagai mekanisme pemerataan kesempatan di bidang pendidikan.
LAZISMU UMJ memperluas manfaat zakat kepada mahasiswa internasional yang sedang menempuh studi di UMJ seperti mahasiswa dari Kamboja, Thailand, dan Suriah. Sebagai bantuan tambahan biaya hidup mereka yang datang ke Indonesia untuk mencari kualitas pendidikan Islam yang lebih baik. Melalui bantuan zakat, mahasiswa internasional dapat menyelesaikan studi tanpa terbebani masalah biaya. Hal ini bukan hanya menunjukkan solidaritas kemanusiaan universal, tetapi juga memperkuat peran UMJ dalam diplomasi pendidikan dunia Islam. Keberadaan mahasiswa asing juga memberikan warna baru pada dinamika akademik di UMJ melalui interaksi multikultural yang memperkaya wawasan seluruh sivitas akademika.
Menurut Ketua LAZISMU UMJ Bapak Drs. Tajudin, M.A. menegaskan dalam wawancara yang saya lakukan bahwa selain fokus pada aspek pendidikan dan pemberdayaan sosial, LAZISMU UMJ juga menyalurkan sebagian dana zakat untuk mendukung sarana peribadatan, terutama masjid dan mushalla di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Dukungan ini diberikan karena masjid merupakan pusat aktivitas keagamaan, pendidikan spiritual, dan penguatan nilai-nilai sosial bagi umat Islam. Dalam konteks fikih, bantuan untuk masjid dapat disalurkan melalui mekanisme fi sabilillah, yaitu kelompok penerima zakat yang berkaitan dengan kepentingan kemaslahatan umat dan dakwah Islam.
Pendistribusian zakat untuk sarana peribadatan mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari perbaikan fisik masjid, pengadaan perlengkapan ibadah, hingga peningkatan fasilitas yang menunjang kenyamanan jamaah, seperti renovasi tempat wudhu, sound system, karpet, dan sarana kebersihan. LAZISMU UMJ memastikan bahwa setiap bentuk bantuan tersebut diawali dengan asesmen kebutuhan sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi jamaah.
Di lingkungan UMJ sendiri, masjid kampus memegang peran strategis sebagai ruang pembinaan spiritual bagi mahasiswa, dosen, tendik, serta masyarakat sekitar. Melalui dukungan zakat, kegiatan keagamaan seperti kajian rutin, pembinaan mahasiswa asing, pelatihan ibadah, hingga perayaan hari besar Islam dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi mengurangi kemiskinan, tetapi juga memperkuat kehidupan beragama dan membangun suasana kampus yang religius dan berkarakter.
Kolaborasi LAZISMU dengan fakultas, pusat penelitian, dan organisasi kemahasiswaan semakin memperkuat efektivitas pengelolaan zakat. Pendekatan ilmiah digunakan untuk memastikan bahwa pendistribusian zakat tepat sasaran dan berbasis data. Sinergi ini membuat zakat tidak hanya menjadi mekanisme finansial, tetapi juga instrumen pembelajaran sosial bagi kampus. Melalui program pendampingan, pelatihan pengelolaan zakat profesi, hingga program pemberdayaan UMKM, LAZISMU UMJ membantu mustahiq agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Pendekatan pemberdayaan ini memperjelas orientasi zakat dari sekadar bantuan langsung menjadi instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Di sisi edukasi, LAZISMU UMJ berfungsi sebagai pusat literasi fikih zakat. Forum ilmiah, pelatihan, dan kegiatan akademik menjadi sarana bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat untuk mendalami zakat dalam perspektif hukum Islam maupun ekonomi kontemporer. Zakat profesi, zakat perusahaan, zakat perdagangan, dan berbagai isu kontemporer dibahas secara akademis sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang relevan dengan kondisi modern. Dengan demikian, LAZISMU berperan sebagai penyambung antara teori fikih klasik dan problematika masyarakat Muslim saat ini.
Selain itu, LAZISMU UMJ mendorong penggunaan teknologi digital dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat. Digitalisasi ini meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepercayaan publik. Sistem digital memudahkan proses pembayaran zakat, mengurangi kesalahan administratif, dan mempercepat penyaluran kepada penerima manfaat. Di era digital dan ekonomi modern, sistem ini menjadi keharusan bagi lembaga amil zakat untuk terus relevan dan dipercaya oleh masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, zakat memiliki posisi strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial. Namun pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional dan didukung literasi zakat yang kuat. LAZISMU UMJ menunjukkan bahwa lembaga zakat berbasis kampus mampu menjadi model pengelolaan yang sangat baik: menggabungkan syariat, profesionalisme, riset, dan digitalisasi. Ketika masyarakat memahami zakat secara benar dan lembaga amil bekerja secara profesional, potensi zakat dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan umat.
Secara keseluruhan, peran LAZISMU UMJ dalam penguatan pemahaman fikih zakat bukan hanya relevan sebagai proyek akademik, tetapi menjadi kebutuhan nasional. Dengan mengintegrasikan nilai keagamaan, keilmuan, dan pemberdayaan sosial, LAZISMU UMJ memberikan contoh bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Melalui edukasi, pendampingan, inovasi digital, dan distribusi zakat berbasis pemberdayaan, LAZISMU UMJ membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi energi sosial yang mampu mendorong perubahan dalam skala lokal, nasional, hingga internasional.
Penulis Vera Marliana
Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta
11/12/2025 | Vera Marliana
Hari Pahlawan 10 November: Meneladani Semangat Juang dalam Kebaikan
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada makna perjuangan. Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat pengorbanan di tengah kehidupan kita hari ini. Di masa kemerdekaan, pahlawan berjuang mengangkat senjata dan mempertaruhkan nyawa. Kini, perjuangan itu hadir dalam bentuk yang berbeda bukan lagi di medan perang, tetapi di tengah masyarakat, lewat kepedulian, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sosial.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman;
"Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (QS. Ali Imran: 169)
Ayat ini mengingatkan bahwa perjuangan di jalan kebaikan tidak pernah sia-sia. Pengorbanan para pahlawan, baik di masa lalu maupun masa kini, selalu dicatat sebagai amal mulia di sisi Allah. Karena sejatinya, pahlawan bukan hanya mereka yang gugur di medan tempur, tetapi juga siapa pun yang mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat.
Semangat kepahlawanan itu pula yang menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga sosial seperti BAZNAS. Dalam kesehariannya, perjuangan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bukan hanya soal administrasi bantuan, tapi tentang menegakkan nilai kemanusiaan dan menebar rahmat bagi sesama. Ada jiwa keikhlasan dan dedikasi yang sama dengan perjuangan para pahlawan hanya bentuknya yang kini berubah menjadi perjuangan melawan kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakpedulian.
Hari Pahlawan seharusnya menjadi ruang refleksi bagi kita semua: sudahkah kita berbuat sesuatu untuk orang lain? Sudahkah semangat gotong royong itu hidup dalam keseharian kita? Sebab, dalam kehidupan modern yang serba sibuk, kadang kita lupa bahwa menjadi “pahlawan” tidak selalu berarti melakukan hal besar. Kadang cukup dengan membantu sesama, berbagi rezeki, atau bahkan menjaga kejujuran di pekerjaan semua itu adalah bentuk kecil dari perjuangan yang bermakna.
Generasi muda hari ini punya peran penting untuk melanjutkan semangat itu. Bukan dengan mengangkat senjata, tapi dengan ide, karya, dan empati. Dengan keterampilan dan semangat berbagi, mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi banyak orang. Di sinilah semangat kepahlawanan menemukan wujud barunya: bukan perang fisik, melainkan perjuangan untuk memanusiakan manusia.
Hari Pahlawan bukan tentang masa lalu yang jauh, tetapi tentang keberanian yang masih bisa kita hidupkan hari ini. Semoga semangat mereka terus menyala dalam setiap langkah kebaikan, setiap niat tulus untuk berbagi, dan setiap upaya memperjuangkan kesejahteraan umat.
Karena pada akhirnya, setiap orang bisa menjadi pahlawan bagi keluarga, bagi lingkungan, dan bagi bangsanya.
10/11/2025 | Mahmuddah Widya Damayanti
Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Kepedulian Sosial
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yaitu sebuah momen penting yang menjadi simbol persatuan dan tekad anak muda untuk membangun negeri. Pada tahun 1928, para pemuda dari berbagai daerah berikrar untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Ikrar itu bukan sekadar kalimat sejarah, tapi semangat yang terus hidup hingga kini.
Di masa sekarang, semangat Sumpah Pemuda bisa diwujudkan dalam banyak hal. Salah satunya lewat kepedulian sosial. Gotong royong dan saling membantu menjadi wujud nyata dari persatuan yang dulu diperjuangkan para pemuda. Ketika kita menolong sesama, berbagi rezeki, atau ikut dalam kegiatan sosial, sebenarnya kita sedang melanjutkan semangat yang sama, semangat untuk bersatu dan membawa manfaat bagi orang lain.
Kepedulian sosial juga menjadi nilai penting yang sejalan dengan peran BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui ZIS, masyarakat diajak untuk berbagi kepada yang membutuhkan dan memperkuat ikatan sosial di tengah perbedaan. Dengan cara ini, semangat persatuan yang dulu digaungkan para pemuda tidak hanya diingat, tapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
Generasi muda hari ini memiliki peran besar untuk menjaga semangat itu tetap hidup. Di tengah era digital dan perubahan zaman yang cepat, pemuda bisa menjadi agen kebaikan seperti menginspirasi orang lain untuk peduli, berbuat, dan berbagi. Satu langkah kecil dalam kebaikan bisa memberi dampak besar bagi banyak orang.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa lahir dari kebersamaan. Jika setiap individu mau bersatu dan peduli terhadap sesama, maka cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera bukanlah hal yang jauh untuk dicapai. Mari kita terus menyalakan semangat Sumpah Pemuda dengan cara yang sederhana namun bermakna, lewat kepedulian dan kebaikan kepada sesama.
30/10/2025 | Muzdalifah Ar'robby
BAZNAS TV
Piala Wali Kota Remaja Melek Al-Quran 2025
Penulis: M Hilmi Zuhdi
Cerita Calista - Penerima bantuan Al Quran Braille - BAZNAS Kota Depok
Penulis: M Hilmi Zuhdi






