WhatsApp Icon
BAZNAS Depok Berikan Bantuan Pendidikan pada Launching Posyandu 6 SPM Kelurahan Pangkalan Jati Baru

BAZNAS Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan pendidikan kepada delapan anak pada acara Launching Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Selasa (12/05/2026).

Bantuan pendidikan tersebut diberikan secara simbolis kepada delapan penerima manfaat, dengan masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyerahan bantuan berlangsung di sela-sela kegiatan launching Posyandu 6 SPM yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua TP Posyandu Kota Depok Cing Ikah, Camat Cinere, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Kegiatan Launching Posyandu 6 SPM Pangkalan Jati Baru ini membahas penguatan enam bidang layanan dasar dalam Posyandu sebagai implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta layanan sosial.

Program Posyandu 6 SPM tersebut menjadi upaya integrasi pelayanan masyarakat berbasis keluarga agar kebutuhan dasar warga dapat terlayani secara lebih optimal, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat kelurahan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang kini semakin berkembang dan terintegrasi.

“Posyandu hari ini tidak lagi hanya berbicara soal kesehatan ibu dan anak, tetapi sudah menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis keluarga. Kehadiran Posyandu 6 SPM menjadi langkah nyata dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan merata,” ujar Supian Suri.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk BAZNAS Depok, yang turut mendukung program-program sosial dan pendidikan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Depok Endang Ahmad Yani menyampaikan bahwa bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata BAZNAS terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“BAZNAS Depok berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita, sekaligus mendukung penguatan layanan sosial melalui Posyandu 6 SPM,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Posyandu, dan BAZNAS, diharapkan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga Kota Depok secara menyeluruh.

 

13/05/2026 | Kontributor: M Hilmi Zuhdi
Dari Depok untuk Palestina, BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp512 Juta

 

BAZNAS Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina sebesar Rp512 juta. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 06 Mei 2026 di kantor BAZNAS RI dan diserahkan langsung kepada Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc..

Prosesi penyerahan bantuan disaksikan oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI serta pimpinan BAZNAS Kota Depok sebagai bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.

Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M. menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kota Depok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap saudara-saudara di Palestina.

“Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan sebesar Rp512 juta ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Kota Depok untuk rakyat Palestina. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujar Dr. Endang Ahmad Yani.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, muzaki, donatur, komunitas, serta berbagai pihak yang telah mempercayakan penyaluran donasinya melalui BAZNAS Kota Depok.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan masyarakat Kota Depok yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian nyata untuk Palestina. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengapresiasi langkah dan kepedulian masyarakat Kota Depok melalui BAZNAS Kota Depok dalam membantu perjuangan kemanusiaan Palestina.

“Bantuan ini menjadi bukti bahwa semangat ukhuwah dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Palestina masih sangat kuat. Kami mengapresiasi BAZNAS Kota Depok beserta seluruh masyarakat yang telah ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini,” ungkapnya.

Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kota Depok berharap semangat solidaritas kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi penguat dukungan moral dan bantuan nyata bagi rakyat Palestina.

 

07/05/2026 | Kontributor: M Hilmi Zuhdi
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia

 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus memperkuat sinergi dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional Rp327 triliun serta mendorong integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan nasional.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Teni Widuriyanti.,  Wali Kota Subulussalam Aceh H.M. Rasyid Bancin., beserta jajarannya.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, optimalisasi potensi zakat menjadi salah satu amanat Presiden yang perlu segera diwujudkan. Ia menyebutkan, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun.

"Terdapat beberapa arahan Presiden bagi kami (pengelola zakat), di antara optimalisasi potensi zakat, integrasi data dan program BAZNAS dengan berbagai pihak, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga level desa dan kecamatan, serta digitalisasi pengelolaan zakat," jelas Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, ke depan juga akan ada rencana revisi Undang-Undang Zakat untuk memperkuat integrasi kebijakan. Ia turut mengapresiasi Bappenas yang telah menetapkan zakat sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional.

“Zakat sudah mulai menjadi bagian dari mainstream ekonomi nasional. Karena itu diperlukan koordinasi dan integrasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk dengan Kementerian PPN/Bappenas dan BPS, khususnya dalam hal data, program, dan kebijakan, termasuk rencana revisi Undang-Undang Zakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan siap mendukung upaya BAZNAS dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional, dengan target pertumbuhan hingga 100 persen.

Ia mengungkapkan, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp327 triliun, namun realisasinya baru sekitar 10 persen. “Dengan demikian, ada peluang untuk meningkatkan capaian menjadi 20 hingga 30 persen. Bahkan, kenaikan dari 10 persen ke 20 persen saja sudah berarti peningkatan sebesar 100 persen,” ujarnya.

Ia menilai zakat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu langkah sistematis. “Pendekatan tidak hanya dari sisi syariat, tetapi juga tata kelola, teknologi, dan kebijakan, termasuk program pemberdayaan dan regulasi,” ujarnya.

Rachmat juga mendorong pemetaan asnaf mustahik berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran zakat secara nasional agar lebih tepat sasaran.

"Pengembangan program kolaboratif ZISWAF Indonesia Emas juga akan terus diperkuat dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan sosial," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dalam penguatan integrasi data dan pemetaan potensi zakat secara lebih komprehensif.

“Kami siap menindaklanjuti. Potensi zakat perlu dihitung lebih mendalam dan granular, misalnya berdasarkan jumlah penduduk Muslim dan kelompok wajib zakat,” ujar Amalia.

Ia menambahkan, BPS bersama BAZNAS akan melakukan pembaruan perhitungan potensi zakat melalui survei atau sensus pada 2026 guna menghasilkan data yang lebih akurat.

“Ke depan, kami juga dapat menyediakan informasi berbasis desil untuk memetakan mustahik, sehingga penyaluran zakat lebih tepat sasaran,” katanya.

08/04/2026 | Kontributor: M Hilmi Zuhdi
Pimpinan BAZNAS RI Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Zakat Berkelanjutan

 

 

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, H. Mokhamad Mahdum, Ph.D.,  memberikan pesan kuat kepada generasi muda untuk berhenti berpikir sebagai penerima manfaat (mustahik) dan mulai bertekad menjadi pemberi zakat (muzaki). Ajakan ini dijelaskan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk "Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan" di UIN Sunan Kudus, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026).

Mahdum menantang para pemuda yang hadir untuk memilih peran strategis mereka dalam ekosistem filantropi Islam. Ia menegaskan, masa depan ekonomi syariah bergantung pada pilihan generasi muda saat ini, apakah akan terus menjadi objek atau berani menjadi subjek perubahan.

"Peran mahasiswa anak muda itu cuma dua. Mau menjadi mustahik atau menjadi muzaki? Masa mau jadi mustahik? Belum apa-apa sudah mustahik. Jadi hidup itu memilih, mau jadi mustahik atau muzaki," jelas Mahdum di hadapan peserta seminar.

Dalam kesempatan tersebut, Mahdum juga berbagi pengalaman spiritualnya mengenai kekuatan doa yang visioner. Ia mengisahkan bagaimana orientasi doanya berubah dari sekadar angka nominal menjadi sebuah kebermanfaatan yang meluas bagi bangsa.

"Kalau dulu doanya, 'Ya Allah saya ingin sekali zakat tahun ini 1 miliar', kalau sekarang tak lobi: 'Ya Allah jadikan saya pembayar zakat terbesar di Indonesia'. Beda doa saya, kantong Allah kan tidak terbatas," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti, tugas mahasiswa bukan hanya sebatas berdonasi, melainkan menjadi agen literasi bagi masyarakat yang masih awam tentang kewajiban zakat. Mahdum menilai, ketimpangan informasi masih menjadi kendala utama mengapa banyak masyarakat mampu yang belum menunaikan zakat.

"Literasi itu sangat penting. Kita salah, berdosa kalau seandainya ada orang yang seharusnya sudah kena kewajiban zakat tetapi enggak tahu. Tugas mahasiswa itu paling tidak ikut menjadi penyambung lidah masyarakat agar paham benar apa itu zakat, bedanya infak, dan sedekah," tegasnya.

Mahdum mengungkapkan data menarik mengenai tren infak digital yang mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan, yang didominasi oleh generasi muda. Meskipun motivasi mereka beragam, seperti harapan lulus skripsi hingga mendapat pekerjaan, Mahdum melihat hal ini sebagai modal sosial yang besar. Ia berharap, kepedulian tersebut terus tumbuh hingga generasi muda benar-benar menjadi motor penggerak utama ekonomi syariah di masa depan.

Sementara itu, pembicara lain dari LAZISNU Jawa Tengah, Dr. Aan Zainul Anwar, S.H.I., M.E.Sy., membagikan perspektif mendalam mengenai pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Ia menekankan, sistem amil yang dikelola secara kelembagaan akan memberikan dampak yang jauh lebih luar biasa dibandingkan pengelolaan tradisional yang tidak terorganisir.

Aan juga membedah hasil riset disertasinya mengenai keberhasilan pengelolaan zakat di Desa Jatisono, Demak, yang kini menjadi percontohan nasional. Di desa tersebut, masyarakatnya patuh menunaikan zakat pertanian, yang diperkirakan bisa mencapai angka Rp300 juta dari satu entitas saja per tahun.

"Apa kenapa bisa seperti itu? Karena ada kesadaran, ada kekompakan, ada profesionalisme, ekosistem di sananya sudah jadi," katanya.

Pola pengelolaan di Jatisono juga berhasil menyejahterakan para penggerak agama di desa tersebut, sehingga tidak ada lagi guru ngaji yang hidup dalam kekurangan. Berbeda dengan daerah lain yang mungkin hanya memberikan bantuan ala kadarnya saat Ramadan, di desa ini guru ngaji mendapatkan insentif bulanan yang layak serta tunjangan pangan secara rutin.

08/04/2026 | Kontributor: M Hilmi Zuhdi
BAZNAS Kota Depok dan DPUPR Depok Gelar Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama

 

Depok, 16 Maret 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menggelar kegiatan santunan yatim dan buka puasa bersama pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Resto Kemuning, Cilodong.

Acara ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga pemerintah dan lembaga zakat dalam menghadirkan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadhan. Ratusan anak yatim menerima santunan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan penuh berkah ini.

Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang Ahmad Yani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap melalui kolaborasi ini, semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Depok juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun rasa empati. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadhan.

 

17/03/2026 | Kontributor: M Hilmi Zuhdi

Berita Terbaru

Kolaborasi Wujudkan Kepedulian Sosial, BAZNAS Depok Adakan Gathering Bersama Muzaki dan Mustahik
Kolaborasi Wujudkan Kepedulian Sosial, BAZNAS Depok Adakan Gathering Bersama Muzaki dan Mustahik
TP PKK Kota Depok bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok menyalurkan bantuan Program Depok Rp.50.190.000,- (34 PM), Depok Peduli Rp. 4.900.000,- ( 3 PM), Depok Sehat Rp. 1.837.500,- ( 2 PM), Depok Takwa Rp. 2.000.000,- ( 2 PM), Depok Sejahtera Rp. 26.900.000,- (19 PM) dalam acara Gathering BAZNAS Depok dengan tema “Tentramnya Muzaki, Bahagiannya Mustahik” yang bertempat di Auditorium RS Grha Permata Ibu. Rabu, (10/07/25) Ketua BAZNAS Depok, Dr, Endang Ahmad Yani menyampaikan penting acara ini dalam rangka Edukasi zakat dan Penjelasan Program BAZNAS Depok “Kegiatan ini bermaksud untuk mempertemukan para muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima zakat) serta kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya zakat, serta memberikan informasi mengenai program-program BAZNAS” Ucap Endang Ahmad Yani Pada acara Gethering BAZNAS Depok juga dilakukan penyaluran dana zakat dengan rincian 5 Pilar Program : Depok Rp.50.190.000,- (34 PM), Depok PEduli Rp. 4.900.000,- ( 3 PM), Depok Sehat Rp. 1.837.500,- ( 2 PM), Depok Takwa Rp. 2.000.000,- ( 2 PM), Depok Sejahtera Rp. 26.900.000,- (19 PM) Bapak Muhammad Nur Rizal salah satu Muzaki turut mengomentari kegiatan Gathering BAZNAS Depok ini, “Kegiatan ini saya rasa sangat positif yang bermanfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang zakat dan transparansi pengelolaan dana zakat. Dengan adanya sinergi antara muzaki, mustahik, dan BAZNAS, diharapkan kesejahteraan umat dapat meningkat dan kemiskinan dapat dientaskan” Ucap Rizal Mewakili PKK Kota Depok, Hj Imas Masiti berharap kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan, “Saya mewakili PKK Kota Depok berharap kegiatan ini terus dilakukan, agar kedepan kolaborasi dalam kebaikan bisa menular keberbagai stakeholders lainnya agar cita-cita besar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Bapak Supian Suri & Bapak Chandra Rahmansyah untuk menjadi Bersama Depok Maju bisa terwujud melalui Gerakan sosial” ujar Hj Imas Kegiatan ini di hadiri oleh Hj Imas Masiti (TP PKK Kota Depok), Dr. Endang Ahmad Yani. S.E., M.M (Ketua BAZNAS Kota Depok), dr. Kukun Masykur Nikmat, MARS, FISQua (Direktur Utama RS GPI), Firsa (Ketua Yayasan Permata Hisyam Rahman) serta Para Muzaki dan Mustahik BAZNAS Depok.
BERITA10/07/2025 | M Hilmi Zuhdi
Kasus Kecalakaan Mahasiswa UGM, BAZNAS Depok Berikan Bantuan Modal Usaha untuk Ibunda Alm Argo Ericko
Kasus Kecalakaan Mahasiswa UGM, BAZNAS Depok Berikan Bantuan Modal Usaha untuk Ibunda Alm Argo Ericko
Keluarga besar BAZNAS Depok kembali berduka atas berpulangnya Argo Ericko Achfandi (19), mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024 yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu dini hari (24/5), di kawasan Jalan Palagan, Sleman, Yogyakarta. Alm Argo Ericko adalah seorang warga kota Depok yang sedang menempuh bangku perkuliahan di UGM, Alm Argo meninggalkan seorang adik dan Ibundanya BAZNAS Kota Depok berupaya memberi dukungan melalui pemberian modal usaha dan bantuan biaya hidup untuk Ibunda Argo Ericko senilai 4 jt rupiah Bantuan tersebut langsung diberikan oleh Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah dan di damping oleh Ketua BAZNAS Depok Dr. Endang Ahmad Yani, Kepala DP3AP2KB Ibu Nessi dan pihak kelurahan setempat Ketua BAZNAS Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa melalui Upaya pemberian bantuan modal usaha dan bantuan biaya hidup, “Kami BAZNAS Depok mengucapkan duka yang mendalam atas kepergian Alm Argo Ericko, Insyallah Alm Meninggal dalam keadaan syahid karena sedang menuntut ilmu, selain itu kami menyampaikan Upaya dukungan melalui bantuan modal usaha dan biaya hidup keluarga, semoga bisa membantu meringankan beban yang sedang ditanggung” ucap Endang Ahmad yani Keluarga Argo Ericko (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tewas ditabrak mobil BMW, mengaku telah ikhlas atas kepergian anaknya. Namun keluarga tetap menginginkan proses hukum terus berjalan demi keadilan. Hal itu disampaikan ibunda Argo Ericko, Meiliana (48). Dia meyakini segala yang terjadi telah atas izin Yang Kuasa. "Kalau masalah kepergian Argo Ericko, saya sudah ikhlas. Karena ini merupakan takdir dari Yang di Atas," kata Meiliana saat ditemui di kediamannya di kawasan Kalibaru, Depok, Selasa (10/06/2025) Selain itu ketua TP PKK Kota Depok menyampaikan bahwa pemerintah kota Depok akan membantu proses pendampingan keluarga alm Argo “Kami mewakili pemerintah turut berduka cita atas kejadian ini dan akan melakukan pendampingan psikologis untuk keluarga Alm Argo Ericko, semoga hal ini bisa membantu” Ucap Cing Ikah Atas kejadian ini, BAZNAS Depok berharap bahwa proses hukum dan pendampingan keluarga korban betul-betul diprioritaskan sehingga kasus ini mendapatkan titik terang
BERITA24/05/2025 | M Hilmi Zuhdi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Depok.

Lihat Daftar Rekening →