Raihlah Ikhlas dan Takwa dari Ibadah Kurban
08/04/2026 | Penulis: M Hilmi Zuhdi
Foto AI Generator
Menyembelih Kurban adalah suatu ibadah yang mulia dan bentuk pendekatan diri pada Allah. Bahkan, seringkali ibadah Kurban digandengkan dengan ibadah shalat, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.”
Firman Allah dalam Surah Al-An’am ayat 162 juga menegaskan:
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, nusuk-ku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.”
Di antara tafsiran an-nusuk adalah sembelihan, menurut pendapat Ibnu ‘Abbas, Sa’id bin Jubair, Mujahid, dan Ibnu Qutaibah. Az Zajaj menyatakan bahwa makna an-nusuk adalah segala sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah, namun umumnya digunakan untuk sembelihan.
Namun, yang perlu kita pahami adalah bahwa yang ingin dicapai dari ibadah kurban bukan hanya daging atau darahnya, tetapi keikhlasan dan ketakwaan. Firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37 menyatakan:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu, dan Dialah yang pantas diagungkan. Yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya), dan niat yang sholih. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”.
Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban: ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah menjadi rutinitas tahunan.
Dalam konteks ini, penting bagi umat Islam untuk merenungkan makna yang lebih dalam dari ibadah kurban. Sembelihan yang dilakukan bukanlah sekadar tindakan mekanis, tetapi ekspresi dari pengabdian dan kesadaran akan keikhlasan kepada Allah Ta’ala.
Bahkan, terkait dengan peribadatan dalam membelanjakan harta halal, memadukan praktik ber qurban dengan investasi yang sesuai syariah juga merupakan bentuk yang sangat bermakna dalam mencapai keberkahan finansial. Dengan memilih investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, kita tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam, tetapi juga mengelola keuangan dengan bijaksana dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, sembelihan kurban bukan hanya tentang pengorbanan hewan semata, tetapi juga tentang pengorbanan hati yang ikhlas kepada Allah dan penuh dengan ketakwaan. Melalui ibadah kurban yang dilakukan dengan keikhlasan dan niat yang tulus, serta pengelolaan keuangan yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah, kita dapat meraih berkah dan keberkahan dalam hidup kita serta mendekatkan diri pada ridha Allah
Artikel Lainnya
Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dalam Ekonomi Islam
Mencari Nafkah Dapat Menggugurkan Dosa
Sejarah Penting di Bulan Rabiul Awal dalam Islam
Titipan (Wadiah) di Dalam Ekonomi Islam
BAZNAS dan Upaya Mengentaskan Kemiskinan melalui Dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS)
Bulan Rajab: Momentum Memperkuat Kepedulian dan Semangat Berbagi
Menyucikan Harta, Meringankan Jiwa: Hikmah Zakat Maal untuk Kesehatan Mental dan Spiritual Muzaki
Zakat, Infak, dan Sedekah: Pilar Spiritual dan Sosial Menuju Depok yang Penuh Berkah
Peran LAZISMU UMJ dalam Penguatan Pemahaman Fikih Zakat untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Zakat Nasional
Satu Nusa Satu Bangsa !
Hari Pahlawan 10 November: Meneladani Semangat Juang dalam Kebaikan
Memahami 8 Asnaf: Menyalurkan Zakat Secara Tepat dan Memberi Dampak Nyata
Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Kepedulian Sosial
Global Sumud Flotilla: Pelayaran Ketabahan Menembus Blokade Gaza
Kefakiran Dekat Dengan Kekufuran?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Depok.
Lihat Daftar Rekening →